Hamilton - Cerita Lengkap
Hamilton menceritakan kisah hidup Alexander Hamilton, seorang imigran yatim piatu yang ambisius dan bertekad untuk membuat namanya dikenal di Amerika.
ACT 1 (Setup)
Tahun 1776, Alexander Hamilton tiba di New York City, seorang pemuda yatim piatu dari Karibia dengan impian besar. Dia bergabung dengan gerakan revolusioner dan dengan cepat menunjukkan kecerdasannya dan kemampuan menulisnya. Dia bertemu dengan tokoh-tokoh revolusioner seperti Aaron Burr, Marquis de Lafayette, Hercules Mulligan, dan John Laurens. Mereka semua berbagi semangat yang sama untuk kemerdekaan dan perubahan. Hamilton, meskipun muda, memiliki ambisi yang tak terbatas dan menulis esai-esai politik yang tajam yang menarik perhatian. Dia juga memiliki persaingan yang kompleks dengan Aaron Burr, yang lebih berhati-hati dan sabar.
Hamilton mendapatkan posisi sebagai ajudan Jenderal George Washington, sebuah peran penting yang menuntutnya untuk menulis surat-surat, mengatur strategi, dan mengelola logistik perang. Dia merasa frustrasi karena tidak bisa berada di garis depan pertempuran, namun menyadari bahwa posisinya sangat penting bagi perjuangan. Di pesta dansa, dia bertemu dengan Eliza Schuyler dan Angelica Schuyler. Dia jatuh cinta pada Eliza, dan mereka menikah. Angelica, meskipun jelas tertarik pada Hamilton, mengalah demi kebahagiaan adiknya.
ACT 2 (Conflict)
Perang Revolusi Amerika berakhir dengan kemenangan. Hamilton dan Lafayette membahas impian mereka untuk masa depan Amerika yang baru. Hamilton kemudian belajar hukum dan menjadi pengacara yang sukses. Washington menunjuknya sebagai Menteri Keuangan pertama negara itu. Hamilton merancang sistem keuangan baru untuk Amerika Serikat, termasuk pembentukan bank nasional, yang menghadapi perlawanan dari Thomas Jefferson dan James Madison, yang percaya bahwa hal itu memberikan terlalu banyak kekuatan kepada pemerintah federal. Hamilton berdebat dengan Jefferson dan Madison melalui serangkaian esai yang dikenal sebagai The Federalist Papers.
Eliza melahirkan seorang putra, Philip. Kehidupan Hamilton dan Eliza tampaknya bahagia, namun Hamilton tetap terobsesi dengan pekerjaannya. Hubungan Hamilton dan Burr semakin tegang, terutama karena Hamilton sering kali mendukung kandidat lain selain Burr dalam pemilihan.
ACT 3 (Climax)
Hamilton terlibat dalam perselingkuhan dengan Maria Reynolds, seorang wanita yang datang kepadanya mencari bantuan keuangan. Suami Maria, James Reynolds, memeras Hamilton dengan ancaman akan mengungkapkan perselingkuhan itu. Hamilton membayar Reynolds untuk menjaga rahasia itu, tetapi gosip terus beredar. Beberapa tahun kemudian, surat-surat Hamilton dengan Reynolds diterbitkan, merusak reputasinya.
Philip Hamilton, putra Alexander, mengikuti jejak ayahnya dan membela kehormatan ayahnya melawan George Eacker, yang membuat pernyataan merendahkan tentang Hamilton. Dalam duel, Philip terbunuh. Kehilangan Philip menghancurkan Hamilton dan Eliza. Hamilton mengakui perselingkuhannya kepada Eliza, sebuah pengakuan yang sangat menyakitkan baginya.
ACT 4 (Resolution)
Hamilton dan Burr terus berselisih dalam politik. Setelah Burr kalah dalam pemilihan gubernur New York, dia menantang Hamilton untuk berduel. Hamilton, meskipun menentang praktik duel dan merasa bersalah atas kematian putranya, menerima tantangan itu.
Dalam duel, Hamilton menembak ke udara, menunjukkan bahwa dia tidak berniat membunuh Burr. Burr, bagaimanapun, menembak Hamilton, melukainya secara fatal. Hamilton meninggal keesokan harinya, dikelilingi oleh Eliza dan teman-temannya.
Eliza menghabiskan sisa hidupnya untuk melestarikan warisan Hamilton. Dia mengumpulkan tulisan-tulisannya, mendirikan panti asuhan, dan menceritakan kisahnya. Film diakhiri dengan Eliza yang bertanya, "Siapa yang akan menceritakan kisahmu?", menyadari bahwa sejarah sering kali melupakan kontribusi banyak orang.
Artikel ini membantu Anda memahami film lebih dalam.