Childish Things - Cerita Lengkap

Layar Bioskop
⏱️ 5 menit membaca

Childish Things

ACT 1 (Setup)

Film dibuka dengan pemandangan kota kecil yang tenang, Harmony, New Hampshire. Diperkenalkan Mark, seorang pria berusia pertengahan tiga puluhan yang bekerja sebagai pustakawan. Ia digambarkan sebagai sosok penyendiri, agak canggung dalam berinteraksi sosial, namun memiliki hati yang baik. Mark tinggal sendiri di sebuah rumah warisan dari orang tuanya. Ia seringkali menghabiskan waktu luangnya dengan membaca dan merawat taman kecilnya.

Kehidupan Mark yang tenang tiba-tiba terusik ketika ia menerima surat dari pengacara yang memberitahukan bahwa ia memiliki seorang saudara tiri yang tidak pernah ia ketahui sebelumnya, bernama Lionel. Lionel, ternyata, baru saja meninggal dunia dan mewariskan sebuah rumah di Harmony kepada Mark. Rumah itu terletak di ujung kota, tampak usang dan tak terawat. Mark awalnya ragu untuk menerima warisan tersebut, namun rasa penasaran dan dorongan untuk mengetahui lebih banyak tentang saudaranya mendorongnya untuk pergi melihat rumah itu.

Saat tiba di rumah Lionel, Mark mendapati bangunan itu dalam kondisi yang sangat berantakan. Halaman dipenuhi ilalang, cat mengelupas, dan kesan angker sangat terasa. Di dalam rumah, barang-barang berserakan dan debu menutupi segalanya. Mark mulai menjelajahi setiap ruangan, menemukan beberapa barang pribadi Lionel yang memberikan sedikit gambaran tentang hidupnya. Ia menemukan koleksi komik, buku-buku tentang konspirasi, dan beberapa mainan anak-anak yang tampak lusuh.

Salah satu penemuan yang paling menarik adalah sebuah kotak kayu terkunci yang disembunyikan di loteng. Mark tidak berhasil membukanya, namun ia merasa kotak itu menyimpan sesuatu yang penting. Ia memutuskan untuk membawa kotak itu pulang dan mencoba membukanya di sana.

ACT 2 (Conflict)

Setelah membawa kotak itu pulang, Mark berusaha keras untuk membukanya. Ia mencoba berbagai cara, dari menggunakan kunci hingga mencoba membobolnya dengan alat-alat sederhana. Akhirnya, ia berhasil membukanya dan menemukan isinya. Di dalam kotak terdapat beberapa foto, surat-surat, dan sebuah buku harian.

Foto-foto tersebut menunjukkan Lionel saat masih kecil dan remaja. Surat-surat tersebut adalah korespondensi antara Lionel dan ibunya. Buku harian itu berisi catatan harian Lionel tentang masa kecilnya yang sulit, perasaannya yang terasingkan, dan obsesinya terhadap sebuah legenda lokal tentang seorang anak laki-laki yang hilang secara misterius bertahun-tahun yang lalu.

Saat membaca buku harian itu, Mark mulai memahami bahwa Lionel memiliki masa lalu yang kelam dan mungkin menderita masalah mental. Ia juga menemukan bahwa Lionel sangat terobsesi dengan legenda anak hilang itu dan bahkan percaya bahwa ia tahu apa yang terjadi padanya.

Mark mulai merasa tidak nyaman dengan penemuannya. Ia merasa seolah-olah ia telah memasuki kehidupan pribadi seseorang dan mengetahui rahasia yang seharusnya tidak ia ketahui. Namun, rasa penasaran dan dorongan untuk mengungkap kebenaran terus memotivasinya.

Mark memutuskan untuk mencari tahu lebih banyak tentang legenda anak hilang itu. Ia pergi ke perpustakaan dan membaca koran-koran lama untuk mencari berita tentang kasus tersebut. Ia juga berbicara dengan beberapa penduduk setempat yang mungkin mengingat kejadian itu.

Semakin banyak Mark mencari tahu, semakin ia menyadari bahwa legenda itu memiliki akar yang lebih dalam dan lebih kompleks dari yang ia bayangkan. Ia menemukan bahwa anak hilang itu adalah putra seorang pengusaha kaya yang menghilang secara misterius di hutan dekat Harmony. Kasus itu tidak pernah terpecahkan dan menjadi bahan spekulasi selama bertahun-tahun.

