Howard - Cerita Lengkap
Howard
ACT 1 (Setup)
Film dimulai dengan gambar masa kecil Howard Ashman di Baltimore, Maryland. Howard kecil terlihat gemar drama musikal, dan ibunya sangat mendukung minatnya. Dia bersekolah di Edgemere Elementary School. Adegan berlanjut ke masa remajanya di mana kecintaannya pada teater semakin besar. Howard membentuk grup teater di sekolahnya dan mulai menulis naskah sendiri. Terlihat bakat luar biasa Howard dalam menulis lirik dan menciptakan karakter yang unik.
Kita melihat Howard di masa kuliahnya, di mana dia mempelajari teater di Universitas Boston. Dia menunjukkan ambisi dan tekad yang kuat untuk sukses di dunia hiburan. Setelah lulus, Howard pindah ke New York City dengan harapan meraih impiannya di Broadway. Dia mendirikan WPA Theater, sebuah teater eksperimental di Off-Off-Broadway. Howard bekerja keras untuk membangun teater tersebut, menulis dan menyutradarai pertunjukan-pertunjukan yang tidak selalu sukses secara komersial, tetapi menunjukkan visi kreatifnya.
Howard bertemu dengan Alan Menken, seorang komposer musik muda berbakat. Keduanya langsung merasa cocok dan mulai berkolaborasi. Mereka bersama-sama menciptakan musikal "God Bless You, Mr. Rosewater" yang berdasarkan novel karya Kurt Vonnegut. Meskipun musikal tersebut tidak sukses besar, kolaborasi tersebut menjadi awal dari kemitraan kreatif yang sangat penting dalam hidup Howard.
ACT 2 (Conflict)
Howard dan Alan terus bekerja sama dan menciptakan musikal baru berjudul "Little Shop of Horrors." Musikal ini menjadi hit besar di Off-Broadway dan kemudian di Broadway, melambungkan nama Howard Ashman dan Alan Menken. "Little Shop of Horrors" menjadi fenomena budaya, dipuji karena lirik yang cerdas, musik yang menarik, dan cerita yang unik.
Kesuksesan "Little Shop of Horrors" menarik perhatian Disney. Howard dan Alan dipekerjakan oleh Disney untuk menulis lagu untuk film animasi "The Little Mermaid." Awalnya, Howard merasa ragu untuk bekerja di Disney karena ia lebih terbiasa dengan dunia teater yang lebih eksperimental. Namun, dia melihat potensi untuk membawa sentuhan Broadway ke film animasi Disney.
Proses pembuatan "The Little Mermaid" tidak berjalan mulus. Howard sering beradu argumen dengan para eksekutif Disney tentang visi kreatifnya. Dia ingin memasukkan elemen-elemen musikal yang lebih kompleks dan lirik yang lebih cerdas, sementara para eksekutif Disney khawatir akan membuat film tersebut terlalu rumit untuk penonton anak-anak. Howard berjuang untuk mempertahankan integritas artistiknya.
Di tengah kesuksesan dan perjuangan kreatifnya, Howard didiagnosis dengan HIV. Saat itu, AIDS masih merupakan penyakit yang sangat menakutkan dan stigma sosialnya sangat besar. Howard merahasiakan penyakitnya dari sebagian besar rekan kerjanya karena takut akan diskriminasi dan kehilangan pekerjaannya.
ACT 3 (Climax)
Meskipun sakit, Howard terus bekerja dengan semangat dan dedikasi. Dia dan Alan Menken kemudian mengerjakan film animasi Disney "Beauty and the Beast." Howard sangat terlibat dalam setiap aspek produksi, mulai dari penulisan lagu hingga pengembangan karakter dan cerita. "Beauty and the Beast" menjadi film animasi yang sangat sukses dan mendapat pujian kritis.
Selama produksi "Beauty and the Beast," kesehatan Howard semakin memburuk. Dia harus menjalani perawatan medis yang intensif dan sering merasa kelelahan. Namun, dia tetap bertekad untuk menyelesaikan proyek tersebut. Howard bekerja dari jarak jauh, seringkali memberikan catatan dan arahan melalui telepon dari tempat tidurnya.
Puncak konflik tercapai ketika "Beauty and the Beast" dirilis dan mendapat sambutan yang luar biasa. Film tersebut memenangkan banyak penghargaan, termasuk Academy Award untuk Lagu Terbaik untuk lagu "Beauty and the Beast." Howard tidak dapat menghadiri upacara penghargaan karena kesehatannya yang memburuk. Alan Menken menerima penghargaan tersebut atas nama mereka berdua.
ACT 4 (Resolution)
Howard Ashman meninggal dunia pada tanggal 14 Maret 1991, beberapa bulan sebelum rilis "Beauty and the Beast." Kematiannya merupakan kehilangan besar bagi dunia teater dan film. Film tersebut mendedikasikan dirinya kepada Howard.
Film diakhiri dengan montase adegan-adegan dari karya-karya Howard, termasuk "Little Shop of Horrors," "The Little Mermaid," dan "Beauty and the Beast." Kita melihat dampak yang luar biasa dari karyanya terhadap budaya populer dan pengaruhnya terhadap generasi seniman. Howard dikenang sebagai seorang penulis lirik yang jenius, seorang visioner kreatif, dan seorang pejuang yang gigih. Film ini merayakan hidup dan warisan Howard Ashman, seorang pria yang membawa keajaiban dan keindahan ke dunia melalui musik dan kata-katanya. Film ini menekankan bagaimana karyanya terus menginspirasi dan menghibur orang-orang dari segala usia. Pada akhirnya, film menunjukkan bahwa meskipun Howard pergi terlalu cepat, karyanya akan terus hidup selamanya.
Artikel ini membantu Anda memahami film lebih dalam.