Déjà Vu: The Conundrum of Cassie - Cerita Lengkap

Layar Bioskop
⏱️ 5 menit membaca

Déjà Vu: The Conundrum of Cassie

ACT 1 (Setup)

Film dimulai dengan adegan hiruk pikuk di Pelabuhan New Orleans. Orang-orang berkumpul untuk mengikuti festival maritim. Suasana meriah dengan musik, makanan, dan kebahagiaan. Tiba-tiba, ledakan dahsyat mengguncang pelabuhan, menghancurkan feri yang penuh penumpang dan menimbulkan kekacauan serta kepanikan. Doug Carlin, seorang agen ATF (Bureau of Alcohol, Tobacco, Firearms and Explosives) yang brilian dan berdedikasi, dipanggil ke tempat kejadian. Ia bertugas memimpin investigasi forensik untuk mencari tahu penyebab ledakan dan mengidentifikasi korban.

Saat mengumpulkan bukti, Doug menemukan beberapa hal aneh. Salah satunya adalah jasad Claire Kuchever, seorang wanita muda yang meninggal sebelum ledakan terjadi. Claire ditemukan di lokasi yang jauh dari pelabuhan dengan luka bakar ringan. Doug merasa ada sesuatu yang tidak beres dengan kematian Claire dan mulai menggali lebih dalam. Ia menemukan bahwa Claire adalah kunci dari kejadian ini. Doug semakin tertarik dengan kasus ini ketika ia menemukan pesan misterius yang ditinggalkan Claire di apartemennya. Pesan tersebut seolah-olah ditujukan langsung kepada Doug, meskipun mereka belum pernah bertemu.

Doug kemudian dibawa ke fasilitas rahasia yang dipimpin oleh Dr. Alexander Denny. Di sana, Doug diperkenalkan dengan program teknologi canggih yang disebut "Looking Glass". Looking Glass memungkinkan para ilmuwan untuk melihat ke masa lalu, empat hari, enam jam yang lalu, dalam resolusi tinggi dan dapat direkam. Doug terpukau dengan teknologi ini dan menyadari bahwa ini adalah cara terbaik untuk mengungkap kebenaran di balik ledakan feri dan kematian Claire. Ia menggunakan Looking Glass untuk mengamati kejadian sebelum dan sesudah ledakan, dengan fokus pada Claire Kuchever.

ACT 2 (Conflict)

Melalui pengamatan Looking Glass, Doug menyaksikan Claire melakukan aktivitas sehari-harinya sebelum meninggal. Doug semakin terpesona oleh Claire dan merasa terhubung dengannya, meskipun hanya melalui rekaman. Ia melihat Claire menerima paket misterius dan berinteraksi dengan orang-orang yang kemudian menjadi korban ledakan. Doug juga menemukan bahwa seseorang telah menguntit Claire.

Doug mulai menyadari bahwa ledakan feri bukan hanya kecelakaan, melainkan serangan teroris yang direncanakan dengan matang. Tersangka utama adalah Carroll Oerstadt, mantan anggota militer yang menyimpan dendam terhadap pemerintah dan masyarakat. Carroll merencanakan serangan tersebut sebagai bentuk protes atas ketidakadilan yang dirasakannya. Doug menyaksikan melalui Looking Glass bagaimana Carroll merakit bom dan menanamnya di feri.

Doug menggunakan Looking Glass untuk melacak pergerakan Carroll dan berusaha mencegah ledakan, tetapi ia terhalang oleh keterbatasan teknologi. Looking Glass hanya memungkinkan pengamatan, bukan intervensi langsung. Doug merasa frustrasi karena ia tidak bisa berbuat apa-apa untuk menghentikan tragedi yang sudah terjadi.

Doug kemudian mengusulkan ide gila kepada Dr. Denny: menggunakan Looking Glass untuk mengirim seseorang ke masa lalu dan mencegah ledakan. Dr. Denny awalnya menolak ide tersebut karena terlalu berisiko dan belum pernah dicoba sebelumnya. Namun, Doug meyakinkan Dr. Denny bahwa ini adalah satu-satunya cara untuk menyelamatkan ribuan nyawa dan mencegah teroris lolos.

ACT 3 (Climax)

Doug menawarkan dirinya sebagai sukarelawan untuk melakukan perjalanan ke masa lalu. Ia menyadari bahwa ia adalah orang yang paling tepat untuk misi ini karena ia sudah memiliki pengetahuan tentang kejadian sebelum dan sesudah ledakan. Doug juga merasa bertanggung jawab atas kematian Claire dan ingin menebus kesalahannya.

Dr. Denny akhirnya setuju dengan usulan Doug, meskipun dengan berat hati. Mereka mempersiapkan Doug untuk perjalanan ke masa lalu dengan memberinya pelatihan intensif dan membekalinya dengan informasi penting. Proses pengiriman ke masa lalu sangat berbahaya dan berpotensi mematikan. Doug harus melalui proses yang menyakitkan dan berisiko tinggi untuk kembali ke masa lalu, empat hari, enam jam yang lalu.

Doug berhasil kembali ke masa lalu, beberapa saat sebelum Claire diculik oleh Carroll. Ia segera mencari Claire dan menyelamatkannya dari Carroll. Doug kemudian berusaha mencegah Carroll menanam bom di feri. Terjadilah kejar-kejaran dan pertempuran sengit antara Doug dan Carroll. Doug berhasil melumpuhkan Carroll dan mencegahnya meledakkan bom.

Namun, dalam pertempuran tersebut, Doug terluka parah. Ia menyadari bahwa ia tidak akan selamat dari luka-lukanya. Sebelum meninggal, Doug memperingatkan Claire tentang ledakan di masa depan dan memberinya informasi penting untuk membantu pihak berwenang mencegah serangan teroris lainnya. Doug juga meminta Claire untuk menemukan dan memberikan pesan kepada dirinya di masa lalu. Doug meninggal dalam pelukan Claire, setelah berhasil menyelamatkan ribuan nyawa dan mengubah masa depan.

ACT 4 (Resolution)

Di masa sekarang, Doug yang belum melakukan perjalanan waktu, melanjutkan investigasinya. Ia menemukan pesan dari Claire yang ditinggalkan untuknya. Pesan tersebut berisi informasi penting tentang Carroll dan rencananya. Doug menyadari bahwa ia harus melanjutkan misi yang ditinggalkan oleh dirinya dari masa lalu.

Dengan informasi dari Claire, Doug berhasil menangkap Carroll dan menggagalkan rencana teroris lainnya. Ia juga menggunakan pengetahuannya tentang masa depan untuk mencegah bencana alam dan menyelamatkan nyawa banyak orang. Doug menjadi pahlawan dan diakui atas keberanian dan dedikasinya.

Claire, yang masih hidup berkat tindakan Doug dari masa lalu, bertemu dengan Doug yang belum melakukan perjalanan waktu. Ia menceritakan kepadanya tentang pengalamannya dengan Doug dari masa depan dan memberikan pesan terakhirnya. Doug dan Claire menjalin hubungan yang erat dan saling mencintai. Doug menyadari bahwa ia telah mengubah masa depan dan menciptakan dunia yang lebih baik, bukan hanya dengan mencegah ledakan, tapi juga dengan menemukan cinta sejatinya. Film berakhir dengan Doug dan Claire menatap masa depan bersama, dengan harapan dan optimisme. Déjà vu telah terjadi, tetapi dengan akhir yang berbeda.

Artikel ini membantu Anda memahami film lebih dalam.

📖 Lihat Selengkapnya