JEREMY - Cerita Lengkap
JEREMY
ACT 1 (Setup)
Jeremy Jones, seorang siswa sekolah menengah atas yang canggung dan introvert di sebuah sekolah di New York City, hidup dalam dunianya sendiri. Dia seorang pemain cello yang berbakat dan menghabiskan sebagian besar waktunya berlatih atau menyendiri. Dia tidak pandai bergaul dan merasa nyaman dalam kesendiriannya. Jeremy memiliki keluarga yang suportif tetapi dia merasa sulit untuk terhubung dengan orang lain di luar keluarganya.
Suatu hari, ketika Jeremy sedang berlatih cello di ruang musik sekolah, Susan Rollins, seorang siswi baru yang ceria dan terbuka, mendengar permainannya. Susan, seorang pelukis berbakat dan optimis, tertarik dengan musiknya dan memutuskan untuk mendekatinya. Awalnya, Jeremy gugup dan canggung di sekitar Susan, tidak terbiasa dengan perhatian yang dia berikan padanya. Susan tidak menyerah dan terus berusaha untuk mengenal Jeremy lebih baik.
Susan menemukan Jeremy sedang melukis di taman, berusaha menangkap keindahan musim gugur. Dia mengomentari bakat Jeremy, mendorongnya untuk lebih percaya diri dengan karyanya. Jeremy terkejut dengan pujiannya dan perlahan mulai membuka diri padanya. Susan mengajak Jeremy untuk bergabung dengannya dan teman-temannya di kedai kopi lokal setelah sekolah. Jeremy ragu-ragu pada awalnya tetapi setuju, ingin menghabiskan lebih banyak waktu dengan Susan.
Di kedai kopi, Jeremy bertemu dengan teman-teman Susan, termasuk Paul, seorang pemain gitar yang penuh semangat, dan Alice, seorang penulis puisi yang sensitif. Meskipun merasa sedikit tidak nyaman pada awalnya, Jeremy mulai menikmati kebersamaan mereka. Susan memastikan bahwa Jeremy merasa diterima dan dia perlahan mulai merasa lebih percaya diri. Dia mulai berpartisipasi dalam percakapan dan bahkan berbagi beberapa lelucon.
ACT 2 (Conflict)
Hubungan Jeremy dan Susan berkembang pesat. Mereka menghabiskan banyak waktu bersama, pergi ke museum seni, berjalan-jalan di taman, dan berbagi mimpi mereka. Jeremy merasa bahwa dia akhirnya menemukan seseorang yang benar-benar memahaminya. Dia mulai keluar dari cangkangnya dan menjadi lebih terbuka dan ekspresif. Dia bahkan mulai menunjukkan karyanya kepada orang lain, didorong oleh dukungan Susan.
Namun, kebahagiaan mereka tidak berlangsung selamanya. Ayah Susan dipindahkan ke St. Louis karena pekerjaannya, dan Susan harus pindah bersamanya. Kabar ini menghancurkan hati Jeremy. Dia tidak tahu bagaimana dia bisa mengatasi perpisahan dengan Susan. Susan juga sedih harus meninggalkan Jeremy dan teman-temannya, tetapi dia tidak punya pilihan.
Mereka berdua mencoba untuk tetap positif dan berjanji untuk tetap berhubungan. Susan berjanji untuk menulis surat kepada Jeremy setiap hari dan mereka akan saling menelepon setiap minggu. Jeremy berusaha untuk tetap sibuk dengan musiknya dan teman-temannya, tetapi dia merasa kesepian dan hilang tanpa Susan. Dia merindukan kehadirannya, senyumnya, dan obrolan mereka yang tak ada habisnya.
Jeremy berjuang untuk menyesuaikan diri dengan kehidupan tanpa Susan. Dia menjadi lebih menarik diri dan kembali ke kebiasaan lamanya yang menyendiri. Dia berhenti berlatih cello secara teratur dan bahkan berhenti pergi ke kedai kopi bersama teman-temannya. Dia merasa seolah-olah sebagian dari dirinya telah hilang ketika Susan pergi. Teman-temannya khawatir tentangnya dan mencoba untuk menghiburnya, tetapi tidak ada yang berhasil menghilangkan kesedihannya.
ACT 3 (Climax)
Suatu malam, Jeremy menerima surat dari Susan. Dalam surat itu, Susan menulis bahwa dia merindukannya dan bahwa dia sedang berjuang untuk menyesuaikan diri dengan kehidupan barunya di St. Louis. Dia juga menulis bahwa dia merasa bersalah karena meninggalkannya dan bahwa dia khawatir bahwa dia akan melupakannya. Jeremy merasa tergerak oleh kata-kata Susan dan menyadari bahwa dia harus melakukan sesuatu.
Jeremy memutuskan untuk melakukan perjalanan ke St. Louis untuk mengunjungi Susan. Dia mengumpulkan semua uang yang dia punya dan membeli tiket bus. Dia tidak memberi tahu siapa pun tentang rencananya, karena dia takut mereka akan mencoba menghentikannya. Dia hanya meninggalkan catatan untuk keluarganya, mengatakan bahwa dia akan pergi sebentar dan akan segera kembali.
Jeremy melakukan perjalanan panjang dan melelahkan dengan bus. Ketika dia tiba di St. Louis, dia segera pergi ke alamat Susan. Ketika Susan membuka pintu, dia terkejut dan senang melihat Jeremy. Mereka berpelukan lama dan berciuman. Mereka menghabiskan hari itu bersama, menjelajahi kota dan berbagi cerita.
Pada malam hari, Jeremy dan Susan duduk di taman dan berbicara tentang masa depan mereka. Susan mengatakan bahwa dia tidak tahu berapa lama dia akan tinggal di St. Louis, tetapi dia berjanji untuk selalu mencintai Jeremy. Jeremy mengatakan bahwa dia akan selalu menunggu Susan dan bahwa dia akan melakukan apa pun untuk bersamanya. Mereka berjanji untuk tidak pernah menyerah pada cinta mereka.
ACT 4 (Resolution)
Jeremy kembali ke New York City dengan hati yang diperbarui. Dia tahu bahwa hubungan jarak jauh akan sulit, tetapi dia bertekad untuk membuatnya berhasil. Dia mulai menulis surat kepada Susan setiap hari dan mereka saling menelepon setiap minggu. Dia juga mulai berlatih cello lagi dan dia bahkan mulai tampil di depan umum.
Beberapa bulan kemudian, ayah Susan dipindahkan kembali ke New York City. Susan kembali ke sekolah yang sama dengan Jeremy dan mereka bersatu kembali. Mereka berdua sangat senang bisa bersama lagi. Mereka melanjutkan hubungan mereka dan mereka menjadi lebih kuat dari sebelumnya.
Jeremy dan Susan lulus dari sekolah menengah atas dan mereka berdua diterima di perguruan tinggi seni yang sama di New York City. Mereka terus mendukung satu sama lain dalam mengejar impian mereka. Jeremy menjadi pemain cello profesional dan Susan menjadi pelukis yang sukses. Mereka menikah dan hidup bahagia selamanya. Film ini berakhir dengan Jeremy dan Susan, yang sudah tua, duduk bersama di taman, mengenang cinta pertama mereka dan bagaimana mereka mengatasi segala rintangan untuk tetap bersama. Mereka saling berpegangan tangan, membuktikan bahwa cinta sejati bisa bertahan selamanya.
Artikel ini membantu Anda memahami film lebih dalam.