ドールハウス - Cerita Lengkap
ドールハウス
ACT 1 (Setup)
Film dibuka dengan adegan seorang wanita muda, Rei, yang bekerja sebagai guru sekolah dasar di sebuah desa terpencil di Jepang. Ia digambarkan sebagai pribadi yang penyendiri dan memiliki trauma masa lalu yang mendalam. Rei tinggal di sebuah rumah tua yang dipenuhi boneka-boneka porselen antik. Boneka-boneka tersebut merupakan koleksi almarhum ibunya, yang memiliki obsesi terhadap boneka dan meninggal secara misterius ketika Rei masih kecil. Rei sering kali berbicara kepada boneka-boneka tersebut, seolah-olah mereka adalah teman atau keluarga.
Di sekolah, Rei merasa kesulitan untuk terhubung dengan murid-muridnya. Ia merasa terasing dan terus dihantui oleh kenangan masa lalunya. Suatu hari, seorang murid baru bernama Miya pindah ke kelas Rei. Miya adalah seorang gadis kecil yang pendiam dan misterius, dengan mata yang terlihat kosong dan tatapan yang menakutkan. Rei merasa tertarik sekaligus takut pada Miya.
Miya menunjukkan bakat seni yang luar biasa, terutama dalam menggambar boneka. Gambar-gambar Miya sangat realistis dan menyeramkan. Rei menemukan bahwa Miya memiliki ketertarikan yang aneh pada boneka-boneka Rei di rumah. Miya sering kali mengunjungi Rei di rumahnya dan menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk mengamati boneka-boneka tersebut.
Rei mulai mengalami mimpi buruk. Dalam mimpinya, ia melihat ibunya dikelilingi oleh boneka-boneka yang hidup dan bergerak. Ibunya berbisik kepadanya tentang rahasia kelam di balik koleksi boneka tersebut. Rei merasa bahwa ada sesuatu yang aneh dan berbahaya di balik boneka-boneka ibunya.
ACT 2 (Conflict)
Rei mulai menyelidiki masa lalu ibunya dan koleksi bonekanya. Ia menemukan bahwa ibunya terlibat dalam praktik okultisme dan menggunakan boneka-boneka tersebut sebagai media untuk berkomunikasi dengan dunia gaib. Rei juga menemukan bahwa beberapa boneka tersebut memiliki sejarah yang kelam, terkait dengan kematian dan kejadian-kejadian aneh di masa lalu.
Rei semakin terobsesi dengan boneka-boneka tersebut. Ia mulai kehilangan kendali atas dirinya sendiri dan semakin terisolasi dari dunia luar. Hubungannya dengan Miya semakin dekat, tetapi juga semakin aneh dan menakutkan. Rei merasa bahwa Miya mengetahui sesuatu tentang boneka-boneka tersebut yang tidak ia ketahui.
Miya mulai menunjukkan perilaku yang aneh dan mengkhawatirkan. Ia sering kali berbicara dengan boneka-boneka tersebut, seolah-olah mereka menjawabnya. Miya juga mulai meniru perilaku dan gaya berpakaian ibunya Rei. Rei merasa bahwa Miya sedang dirasuki oleh roh ibunya.
Suatu malam, Rei menemukan Miya di ruang bawah tanah rumahnya, sedang melakukan ritual aneh dengan boneka-boneka tersebut. Miya mengatakan bahwa ia sedang mencoba membangkitkan roh ibunya Rei. Rei berusaha menghentikan Miya, tetapi Miya menggunakan kekuatan gaib untuk menyerang Rei.
ACT 3 (Climax)
Rei dan Miya terlibat dalam pertarungan sengit di ruang bawah tanah. Miya menggunakan boneka-boneka tersebut sebagai senjata, menghidupkan mereka dan menyerang Rei. Rei berusaha melawan Miya dan boneka-boneka tersebut, tetapi ia kewalahan.
Rei menyadari bahwa satu-satunya cara untuk menghentikan Miya dan roh ibunya adalah dengan menghancurkan boneka-boneka tersebut. Ia menggunakan kekuatannya untuk menghancurkan satu per satu boneka tersebut. Setiap kali sebuah boneka dihancurkan, kekuatan Miya melemah.
Pada akhirnya, Rei berhasil menghancurkan semua boneka, termasuk boneka utama yang menjadi wadah roh ibunya. Miya jatuh ke tanah, pingsan. Roh ibunya Rei lenyap. Rei merasa lega, tetapi juga merasa sedih karena telah menghancurkan warisan ibunya.
ACT 4 (Resolution)
Rei membawa Miya ke rumah sakit. Miya sadar dan tidak mengingat apa pun tentang kejadian di ruang bawah tanah. Miya kembali menjadi gadis kecil yang normal dan ceria. Rei memutuskan untuk mengirim Miya kembali ke keluarganya.
Rei meninggalkan rumah tua ibunya dan pindah ke kota. Ia meninggalkan boneka-boneka tersebut di belakang, berharap untuk melupakan masa lalunya yang kelam. Rei mulai menjalani kehidupan yang baru, berusaha untuk menyembuhkan luka-luka batinnya dan membangun hubungan yang sehat dengan orang lain.
Film berakhir dengan adegan Rei sedang mengajar di sebuah sekolah baru. Ia terlihat lebih bahagia dan percaya diri. Rei tersenyum kepada murid-muridnya, menunjukkan bahwa ia telah menemukan kedamaian dan harapan untuk masa depan. Meskipun trauma masa lalunya akan selalu ada, Rei telah belajar untuk menghadapinya dan melanjutkan hidup.
Artikel ini membantu Anda memahami film lebih dalam.