Saat Mark semakin dekat dengan kebenaran, ia mulai merasa diawasi. Ia melihat orang-orang asing mengawasinya dari kejauhan dan menerima panggilan telepon anonim yang menakutkan. Ia mulai merasa bahwa ia berada dalam bahaya.

ACT 3 (Climax)

Mark terus menyelidiki legenda anak hilang itu, meskipun ia tahu bahwa ia mungkin berada dalam bahaya. Ia mengunjungi hutan tempat anak itu menghilang dan mencari petunjuk. Ia menemukan sebuah gubuk tua yang tersembunyi di dalam hutan, yang tampak seperti tempat tinggal.

Di dalam gubuk, Mark menemukan lebih banyak petunjuk yang mengarah padanya ke kebenaran. Ia menemukan sebuah peta yang menunjukkan lokasi tersembunyi di dalam hutan dan beberapa artefak yang terkait dengan anak hilang itu. Ia juga menemukan sebuah buku harian lain yang ditulis oleh seseorang yang tampaknya mengetahui apa yang terjadi pada anak itu.

Buku harian itu mengungkapkan bahwa anak itu diculik dan dibunuh oleh sekelompok penduduk setempat yang menyimpan dendam terhadap ayahnya. Mereka menyembunyikan jenazahnya di sebuah lokasi tersembunyi di dalam hutan dan bersumpah untuk merahasiakannya.

Mark menyadari bahwa ia telah menemukan kebenaran yang mengerikan dan bahwa orang-orang yang terlibat dalam kejahatan itu mungkin masih hidup dan bersedia melakukan apa saja untuk melindungi rahasia mereka.

Saat Mark bersiap untuk melaporkan penemuannya ke polisi, ia diserang oleh orang-orang asing yang telah mengawasinya. Mereka menangkapnya dan membawanya ke lokasi tersembunyi di dalam hutan, tempat jenazah anak itu disembunyikan.

Orang-orang asing itu mengungkapkan bahwa mereka adalah keturunan dari orang-orang yang membunuh anak itu dan bahwa mereka telah melindungi rahasia keluarga mereka selama bertahun-tahun. Mereka berencana untuk membunuh Mark dan menyembunyikan jenazahnya di dekat jenazah anak itu, sehingga kebenaran tidak akan pernah terungkap.

Mark berhasil melarikan diri dari penculiknya dan melarikan diri ke hutan. Ia dikejar oleh mereka dan harus berjuang untuk bertahan hidup.

ACT 4 (Resolution)

Mark berhasil menghindari penculiknya dan mencapai kota. Ia pergi ke kantor polisi dan melaporkan apa yang telah terjadi. Polisi awalnya ragu untuk mempercayainya, namun setelah ia menunjukkan bukti yang ia temukan, mereka mulai menyelidiki.

Polisi menggerebek lokasi tersembunyi di dalam hutan dan menemukan jenazah anak hilang itu. Mereka juga menangkap orang-orang asing yang telah mencoba membunuh Mark.

Kebenaran tentang apa yang terjadi pada anak hilang itu akhirnya terungkap. Orang-orang yang terlibat dalam kejahatan itu dihukum dan keadilan ditegakkan.

Mark merasa lega bahwa kebenaran telah terungkap dan bahwa ia telah membantu menyelesaikan kasus yang telah menghantui kota Harmony selama bertahun-tahun. Ia juga merasa terhubung dengan saudaranya, Lionel, yang telah mendorongnya untuk mengungkap kebenaran.

Mark memutuskan untuk tetap tinggal di Harmony dan merawat rumah warisan Lionel. Ia mulai membuka diri kepada orang lain dan membangun hubungan dengan komunitas. Ia juga terus membaca dan merawat tamannya.

Film berakhir dengan Mark duduk di beranda rumahnya, menikmati kedamaian dan ketenangan. Ia telah menemukan tujuan baru dalam hidup dan belajar untuk menerima masa lalu. Ia telah mengubah hal-hal kekanakan menjadi sesuatu yang dewasa dan bertanggung jawab.

Artikel ini membantu Anda memahami film lebih dalam.

📖 Lihat Selengkapnya