Cottonmouth - Cerita Lengkap
ACT 1 (Setup)
Film dibuka dengan pemandangan kota New Orleans yang ramai. Detektif Renee Landry, seorang polisi wanita yang keras kepala dan berdedikasi, tengah menyelidiki serangkaian pembunuhan yang aneh dan brutal. Korban-korban ditemukan dengan luka gigitan yang tidak wajar dan jejak sisik ular di sekitar lokasi kejadian. Renee, yang masih berduka atas kematian suaminya beberapa tahun lalu dalam tugas, merasakan tekanan besar untuk segera menyelesaikan kasus ini. Ia memiliki rekan kerja yang setia, Detektif Thomas "Tommy" Jackson, yang selalu siap mendukungnya.
Renee mengunjungi TKP terbaru, sebuah apartemen yang berantakan. Dokter forensik memberikan petunjuk bahwa gigitan tersebut kemungkinan berasal dari ular yang sangat besar dan berbisa, lebih besar dari ular mana pun yang seharusnya berada di daerah tersebut. Renee mulai mencurigai bahwa ini bukan kasus pembunuhan biasa.
Di sisi lain kota, Dr. Alistair Leopold, seorang ilmuwan eksentrik dan terpencil yang terobsesi dengan reptil, melakukan eksperimen rahasia di laboratorium tersembunyinya. Ia sedang berusaha menciptakan serum yang akan memberikan kekuatan regeneratif dari ular kepada manusia. Percobaan awalnya dilakukan pada tikus, dengan hasil yang mengerikan namun menjanjikan. Leopold percaya bahwa ia berada di ambang penemuan yang akan merevolusi dunia kedokteran.
Renee dan Tommy mewawancarai saksi mata di sekitar lokasi pembunuhan. Seorang wanita tua menyebutkan melihat "makhluk aneh" yang bergerak cepat di gang-gang sempit. Petunjuk ini membawa Renee ke toko hewan peliharaan eksotis yang dikelola oleh seorang pria bernama Mr. Devereux. Devereux dikenal menjual hewan-hewan ilegal dan memiliki reputasi yang buruk.
Saat Renee dan Tommy menginterogasi Devereux, ia bersikap defensif dan menyembunyikan sesuatu. Renee merasakan ada yang tidak beres dan memerintahkan penggeledahan toko. Mereka menemukan ruangan tersembunyi di belakang toko yang berisi kandang-kandang kosong dan catatan tentang penjualan ular langka. Devereux akhirnya mengaku menjual seekor ular aneh kepada seorang pria dengan deskripsi yang cocok dengan Dr. Leopold.
ACT 2 (Conflict)
Renee dan Tommy pergi ke alamat yang mereka temukan untuk Dr. Leopold. Mereka menemukan laboratorium yang berantakan dan penuh dengan peralatan eksperimen. Leopold tidak ada di sana, tetapi mereka menemukan catatan yang merinci percobaannya dan foto-foto mengerikan dari subjek uji. Mereka juga menemukan sampel serum yang disimpan dalam botol kecil.
Saat mereka menyelidiki, Leopold tiba-tiba muncul, panik dan ketakutan. Ia mengaku bahwa eksperimennya telah lepas kendali. Ular yang ia beli dari Devereux, seekor Cottonmouth raksasa yang ia beri serum, telah bermutasi menjadi makhluk yang lebih besar, lebih kuat, dan lebih agresif. Makhluk itu telah melarikan diri dari laboratorium dan mulai meneror kota.
Renee dan Tommy tidak percaya pada awalnya, tetapi Leopold menunjukkan bukti-bukti mengerikan, termasuk luka gigitan di lengannya dan video pengawasan yang menunjukkan ular raksasa itu menerobos laboratorium. Leopold memohon bantuan mereka untuk menghentikan makhluk itu sebelum menyebabkan lebih banyak kematian.
Renee, Tommy, dan Leopold memulai perburuan ular raksasa itu. Mereka mengikuti jejaknya melalui selokan-selokan kota, menemukan sisa-sisa korbannya di sepanjang jalan. Ular itu ternyata sangat cerdas dan mampu beradaptasi, membuat perburuan semakin sulit.
Sementara itu, Leopold mengungkapkan bahwa serum yang ia ciptakan tidak hanya membuat ular itu lebih besar dan lebih kuat, tetapi juga membuatnya lebih kebal terhadap racun dan senjata biasa. Ia mengatakan bahwa satu-satunya cara untuk menghentikannya adalah dengan menciptakan anti-serum, tetapi prosesnya rumit dan berbahaya.
Renee, Tommy, dan Leopold kembali ke laboratorium Leopold untuk membuat anti-serum. Mereka bekerja sepanjang malam, berpacu dengan waktu, sambil menghindari serangan dari ular raksasa itu. Leopold berhasil menciptakan anti-serum, tetapi ia terluka parah dalam prosesnya.
ACT 3 (Climax)
Renee dan Tommy melacak ular raksasa itu ke sebuah gudang kosong di dekat pelabuhan. Mereka mempersiapkan jebakan dengan menggunakan umpan dan senjata. Ular itu muncul, lebih besar dan lebih menakutkan dari yang mereka bayangkan. Pertempuran sengit terjadi antara Renee, Tommy, dan ular raksasa itu.
Tommy terluka parah oleh ular itu, tetapi Renee berhasil menyuntikkan anti-serum ke dalam tubuh ular itu. Ular itu meraung kesakitan dan mulai mengalami mutasi terbalik. Tubuhnya mulai menyusut dan kekuatannya berkurang.
Namun, ular itu tidak menyerah. Ia mencoba untuk menyerang Renee untuk terakhir kalinya, tetapi Renee berhasil menghindari serangannya dan menembaknya dengan pistolnya. Ular itu jatuh ke tanah, mati.
ACT 4 (Resolution)
Renee dan Tommy dilarikan ke rumah sakit. Tommy pulih dari lukanya, dan Renee merasa lega bahwa ia telah berhasil menghentikan ancaman itu. Leopold meninggal karena lukanya, tetapi ia meninggalkan catatan yang merinci penemuannya dan peringatan tentang bahaya eksperimen ilmiah yang tidak terkendali.
Renee kembali ke rumahnya, masih berduka atas kehilangan suaminya, tetapi juga merasa bangga atas apa yang telah ia capai. Ia tahu bahwa ia telah menghadapi ketakutannya dan berhasil menyelamatkan kota dari bahaya yang mengerikan.
Film berakhir dengan Renee mengunjungi makam suaminya, meletakkan bunga di atasnya, dan berjanji untuk terus melindungi kota dan menegakkan keadilan. Ia telah membuktikan dirinya sebagai detektif yang tangguh dan berani, siap menghadapi tantangan apa pun yang menghadangnya. Kota New Orleans aman, setidaknya untuk saat ini.
Artikel ini membantu Anda memahami film lebih dalam.