'GIVE IT UP!' - Cerita Lengkap

Layar Bioskop
⏱️ 4 menit membaca

ACT 1 (Setup)

Cerita dimulai di sebuah kota kecil bernama Harmony Springs, tempat Poppy, seorang gadis remaja yang sangat berbakat dalam senam ritmik, merasa terkekang. Dia bermimpi untuk keluar dari Harmony Springs dan berkompetisi di tingkat nasional. Poppy berlatih dengan giat di gudang tua yang dijadikan tempat latihannya, tapi dia kekurangan peralatan yang memadai dan pelatih yang berkualitas. Ayahnya, Robert, seorang pekerja bengkel yang baik hati namun konservatif, mendukung impian Poppy namun khawatir tentang biaya dan risiko yang terlibat. Dia menginginkan Poppy fokus pada pendidikan dan mencari pekerjaan yang lebih stabil.

Di sisi lain, ada John, seorang mantan pesenam ritmik profesional yang karirnya hancur karena cedera. Sekarang dia bekerja sebagai tukang ledeng dan menghindari segala hal yang berhubungan dengan senam. Dia hidup sendiri dan diliputi rasa penyesalan dan kekecewaan. Suatu hari, saat John sedang memperbaiki pipa di sekolah Poppy, dia melihat Poppy berlatih melalui jendela gudang. Dia terkesan dengan bakat alami Poppy, tetapi ingatannya tentang karirnya yang gagal membuatnya enggan untuk terlibat.

Poppy menyadari bahwa John adalah mantan pesenam dan mencoba meyakinkannya untuk melatihnya. John menolak berulang kali, mengatakan bahwa dia sudah tidak memiliki hasrat untuk senam dan tidak ingin menghadapi kekecewaan lagi. Poppy tidak menyerah, dan dia terus-menerus mengganggunya, meninggalkan catatan di truknya, dan bahkan muncul di tempat kerjanya untuk memohon padanya.

ACT 2 (Conflict)

Akhirnya, John menyerah pada kegigihan Poppy dan setuju untuk melatihnya, tetapi dengan beberapa syarat. Dia ingin Poppy berlatih dengan sangat keras dan berkomitmen penuh. Dia juga ingin Robert, ayah Poppy, menyetujui dan mendukung keputusan ini sepenuhnya. Robert awalnya ragu, tetapi melihat tekad Poppy dan keyakinan John, dia akhirnya setuju.

John mulai melatih Poppy dengan keras. Dia mengubah gudang menjadi tempat latihan yang lebih layak, mengajarinya teknik-teknik baru, dan membantunya meningkatkan kekuatan dan fleksibilitasnya. Poppy sangat bersemangat dan bekerja keras, tapi dia juga menghadapi tantangan. Dia harus menyeimbangkan latihan dengan sekolah dan membantu ayahnya di bengkel. Selain itu, dia harus menghadapi persaingan dari para pesenam lain yang lebih berpengalaman dan memiliki fasilitas yang lebih baik.

Hubungan antara John dan Poppy juga berkembang. John mulai melihat kembali semangatnya untuk senam melalui Poppy, dan dia mulai mengatasi rasa penyesalannya. Poppy melihat John sebagai sosok ayah dan mentor, dan dia belajar banyak tentang disiplin, kerja keras, dan ketekunan darinya. Namun, mereka juga sering berselisih paham, terutama tentang metode pelatihan John yang terkadang keras dan tuntutan Poppy untuk kebebasan berekspresi.

Persiapan untuk kompetisi senam ritmik tingkat nasional semakin dekat. Poppy dan John menghadapi banyak rintangan. Mereka kekurangan dana untuk membeli peralatan baru dan membayar biaya pendaftaran. Selain itu, John harus menghadapi trauma masa lalunya dan ketakutannya akan kegagalan. Poppy juga harus menghadapi tekanan dari teman-temannya dan gurunya yang meragukan kemampuannya.

ACT 3 (Climax)

Pada hari kompetisi, Poppy merasa gugup dan tidak yakin. Dia melihat para pesenam lain yang jauh lebih berpengalaman dan dilengkapi dengan peralatan yang lebih canggih. John memberinya semangat dan mengingatkannya untuk percaya pada dirinya sendiri dan menikmati penampilannya.

Poppy tampil dengan luar biasa. Dia menampilkan rutinitas yang indah dan memukau, menggabungkan teknik-teknik yang rumit dengan gerakan yang anggun dan ekspresif. Penonton terpesona oleh penampilannya, dan para juri terkesan dengan bakat dan dedikasinya. Namun, di tengah penampilannya, Poppy melakukan kesalahan kecil yang bisa menghancurkan peluangnya untuk menang.

John, yang menonton dari pinggir lapangan, merasa tegang dan khawatir. Dia tahu bahwa Poppy memiliki kemampuan untuk mengatasi kesalahan itu dan menyelesaikan penampilannya dengan baik. Dia memberinya dukungan moral dengan meneriakkan kata-kata penyemangat.

Poppy mendengar suara John dan mendapatkan kembali kepercayaan dirinya. Dia memperbaiki kesalahannya dan menyelesaikan penampilannya dengan sempurna. Setelah penampilannya, Poppy menerima tepuk tangan meriah dari penonton.

ACT 4 (Resolution)

Pengumuman pemenang tiba. Poppy merasa tegang dan cemas. Dia tahu bahwa dia telah melakukan yang terbaik, tapi dia tidak yakin apakah itu cukup untuk memenangkan kompetisi.

Akhirnya, diumumkan bahwa Poppy telah memenangkan medali emas. Dia terkejut dan sangat senang. Dia memeluk John dan ayahnya, berterima kasih atas dukungan dan bimbingan mereka.

Kemenangan Poppy tidak hanya membawanya ke tingkat nasional, tetapi juga membawa harapan dan inspirasi bagi seluruh kota Harmony Springs. John akhirnya mengatasi trauma masa lalunya dan menemukan kembali semangatnya untuk senam. Robert menyadari bahwa mendukung impian anaknya adalah hal yang paling penting.

Film berakhir dengan Poppy mempersiapkan diri untuk kompetisi tingkat nasional, didukung oleh John dan Robert, serta seluruh komunitas Harmony Springs. Dia tahu bahwa perjalanan ke depannya akan penuh dengan tantangan, tetapi dia siap menghadapinya dengan keberanian, tekad, dan keyakinan pada dirinya sendiri. Dia akhirnya mampu "memberikan segalanya" dan meraih mimpinya.

Artikel ini membantu Anda memahami film lebih dalam.

📖 Lihat Selengkapnya