Eleanor the Great - Cerita Lengkap
Eleanor Oliphant adalah seorang wanita berusia tiga puluh sembilan tahun yang menjalani kehidupan yang sangat terstruktur dan terisolasi di Glasgow. Dia bekerja sebagai petugas keuangan di sebuah perusahaan desain grafis, di mana dia diperlakukan dengan buruk oleh rekan-rekannya dan dipandang sebagai orang yang aneh. Setiap akhir pekan, Eleanor berbicara melalui telepon dengan ibunya, seorang wanita yang sangat kritis dan manipulatif yang tampaknya berada di penjara. Percakapan ini sering kali membuat Eleanor merasa cemas dan tidak berharga.
ACT 1 (Setup)
Film dimulai dengan memperlihatkan rutinitas harian Eleanor. Dia bangun di apartemennya yang rapi, tetapi sederhana, membaca kamus untuk memperluas kosa katanya, dan pergi bekerja. Di tempat kerja, Eleanor dikucilkan. Dia tidak ikut berpartisipasi dalam percakapan rekan kerjanya dan sering menjadi sasaran lelucon mereka. Dia makan siang sendirian dan sangat teliti dalam pekerjaannya. Eleanor memiliki pandangan yang sangat unik tentang dunia, seringkali menafsirkan situasi secara harfiah dan memiliki kesulitan dalam memahami isyarat sosial.
Suatu hari, di tempat kerja, muncul seorang karyawan baru bernama Raymond, seorang ahli TI yang canggung dan kurang percaya diri. Raymond langsung menarik perhatian Eleanor karena sifatnya yang berbeda dengan rekan kerja lainnya. Sementara rekan kerja Eleanor mengabaikannya atau mencemoohnya, Raymond memperlakukannya dengan baik, meskipun dengan sedikit canggung.
Eleanor mengembangkan obsesi pada seorang penyanyi lokal yang sering dilihatnya di poster-poster. Dia percaya bahwa dia ditakdirkan untuk bersamanya. Eleanor mulai mempersiapkan dirinya untuk bertemu sang penyanyi, mengubah penampilannya dengan harapan menarik perhatiannya. Dia mencoba diet ketat dan membeli pakaian baru yang menurutnya akan membuatnya lebih menarik.
ACT 2 (Conflict)
Eleanor dan Raymond secara tak terduga menjadi saksi mata seorang pria tua pingsan di jalan. Mereka membantu pria itu, Sammy, dan membawanya ke rumah sakit. Kejadian ini menjadi titik awal bagi persahabatan yang tidak mungkin di antara Eleanor dan Raymond. Mereka mulai mengunjungi Sammy di rumah sakit dan menghabiskan waktu bersama di luar rumah sakit, pergi ke makan siang dan bioskop.
Melalui interaksi dengan Raymond dan Sammy, Eleanor perlahan mulai keluar dari cangkangnya. Raymond membantunya melihat bahwa dia berharga dan layak dicintai. Sammy, dengan kebijaksanaannya, memberinya nasihat tentang kehidupan dan hubungan. Eleanor mulai menyadari bahwa obsesinya pada sang penyanyi adalah ilusi dan bahwa kebahagiaan sejati dapat ditemukan dalam persahabatan dan koneksi manusia.
Namun, kebahagiaan Eleanor terancam oleh panggilan telepon mingguan dari ibunya. Ibunya terus-menerus meremehkannya dan mengingatkannya tentang masa lalu yang traumatis. Percakapan ini membuat Eleanor kembali ke keadaan cemas dan tidak aman.
Eleanor mengalami kilas balik yang mengungkapkan bahwa dia mengalami kebakaran tragis di masa kecilnya yang menewaskan ibunya. Ternyata, wanita yang selama ini berbicara dengannya melalui telepon bukanlah ibunya, tetapi seorang wanita yang dia yakini sebagai ibunya karena trauma masa kecilnya.
ACT 3 (Climax)
Keadaan Eleanor semakin memburuk saat Sammy meninggal dunia. Kematian Sammy sangat memengaruhi Eleanor, membuatnya menyadari betapa rapuhnya hidup ini. Dia mulai minum alkohol secara berlebihan dan mengabaikan pekerjaannya.
Suatu malam, Eleanor mengalami krisis mental. Dia membakar apartemennya sendiri, mencerminkan trauma kebakaran masa kecilnya. Dia diselamatkan oleh petugas pemadam kebakaran dan dibawa ke rumah sakit.
Di rumah sakit, Eleanor akhirnya menghadapi trauma masa lalunya. Dia menjalani terapi dan mulai mengingat kejadian sebenarnya dari malam kebakaran. Dia menyadari bahwa ibunya telah kasar secara verbal dan fisik terhadapnya.
ACT 4 (Resolution)
Setelah keluar dari rumah sakit, Eleanor mulai membangun kembali hidupnya. Dia pindah ke apartemen baru dan kembali bekerja. Dia melanjutkan terapi dan mulai mengatasi trauma masa lalunya.
Eleanor memperbaiki hubungannya dengan Raymond. Raymond terus mendukungnya dan membantunya melihat kebaikan dalam dirinya. Mereka menjadi teman dekat dan saling mendukung.
Film berakhir dengan Eleanor menghadiri pemakaman Sammy bersama Raymond. Eleanor terlihat lebih bahagia dan lebih percaya diri. Dia telah belajar mencintai dirinya sendiri dan menerima kenyataan masa lalunya. Dia akhirnya menemukan kedamaian dan kebahagiaan dalam persahabatan dan penerimaan diri. Eleanor telah menjadi "Eleanor the Great," bukan karena pencapaiannya yang luar biasa, tetapi karena kemampuannya untuk mengatasi kesulitan dan menemukan kekuatan dalam dirinya sendiri.
Artikel ini membantu Anda memahami film lebih dalam.