Irish Ashes - Cerita Lengkap

Layar Bioskop
⏱️ 3 menit membaca

ACT 1 (Setup)

Seorang pria bernama Sean tinggal di Dublin, Irlandia. Ia bekerja sebagai tukang reparasi elektronik dan hidupnya terasa monoton. Sean memiliki seorang sahabat dekat bernama Frankie, seorang pria yang penuh semangat dan sering kali ceroboh. Frankie tiba-tiba meninggal dunia karena kecelakaan motor. Sean sangat terpukul dengan kepergian sahabatnya.

Di rumah duka, Sean bertemu dengan ibu Frankie, Mary. Mary memberinya sebuah kotak berisi abu jenazah Frankie. Mary meminta Sean untuk menaburkan abu Frankie di tebing Moher, tempat favorit Frankie. Sean awalnya ragu karena ia membenci perjalanan dan enggan meninggalkan Dublin. Namun, karena rasa hormat dan cintanya kepada Frankie, ia akhirnya setuju.

Sean mulai mempersiapkan perjalanannya. Ia merencanakan rute yang efisien dan memesan akomodasi yang murah. Sebelum berangkat, ia menemukan sepucuk surat dari Frankie yang ditujukan kepadanya. Dalam surat itu, Frankie mengungkapkan bahwa ia telah menyembunyikan sejumlah uang di beberapa tempat di sepanjang rute perjalanan ke tebing Moher. Uang itu dimaksudkan untuk Sean agar ia dapat menikmati perjalanan dan mengingat persahabatan mereka.

Sean berangkat dengan mobil tua Frankie. Ia mulai mengikuti petunjuk dari surat Frankie, yang membawanya ke berbagai tempat di pedesaan Irlandia.

ACT 2 (Conflict)

Perjalanan Sean tidak berjalan mulus. Mobil Frankie sering mogok, dan ia harus menghadapi berbagai tantangan, seperti jalanan yang rusak, cuaca buruk, dan penduduk desa yang unik. Di salah satu perhentian, ia bertemu dengan seorang wanita muda bernama Aoife. Aoife adalah seorang musisi jalanan yang sedang mencari inspirasi. Aoife menumpang mobil Sean dan menawarkan untuk membantunya menemukan lokasi-lokasi yang disebutkan dalam surat Frankie.

Awalnya, Sean merasa terganggu dengan kehadiran Aoife. Ia adalah seorang introvert yang tidak terbiasa dengan orang asing. Namun, seiring berjalannya waktu, Sean mulai menghargai kehadiran Aoife. Aoife membantunya memperbaiki mobil, memberikan semangat saat ia putus asa, dan menunjukkan keindahan pedesaan Irlandia.

Di salah satu lokasi yang Frankie sebutkan, mereka menemukan sebuah bar lokal. Di sana, Sean bertemu dengan beberapa teman lama Frankie. Mereka menceritakan kisah-kisah lucu tentang Frankie dan membantu Sean memahami sahabatnya lebih dalam. Sean menyadari bahwa Frankie adalah orang yang lebih kompleks daripada yang ia kira.

Namun, masalah muncul ketika seorang pria misterius mulai mengikuti Sean dan Aoife. Pria itu tampaknya tertarik pada uang yang disembunyikan Frankie. Pria itu mencoba mencuri uang tersebut dari Sean. Sean dan Aoife harus menghindari pria itu sambil terus mencari lokasi-lokasi yang disebutkan dalam surat Frankie.

ACT 3 (Climax)

Setelah serangkaian pengejaran dan konfrontasi, Sean dan Aoife akhirnya berhasil mencapai tebing Moher. Mereka menemukan lokasi terakhir tempat Frankie menyembunyikan uangnya. Pria misterius itu muncul dan mencoba merebut uang itu dari Sean.

Terjadi perkelahian antara Sean dan pria misterius itu. Aoife mencoba membantu Sean, tetapi ia terjatuh dan terluka. Sean berhasil mengalahkan pria misterius itu dan menyelamatkan uang Frankie. Pria misterius itu melarikan diri.

Sean merasa bersalah karena Aoife terluka. Ia membawa Aoife ke rumah sakit terdekat. Di rumah sakit, Sean merenungkan perjalanannya. Ia menyadari bahwa perjalanan ini telah mengubah dirinya. Ia telah keluar dari zona nyamannya, bertemu orang-orang baru, dan belajar tentang dirinya sendiri dan persahabatannya dengan Frankie.

ACT 4 (Resolution)

Aoife pulih dari lukanya. Sean dan Aoife pergi ke tebing Moher. Sean menaburkan abu Frankie di tebing Moher, sesuai dengan permintaan Mary. Ia mengucapkan selamat tinggal kepada sahabatnya.

Sean dan Aoife berpisah. Aoife melanjutkan perjalanan musiknya, dan Sean kembali ke Dublin. Namun, Sean bukan lagi orang yang sama. Ia telah menjadi lebih berani, lebih terbuka, dan lebih menghargai hidup. Ia menggunakan uang yang ditemukan dari Frankie untuk memperbaiki bengkelnya dan mengejar mimpinya. Sean mengenang persahabatannya dengan Frankie dan perjalanan mereka dengan rasa syukur dan kebahagiaan. Film berakhir dengan Sean tersenyum, menyadari bahwa meskipun Frankie telah tiada, semangatnya akan selalu hidup dalam dirinya.

Artikel ini membantu Anda memahami film lebih dalam.

📖 Lihat Selengkapnya