Kesari Veer - Cerita Lengkap
Kesari Veer
ACT 1 (Setup)
Film dibuka dengan visual yang megah dari benteng Saragarhi, sebuah pos terpencil di perbatasan India Britania pada tahun 1897. Ishar Singh, seorang sersan Hawaldar dalam Resimen Sikh ke-36 dari Angkatan Darat Britania India, digambarkan sebagai seorang prajurit yang pemberani dan berprinsip. Dia menentang perintah atasannya untuk mengeksekusi seorang pejuang suku yang tidak bersenjata yang terluka, memilih untuk menembaknya dan mengakhiri penderitaannya daripada membiarkannya mati perlahan. Tindakan ini, meskipun dianggap melanggar protokol, dilakukan atas dasar kemanusiaan dan keadilan. Sebagai hukuman, Ishar Singh dipindahkan ke Saragarhi, sebuah pos kecil yang ditempati oleh 21 tentara Sikh. Saragarhi berfungsi sebagai pos komunikasi antara Benteng Lockhart dan Benteng Gulistan.
Kehidupan di Saragarhi digambarkan sebagai keras dan membosankan. Para prajurit Sikh merindukan rumah, keluarga, dan kehidupan yang lebih baik. Ishar Singh berusaha untuk meningkatkan moral mereka dan melatih mereka menjadi prajurit yang tangguh. Dia menjalin ikatan dengan mereka dan berusaha untuk memahami perjuangan pribadi mereka. Kita diperkenalkan dengan beberapa tentara kunci seperti Bhagwan Singh, Gurmukh Singh yang masih muda dan sangat ingin membuktikan dirinya, dan beberapa karakter pendukung lainnya yang masing-masing memiliki harapan dan ketakutan. Kita melihat sekilas interaksi Ishar Singh dengan istrinya, Jeevani, melalui kilas balik yang mengungkapkan cinta dan kekhawatirannya untuk keselamatannya. Kehidupan di desa-desa sekitar benteng juga digambarkan, memberikan konteks sosial dan budaya. Kita melihat ketegangan yang ada antara suku Pashtun dan pemerintahan Inggris.
ACT 2 (Conflict)
Ketegangan mulai meningkat ketika aktivitas suku Pashtun di sekitar Saragarhi meningkat. Suku-suku tersebut, yang dipimpin oleh Gul Badshah, sedang mempersiapkan serangan besar-besaran untuk merebut benteng dan mengganggu kendali Inggris di wilayah tersebut. Ishar Singh dan anak buahnya menyadari bahaya yang akan datang. Mereka melihat gerakan pasukan suku yang berkumpul di perbukitan. Mereka melaporkan aktivitas ini ke Benteng Lockhart, tetapi mendapat instruksi untuk mempertahankan posisi mereka dan tidak meninggalkan pos mereka dengan biaya apapun.
Serangan dimulai pada tanggal 12 September 1897. Ribuan pejuang suku Pashtun mengepung Saragarhi. Jumlah 21 tentara Sikh sangat kalah jumlah, tetapi mereka bertekad untuk mempertahankan pos mereka sampai akhir. Pertempuran sengit pun terjadi. Para tentara Sikh menunjukkan keberanian dan keterampilan tempur yang luar biasa. Ishar Singh menginspirasi anak buahnya dengan keberaniannya dan kepemimpinannya. Dia secara strategis menempatkan pasukannya dan menggunakan sumber daya yang terbatas untuk menahan gelombang serangan. Gurmukh Singh bertugas sebagai juru bicara, mengirimkan laporan terus-menerus ke Benteng Lockhart tentang jalannya pertempuran. Dia menyaksikan kematian rekan-rekannya dengan ngeri, tetapi terus menjalankan tugasnya dengan setia.
Beberapa serangan berhasil dipukul mundur, tetapi para pejuang suku terus menerus menyerang. Mereka mencoba untuk membobol gerbang benteng dan membakar tembok. Para tentara Sikh bertempur dengan gagah berani, menggunakan senapan Lee-Metford mereka dan bayonet untuk melawan musuh. Banyak yang tewas dalam pertempuran itu. Ishar Singh terluka berkali-kali, tetapi dia terus memimpin dan menginspirasi anak buahnya.
ACT 3 (Climax)
Seiring berjalannya waktu, para tentara Sikh semakin kelelahan dan persediaan mereka menipis. Mereka menyadari bahwa bantuan tidak akan datang. Ishar Singh membuat keputusan untuk bertempur sampai mati, untuk mempertahankan kehormatan mereka dan mencegah para pejuang suku merebut benteng dan menyerang benteng-benteng lainnya. Dia mengumpulkan anak buahnya dan menyampaikan pidato yang membangkitkan semangat, mengingatkan mereka tentang keberanian dan kehormatan Sikh.
Pertempuran mencapai puncaknya. Para pejuang suku akhirnya berhasil membobol gerbang benteng. Pertempuran jarak dekat yang brutal terjadi di dalam benteng. Para tentara Sikh bertempur dengan gagah berani, tetapi mereka terus menerus kalah jumlah. Gurmukh Singh, yang telah menyaksikan kematian semua rekan-rekannya, meminta izin untuk mengambil senapan dan bertempur. Ishar Singh awalnya menolak, tetapi akhirnya menyerah, mengetahui bahwa dia pantas mati sebagai seorang prajurit. Gurmukh Singh meneriakkan 'Waheguru' dan memasuki pertempuran, membunuh banyak pejuang suku sebelum dia sendiri tewas.
Ishar Singh terus bertempur sampai akhir. Dia membunuh Gul Badshah dalam pertarungan satu lawan satu yang sengit. Akhirnya, Ishar Singh terluka parah dan jatuh. Saat dia meninggal, dia menyaksikan bendera Resimen Sikh ke-36 tetap berkibar di benteng. Para pejuang suku kemudian membakar benteng dan merayakan kemenangan mereka yang pahit.
ACT 4 (Resolution)
Berita tentang keberanian dan pengorbanan 21 tentara Sikh di Saragarhi mencapai seluruh dunia. Pertempuran Saragarhi menjadi legenda keberanian dan pengorbanan diri. Pemerintah Inggris menghormati semua 21 tentara Sikh dengan penghargaan Indian Order of Merit, penghargaan keberanian tertinggi pada saat itu. Kisah keberanian mereka menginspirasi banyak orang dan menjadi simbol ketahanan Sikh.
Film diakhiri dengan adegan Benteng Lockhart dan Benteng Gulistan yang diperkuat sebagai hasil dari penundaan yang diberikan oleh pengorbanan para tentara Sikh di Saragarhi. Kita melihat keluarga para martir berduka atas kehilangan mereka, tetapi juga bangga dengan keberanian dan pengorbanan mereka. Film berakhir dengan pesan tentang keberanian, kehormatan, dan pengorbanan diri, dan bagaimana satu tindakan keberanian dapat menginspirasi generasi mendatang. Bendera Resimen Sikh ke-36 berkibar dengan bangga, menjadi pengingat abadi tentang keberanian dan pengorbanan para pahlawan Saragarhi.
Artikel ini membantu Anda memahami film lebih dalam.