Frozen: The Hit Broadway Musical - Cerita Lengkap
ACT 1 (Setup)
Di kerajaan Arendelle, dua putri, Elsa dan Anna, sangat dekat. Elsa dilahirkan dengan kekuatan magis untuk menciptakan dan mengendalikan es dan salju. Suatu malam, saat bermain, Elsa secara tidak sengaja melukai Anna dengan kekuatannya. Raja dan Ratu Arendelle, sangat ketakutan, mencari bantuan dari para troll di bawah pimpinan Pabbie. Pabbie menyembuhkan Anna, tetapi menghapus semua ingatan tentang kekuatan Elsa, serta semua ingatan tentang sihir. Dia memperingatkan Elsa bahwa kekuatannya akan tumbuh dan bahaya, dan Elsa harus belajar mengendalikannya.
Raja dan Ratu memutuskan untuk mengisolasi Elsa untuk melindunginya dan Anna. Gerbang istana ditutup, dan interaksi antara kedua bersaudara itu dihentikan. Elsa hidup dalam ketakutan akan kekuatannya, belajar mengendalikannya dengan bantuan sarung tangan dan pelajaran dari orang tuanya. Sementara itu, Anna tidak mengerti mengapa Elsa tiba-tiba menjauh dan sangat merindukan persahabatan dengan kakaknya.
Beberapa tahun kemudian, Raja dan Ratu meninggal dalam badai di laut. Elsa mendekati usia yang tepat untuk dinobatkan sebagai Ratu Arendelle. Anna sangat gembira tentang pembukaan kembali gerbang istana untuk penobatan dan berharap dapat bertemu dengan seseorang yang istimewa.
Pada hari penobatan, Elsa gugup dan berusaha menyembunyikan kekuatannya. Anna bertemu dengan Pangeran Hans dari Kepulauan Selatan, dan mereka langsung jatuh cinta. Mereka bernyanyi dan menari bersama, dan Anna merasa dia akhirnya menemukan cinta sejati.
Upacara penobatan berlangsung tanpa insiden, tetapi pada pesta setelahnya, Anna meminta izin Elsa untuk menikahi Hans. Elsa menolak, mengatakan mereka tidak saling kenal dengan baik. Anna bersikeras, dan argumen mereka meningkat. Dalam kemarahan dan ketakutan, Elsa secara tidak sengaja mengungkapkan kekuatannya di depan semua orang.
Warga Arendelle terkejut dan takut. Elsa panik dan melarikan diri ke pegunungan. Saat melarikan diri, emosinya yang tak terkendali menyebabkan musim dingin abadi menyelimuti Arendelle.
ACT 2 (Conflict)
Anna merasa bersalah atas apa yang terjadi dan memutuskan untuk mencari Elsa dan meyakinkannya untuk kembali dan mengakhiri musim dingin. Dia meninggalkan Hans yang bertanggung jawab atas Arendelle.
Dalam perjalanannya, Anna bertemu dengan Kristoff, seorang pemanen es yang kasar namun berhati emas, dan rusa peliharaannya, Sven. Anna membujuk Kristoff untuk membantunya menemukan Elsa, menjanjikan imbalan atas bantuannya.
Dalam perjalanan mereka, mereka bertemu dengan Olaf, manusia salju hidup yang diciptakan oleh Elsa. Olaf, yang bermimpi tentang musim panas, bergabung dengan mereka. Olaf memberikan panduan dan humor, menjadi teman setia bagi Anna dan Kristoff.
Mereka akhirnya mencapai istana es yang dibangun Elsa di pegunungan. Elsa, sekarang menerima kekuatannya, telah menciptakan surga musim dingin untuk dirinya sendiri. Dia bernyanyi tentang kebebasannya dan tidak lagi berusaha menekan kekuatannya.
Anna berbicara dengan Elsa, memohon padanya untuk kembali ke Arendelle dan mengakhiri musim dingin. Elsa takut tidak bisa mengendalikan kekuatannya dan melukai Anna lagi. Dalam ketakutan, dia secara tidak sengaja menyerang Anna dengan kekuatannya, membekukan hatinya.
Elsa kemudian menciptakan raksasa salju, Marshmallow, untuk mengusir Anna, Kristoff, dan Olaf. Kristoff menyadari bahwa Anna terluka parah dan membawanya kembali ke para troll untuk meminta bantuan.
Pabbie mengungkapkan bahwa hanya tindakan cinta sejati yang dapat mencairkan hati yang beku. Kristoff, yang mulai memiliki perasaan pada Anna, bergegas membawanya kembali ke Hans di Arendelle, percaya bahwa ciumannya dapat menyelamatkannya.
ACT 3 (Climax)
Di Arendelle, Hans mengungkapkan motif sebenarnya. Dia tidak mencintai Anna; dia hanya berencana untuk menikahi Anna, menyingkirkan Elsa, dan merebut takhta Arendelle. Dia mengurung Anna di sebuah ruangan agar dia mati membeku, dan dia memberi tahu semua orang bahwa Anna meninggal karena Elsa.
Hans kemudian pergi untuk mengeksekusi Elsa, yang ditangkap dan dipenjara. Olaf berhasil menemukan Anna yang terkunci dan memberitahunya tentang cinta Kristoff padanya. Anna, yang menyadari bahwa cinta sejati bukan hanya tentang ciuman romantis tetapi juga tentang pengorbanan dan perhatian, melarikan diri untuk menemukan Kristoff.
Hans menghadapi Elsa di luar, mencoba meyakinkannya bahwa dia membunuh Anna. Elsa hancur dan emosinya yang tak terkendali menyebabkan badai salju yang dahsyat.
Anna melihat Kristoff dalam bahaya dari Hans yang mencoba membunuh Elsa. Dia menyadari bahwa dia harus mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan Kristoff. Dia melompat di depan Hans tepat saat dia hendak menyerang Elsa.
ACT 4 (Resolution)
Anna membeku menjadi patung es, menghentikan Hans. Elsa, yang putus asa karena kehilangan saudara perempuannya, memeluk Anna yang membeku.
Ajaibnya, tindakan Anna yang rela berkorban, tindakan cinta sejati, mencairkan hatinya yang beku. Anna hidup kembali.
Elsa menyadari bahwa cinta adalah kunci untuk mengendalikan kekuatannya. Dengan cinta dan kontrol baru, dia mengakhiri musim dingin abadi dan memulihkan Arendelle ke keadaan normal.
Hans ditangkap dan dikirim kembali ke Kepulauan Selatan untuk menghadapi hukuman atas tindakannya. Elsa berjanji untuk membuka kembali gerbang istana dan memerintah Arendelle dengan keadilan dan cinta. Anna dan Kristoff, sekarang bersama, memulai hubungan romantis. Elsa dan Anna akhirnya bisa berhubungan kembali sebagai saudara perempuan dan memerintah Arendelle bersama. Olaf mendapatkan musim panas yang dia impikan, tetapi Elsa menggunakan kekuatannya untuk memberinya awan salju kecil agar dia tidak mencair. Kerajaan Arendelle hidup bahagia selamanya.
Artikel ini membantu Anda memahami film lebih dalam.