Kalite Kontrol - Cerita Lengkap

Layar Bioskop
⏱️ 4 menit membaca

Kalite Kontrol

ACT 1 (Setup)

Film dibuka dengan adegan di sebuah pabrik makanan ringan bernama "Gurih Snack". Kita diperkenalkan dengan Roni, seorang pemuda lulusan SMK yang baru saja diterima bekerja sebagai staf Quality Control (QC). Roni sangat antusias dengan pekerjaan barunya, meskipun gaji yang ditawarkan tidak terlalu besar. Ia tinggal bersama ibunya yang sudah tua dan memiliki hutang yang cukup besar. Roni bertekad untuk bekerja keras dan melunasi hutang ibunya.

Di pabrik, Roni diperkenalkan oleh Pak Bambang, kepala bagian QC yang sudah berpengalaman dan disiplin. Pak Bambang menjelaskan tentang pentingnya menjaga kualitas produk agar konsumen tidak kecewa dan nama perusahaan tetap terjaga. Roni diajari cara memeriksa bahan baku, proses produksi, hingga produk jadi. Ia juga dikenalkan dengan rekan kerjanya, seperti Sari yang ramah dan Agus yang sedikit malas-malasan.

Beberapa hari pertama Roni bekerja berjalan lancar. Ia belajar dengan cepat dan menunjukkan dedikasi yang tinggi. Namun, ia mulai menyadari beberapa kejanggalan dalam proses produksi. Beberapa bahan baku yang digunakan terlihat kurang segar, dan beberapa mesin produksi terlihat tidak terawat dengan baik. Ia juga melihat beberapa pekerja yang kurang disiplin dan sering melakukan kecurangan kecil, seperti mengurangi takaran bahan atau menutupi kerusakan produk.

Roni mencoba menyampaikan kekhawatirannya kepada Pak Bambang, namun Pak Bambang terlihat acuh tak acuh. Ia mengatakan bahwa hal-hal tersebut adalah hal biasa dalam dunia industri dan Roni tidak perlu terlalu khawatir. Roni merasa kecewa dan mulai bertanya-tanya apakah ia harus ikut terlibat dalam praktik-praktik yang tidak benar tersebut.

ACT 2 (Conflict)

Suatu hari, terjadi insiden besar di pabrik. Sejumlah besar produk Gurih Snack yang sudah beredar di pasaran dilaporkan mengandung bahan berbahaya. Konsumen mulai mengeluh dan perusahaan mengalami kerugian besar. Pihak manajemen pabrik panik dan mulai mencari kambing hitam untuk disalahkan.

Pak Bambang ditunjuk sebagai orang yang bertanggung jawab atas insiden tersebut. Ia kemudian menekan Roni untuk mengakui bahwa ia telah melakukan kesalahan dalam proses pemeriksaan kualitas. Pak Bambang mengancam akan memecat Roni jika ia tidak mau bekerja sama. Roni berada dalam dilema besar. Ia tidak ingin kehilangan pekerjaannya, tetapi ia juga tidak ingin berbohong dan menutupi kesalahan orang lain.

Roni kemudian memutuskan untuk melakukan penyelidikan sendiri. Ia diam-diam mengumpulkan bukti-bukti tentang praktik-praktik curang yang terjadi di pabrik. Ia menemukan bahwa ada beberapa oknum di manajemen yang sengaja melakukan pengurangan biaya produksi dengan cara menggunakan bahan baku yang murah dan berkualitas rendah. Ia juga menemukan bahwa ada beberapa mesin produksi yang sengaja dirusak agar produksi bisa berjalan lebih cepat meskipun kualitasnya menurun.

Roni mencoba melaporkan temuannya kepada pihak manajemen, tetapi ia diabaikan. Ia bahkan diancam oleh beberapa orang yang terlibat dalam praktik curang tersebut. Roni merasa terancam dan mulai berpikir untuk mengundurkan diri dari pekerjaannya.

ACT 3 (Climax)

Roni tidak menyerah. Ia kemudian memutuskan untuk menghubungi seorang jurnalis investigasi bernama Anita. Anita tertarik dengan cerita Roni dan berjanji akan melakukan penyelidikan lebih lanjut. Anita kemudian menyamar sebagai pekerja magang di pabrik Gurih Snack dan mulai mengumpulkan bukti-bukti yang lebih kuat.

Setelah beberapa hari melakukan investigasi, Anita berhasil mengumpulkan bukti-bukti yang cukup kuat untuk membongkar praktik-praktik curang yang terjadi di pabrik. Ia kemudian menghubungi Roni dan mengajaknya untuk bekerja sama mengungkap kebenaran kepada publik.

Roni dan Anita kemudian membuat laporan kepada pihak kepolisian dan media massa. Mereka mengungkapkan semua bukti-bukti yang mereka miliki tentang praktik-praktik curang yang terjadi di pabrik Gurih Snack. Berita tersebut kemudian menjadi viral dan membuat heboh masyarakat.

Pihak kepolisian kemudian melakukan penggerebekan di pabrik Gurih Snack dan menangkap beberapa orang yang terlibat dalam praktik curang tersebut, termasuk kepala pabrik dan beberapa staf manajemen. Pak Bambang juga ikut ditangkap karena terbukti terlibat dalam menutupi praktik curang tersebut.

ACT 4 (Resolution)

Pabrik Gurih Snack kemudian ditutup sementara untuk dilakukan investigasi lebih lanjut. Pihak manajemen baru kemudian ditunjuk untuk memperbaiki sistem produksi dan memastikan kualitas produk tetap terjaga.

Roni diangkat menjadi kepala bagian QC yang baru. Ia diberi tanggung jawab untuk memperbaiki sistem QC dan memastikan semua produk Gurih Snack memenuhi standar kualitas yang tinggi. Roni merasa bangga dan senang karena ia telah berhasil mengungkap kebenaran dan menegakkan keadilan.

Roni juga berhasil melunasi hutang ibunya dan memperbaiki kehidupan keluarganya. Ia menjadi sosok inspiratif bagi banyak orang karena keberaniannya dalam mengungkap kebenaran.

Film berakhir dengan adegan Roni sedang memeriksa kualitas produk Gurih Snack dengan teliti. Ia tersenyum dan merasa puas karena ia telah berhasil mewujudkan impiannya untuk bekerja di perusahaan yang jujur dan bertanggung jawab.

Artikel ini membantu Anda memahami film lebih dalam.

📖 Lihat Selengkapnya