Erik Satie, entre les notes - Cerita Lengkap

Layar Bioskop
⏱️ 3 menit membaca

Erik Satie, entre les notes mengisahkan kehidupan komposer dan pianis avant-garde Prancis, Erik Satie, dengan fokus pada eksentrisitasnya, inovasi musiknya, dan pengaruhnya yang abadi. Film ini mengeksplorasi berbagai periode dalam hidupnya, dari masa kecilnya yang penuh gejolak hingga tahun-tahun terakhirnya yang terpencil dan diabaikan.

ACT 1 (Setup)

Film dibuka dengan potret masa kecil Erik Satie di Honfleur, Normandy. Kita melihat dirinya sebagai anak laki-laki yang sensitif dan pemalu, terpengaruh oleh kematian ibunya dan hubungan yang dingin dengan ayah dan ibu tirinya. Scene-scene awal ini menunjukkan ketertarikan awal Satie pada musik, terutama pengaruh musik Gregorian yang ia dengar di gereja-gereja lokal. Kita juga diperkenalkan pada kesulitan Satie dalam menyesuaikan diri dengan pendidikan formal, terutama di Konservatorium Paris, di mana ia dianggap sebagai murid yang tidak berbakat dan tidak disiplin. Meskipun demikian, ia terus mengembangkan gaya musiknya yang unik, yang ditandai dengan kesederhanaan, keanehan, dan humor. Adegan-adegan ini menunjukkan awal dari pemberontakannya terhadap konvensi musik tradisional. Satie keluar dari konservatorium dan mencoba mencari nafkah sebagai pianis kafe.

ACT 2 (Conflict)

Film beranjak ke kehidupan Satie di Montmartre, Paris, di mana ia bergaul dengan seniman dan penulis avant-garde. Di sinilah ia menemukan lingkungan yang lebih mendukung untuk ide-ide artistiknya. Kita melihat Satie berinteraksi dengan tokoh-tokoh seperti Claude Debussy, yang pada awalnya terkesan dengan musik Satie tetapi kemudian berselisih dengannya karena perbedaan pandangan artistik. Hubungan percintaan singkat Satie dengan pelukis Suzanne Valadon menjadi pusat perhatian, menunjukkan kerapuhan emosionalnya dan ketidakmampuannya untuk mempertahankan hubungan yang stabil. Film ini menyoroti ketidakstabilan keuangan Satie dan perjuangannya untuk mendapatkan pengakuan atas karyanya. Ia tampil di kafe-kafe dan bar-bar murah, seringkali menulis musik berdasarkan pesanan. Satie bergabung dengan berbagai kelompok seni dan menulis artikel-artikel provokatif untuk jurnal-jurnal kecil, yang semakin mengasingkannya dari dunia musik yang mapan. Perpecahan dengan Debussy adalah pukulan yang sangat berat.

ACT 3 (Climax)

Film ini mencapai klimaksnya dengan fokus pada karya-karya Satie yang paling inovatif dan kontroversial, seperti "Vexations" dan "Gymnopédies". Kita melihat penampilan "Vexations", sebuah karya yang dimaksudkan untuk dimainkan 840 kali berturut-turut, sebuah eksperimen yang memprovokasi dan menguji batas-batas ketahanan dan persepsi pendengar. "Gymnopédies", meskipun lebih diterima secara luas, tetap dianggap sebagai revolusioner karena kesederhanaan dan atmosfernya yang melankolis. Film ini juga menyoroti partisipasi Satie dalam pertunjukan balet "Parade" dengan Jean Cocteau dan Pablo Picasso, sebuah produksi yang skandal dan kontroversial yang semakin memperkuat reputasinya sebagai provokator. Setelah kesuksesan "Parade", Satie mengalami sedikit peningkatan pengakuan tetapi tetap hidup dalam kemiskinan dan isolasi. Dia mulai minum berat dan kesehatannya mulai memburuk.

ACT 4 (Resolution)

Bagian terakhir film ini menggambarkan tahun-tahun terakhir Satie, yang ditandai dengan isolasi dan kemiskinan. Kita melihat dia hidup di sebuah apartemen kecil di pinggiran kota Paris, dikelilingi oleh tumpukan surat dan notasi musik yang tidak terorganisir. Meskipun diabaikan oleh dunia musik pada masanya, Satie terus berkarya, menciptakan musik yang semakin eksperimental dan pribadi. Film ini menyiratkan bahwa Satie menyembunyikan banyak hal dalam dirinya, termasuk kekecewaan dan kesepian yang mendalam. Kesehatannya terus memburuk karena alkoholisme dan gaya hidupnya yang keras. Satie meninggal dunia pada tahun 1925 karena sirosis hati. Setelah kematiannya, apartemennya dibuka dan ditemukan penuh dengan karya-karya yang tidak dipublikasikan dan catatan-catatan aneh. Film ini diakhiri dengan penegasan akan pengaruh Satie yang abadi pada musik modern, menunjukkan bagaimana karyanya diakui dan dirayakan oleh generasi komposer dan seniman setelah kematiannya. Film ini menyiratkan bahwa meskipun ia hidup dalam kemiskinan dan isolasi, warisan artistiknya akan terus hidup.

Artikel ini membantu Anda memahami film lebih dalam.

📖 Lihat Selengkapnya