Joint - Cerita Lengkap

Layar Bioskop
⏱️ 4 menit membaca

Joint

ACT 1 (Setup)

Film dibuka dengan adegan di sebuah kontrakan kumuh di Jakarta. Tiga pemuda, Dodi, seorang pengangguran idealis yang bercita-cita menjadi sutradara film; Jono, seorang tukang ojek online yang terlilit hutang; dan Susi, seorang mahasiswi yang bekerja paruh waktu sebagai pelayan kafe, sedang berkumpul. Mereka sedang menghadapi masalah keuangan yang parah. Jono dikejar-kejar debt collector, Susi kesulitan membayar uang kuliah, dan Dodi kehabisan uang untuk membiayai film pendeknya.

Suatu malam, saat mereka sedang merokok ganja bersama (yang mereka sebut "joint"), Dodi secara iseng merekam percakapan mereka menggunakan ponselnya. Percakapan itu berisi keluhan mereka tentang masalah hidup, impian yang belum tercapai, dan frustrasi terhadap sistem. Tanpa diduga, video itu menjadi viral di media sosial.

Popularitas video itu menarik perhatian seorang produser film indie bernama Bambang. Bambang menghubungi Dodi dan menawarkan untuk membuat film berdasarkan video viral tersebut. Bambang melihat potensi komersial dari kisah tiga anak muda yang jujur dan apa adanya tentang kehidupan mereka. Dodi, Jono, dan Susi sangat gembira dengan tawaran tersebut. Mereka merasa mimpi mereka akan segera terwujud.

ACT 2 (Conflict)

Proses pembuatan film dimulai. Dodi berperan sebagai sutradara, Jono membantu di bagian logistik, dan Susi bertugas mengurus keuangan. Awalnya, semua berjalan lancar. Mereka mendapatkan banyak dukungan dari teman-teman dan komunitas film indie. Namun, masalah mulai muncul ketika Bambang mulai mengubah naskah dan alur cerita agar lebih komersial. Dodi tidak setuju dengan perubahan-perubahan tersebut. Ia merasa Bambang telah mengkhianati visi awalnya.

Konflik antara Dodi dan Bambang semakin memanas. Bambang bersikeras bahwa ia memiliki hak untuk mengubah film tersebut karena ia yang mendanai produksi. Dodi merasa bahwa ia telah kehilangan kontrol atas karyanya sendiri. Jono dan Susi berada di tengah-tengah konflik. Mereka berusaha menengahi antara Dodi dan Bambang, tetapi tidak berhasil.

Selain konflik dengan Bambang, Dodi, Jono, dan Susi juga menghadapi masalah pribadi. Jono semakin tertekan dengan hutangnya yang terus bertambah. Susi mulai merasa terbebani dengan tanggung jawab keuangan yang semakin besar. Dodi merasa bersalah karena telah membawa teman-temannya ke dalam proyek film yang ternyata penuh masalah. Hubungan persahabatan mereka mulai retak karena tekanan dan konflik yang terus-menerus.

Suatu malam, saat sedang syuting, terjadi pertengkaran hebat antara Dodi dan Bambang. Dodi memutuskan untuk keluar dari proyek film tersebut. Jono dan Susi bingung harus berpihak kepada siapa. Akhirnya, mereka memutuskan untuk tetap bekerja dengan Bambang karena mereka membutuhkan uang. Dodi merasa dikhianati oleh teman-temannya.

ACT 3 (Climax)

Beberapa bulan kemudian, film "Joint" dirilis di bioskop. Film tersebut menjadi box office dan mendapatkan banyak ulasan positif dari kritikus film. Jono dan Susi menjadi terkenal dan mendapatkan banyak tawaran pekerjaan. Namun, mereka merasa tidak bahagia. Mereka merasa bersalah karena telah mengkhianati Dodi dan visi awalnya.

Dodi merasa kecewa dan marah melihat kesuksesan film "Joint". Ia merasa bahwa Bambang telah mencuri idenya dan merusak karyanya. Ia memutuskan untuk membuat film versinya sendiri, tetapi ia kesulitan mendapatkan dana.

Suatu malam, Dodi menghadiri pemutaran perdana film "Joint". Ia melihat Jono dan Susi di atas panggung, memberikan pidato terima kasih. Dodi merasa semakin marah dan kecewa. Setelah pemutaran film selesai, Dodi menghampiri Jono dan Susi. Terjadi pertengkaran hebat di antara mereka. Dodi menuduh Jono dan Susi telah mengkhianatinya. Jono dan Susi membela diri dan mengatakan bahwa mereka hanya berusaha untuk bertahan hidup.

Pertengkaran itu semakin memanas hingga Dodi memukul Jono. Susi berusaha melerai mereka, tetapi ia malah terluka. Jono dan Susi membawa Susi ke rumah sakit. Dodi merasa bersalah dan menyesal atas perbuatannya.

Di rumah sakit, Jono dan Susi menyadari bahwa mereka telah kehilangan persahabatan mereka karena ambisi dan keserakahan. Mereka memutuskan untuk meminta maaf kepada Dodi dan berusaha memperbaiki hubungan mereka.

ACT 4 (Resolution)

Jono dan Susi mengunjungi Dodi di kontrakan kumuhnya. Mereka meminta maaf atas kesalahan mereka dan mengakui bahwa mereka telah salah menilai situasi. Dodi awalnya masih marah dan tidak mau memaafkan mereka. Namun, setelah mendengar penjelasan Jono dan Susi, ia akhirnya luluh.

Dodi, Jono, dan Susi berdamai dan memutuskan untuk memulai dari awal. Mereka menyadari bahwa persahabatan lebih penting daripada uang dan ketenaran. Mereka sepakat untuk membuat film bersama lagi, kali ini dengan visi yang sama dan tanpa campur tangan produser yang serakah.

Film berakhir dengan adegan Dodi, Jono, dan Susi sedang merokok ganja bersama di kontrakan mereka. Mereka tertawa dan bercanda seperti dulu. Mereka telah belajar dari kesalahan mereka dan menjadi lebih bijaksana. Mereka siap untuk menghadapi tantangan baru bersama-sama. Mereka adalah "joint", tiga serangkai yang tak terpisahkan.

Artikel ini membantu Anda memahami film lebih dalam.

📖 Lihat Selengkapnya