劇場版「鬼滅の刃」無限城編 第一章 猗窩座再来 - Cerita Lengkap
ACT 1 (Setup)
Film dibuka dengan adegan yang memperlihatkan rekonstruksi markas Korps Pembasmi Iblis. Setelah pertempuran dahsyat melawan iblis bulan atas, Gyutaro dan Daki, para pembasmi iblis berjuang untuk memulihkan diri. Banyak yang terluka parah, dan semangat mereka rendah. Keluarga Ubuyashiki, termasuk Kagaya Ubuyashiki yang sakit parah dan istrinya, Amane, mengawasi pemulihan dan merencanakan langkah selanjutnya dalam perang melawan Muzan Kibutsuji. Mereka menyadari bahwa Muzan semakin kuat dan pencarian mereka untuk menemukannya menjadi semakin mendesak.
Di sisi lain, di dimensi tak terbatas milik Muzan, tampak iblis-iblis bulan atas yang tersisa berkumpul. Muzan marah karena kekalahan Gyutaro dan Daki, menyalahkan mereka atas kegagalan. Ia merasakan tekanan dari Korps Pembasmi Iblis dan menyadari bahwa waktunya semakin menipis. Muzan memberikan perintah kepada para iblis bulan atas untuk lebih memperketat pertahanan dan bersiap untuk pertempuran yang akan datang. Akaza, iblis bulan atas peringkat tiga, menerima perintah dengan tenang dan bertekad untuk membuktikan dirinya layak di mata Muzan.
Tanjiro, Zenitsu, dan Inosuke terlihat berlatih keras di bawah pengawasan Tengen Uzui. Tanjiro masih berusaha menguasai Hinokami Kagura dan menyempurnakan pernafasannya. Zenitsu terus berjuang dengan ketakutannya tetapi menunjukkan kemajuan dalam mengendalikan kekuatannya. Inosuke, seperti biasa, bersemangat untuk bertarung dan terus melatih jurus-jurusnya yang liar. Mereka bertiga saling mendukung dan mendorong satu sama lain untuk menjadi lebih kuat.
Kemudian, Kanao Tsuyuri, murid Shinobu Kocho, terlihat mengunjungi makam gurunya. Ia merasa kehilangan dan sedih atas kematian Shinobu. Kanao bertekad untuk melanjutkan warisan Shinobu dan menjadi pembasmi iblis yang kuat. Ia berlatih dengan giat dan berusaha untuk menguasai Teknik Pernafasan Bunga yang diajarkan oleh Shinobu.
ACT 2 (Conflict)
Suatu malam, saat Tanjiro, Zenitsu, dan Inosuke sedang berpatroli di sebuah desa terpencil, mereka merasakan aura iblis yang sangat kuat. Mereka menemukan desa itu hancur berantakan dan banyak penduduk desa yang terbunuh. Mereka segera menyadari bahwa mereka berhadapan dengan iblis bulan atas.
Akaza muncul di hadapan mereka, memancarkan aura yang menakutkan. Ia mengenali Tanjiro sebagai orang yang pernah dilawannya di masa lalu dan tertarik dengan semangat juang Tanjiro yang pantang menyerah. Akaza menantang Tanjiro untuk bertarung, ingin menguji kekuatannya.
Zenitsu dan Inosuke mencoba membantu Tanjiro, tetapi Akaza terlalu kuat bagi mereka. Akaza dengan mudah mengalahkan mereka dan fokus untuk melawan Tanjiro. Pertarungan antara Tanjiro dan Akaza sangat intens dan brutal. Akaza menunjukkan kecepatan dan kekuatan luar biasa, melancarkan pukulan demi pukulan yang menghancurkan. Tanjiro berusaha keras untuk bertahan hidup dan menggunakan semua teknik yang dia kuasai.
Sementara itu, Giyu Tomioka, Hashira Air, merasakan kehadiran Akaza dan bergegas menuju lokasi pertempuran. Ia mengingat masa lalunya dengan Sabito dan bertekad untuk melindungi generasi muda pembasmi iblis.
Saat Tanjiro semakin terdesak, ia mengingat ajaran-ajaran Rengoku dan berusaha untuk melampaui batasnya. Ia menggunakan Hinokami Kagura dengan segenap kekuatannya, tetapi Akaza masih mampu menangkis serangannya. Akaza mengungkapkan bahwa ia mencari lawan yang kuat dan menawarkan Tanjiro untuk menjadi iblis agar bisa terus bertarung dengannya selamanya. Tanjiro menolak tawaran Akaza, menyatakan bahwa ia tidak akan pernah menyerah pada sisi gelap.
ACT 3 (Climax)
Tomioka tiba tepat pada waktunya untuk menyelamatkan Tanjiro dari serangan fatal Akaza. Tomioka dan Akaza saling berhadapan, dan pertarungan sengit pun dimulai. Tomioka menunjukkan penguasaan Teknik Pernafasan Air yang luar biasa, mampu menandingi kecepatan dan kekuatan Akaza.
Pertarungan antara Tomioka dan Akaza menjadi semakin intens, dengan keduanya saling melancarkan serangan tanpa henti. Akaza terkesan dengan kekuatan Tomioka dan mengakui bahwa ia adalah lawan yang layak. Tomioka, di sisi lain, bertekad untuk mengalahkan Akaza dan membalas dendam atas kematian Rengoku.
Tanjiro, Zenitsu, dan Inosuke berusaha untuk bangkit kembali dan membantu Tomioka. Mereka menyadari bahwa mereka tidak bisa hanya duduk diam dan membiarkan Tomioka berjuang sendirian. Mereka menggunakan semua kekuatan yang mereka miliki untuk menyerang Akaza, memberikan Tomioka kesempatan untuk melancarkan serangan balik.
Tomioka berhasil melukai Akaza dengan teknik pernafasannya, tetapi Akaza dengan cepat beregenerasi. Akaza kemudian menggunakan teknik terlarangnya, yang membuatnya semakin kuat dan cepat. Tomioka menyadari bahwa ia harus melakukan sesuatu yang drastis jika ingin mengalahkan Akaza.
ACT 4 (Resolution)
Tomioka memutuskan untuk menggunakan teknik pernafasannya yang paling kuat, yang telah ia simpan untuk saat-saat terakhir. Ia menggunakan seluruh energinya untuk melancarkan serangan yang menghancurkan Akaza. Serangan itu berhasil merusak regenerasi Akaza, membuatnya rentan.
Tanjiro, Zenitsu, dan Inosuke memanfaatkan kesempatan itu untuk menyerang Akaza secara bersamaan. Mereka menggunakan semua teknik yang mereka kuasai untuk menjatuhkan Akaza. Akhirnya, dengan kombinasi serangan dari Tomioka, Tanjiro, Zenitsu, dan Inosuke, Akaza berhasil dikalahkan. Tubuh Akaza mulai hancur menjadi debu, dan ia menghilang untuk selamanya.
Setelah pertempuran berakhir, Tomioka, Tanjiro, Zenitsu, dan Inosuke terluka parah tetapi lega bahwa mereka telah berhasil mengalahkan iblis bulan atas. Mereka menyadari bahwa mereka harus terus berlatih dan menjadi lebih kuat jika ingin mengalahkan Muzan Kibutsuji.
Film berakhir dengan adegan yang memperlihatkan Muzan Kibutsuji merasakan kematian Akaza. Ia marah dan bertekad untuk membalas dendam. Muzan bersiap untuk pertempuran terakhir melawan Korps Pembasmi Iblis, menyadari bahwa masa depannya ada di ujung tanduk. Di sisi lain, para pembasmi iblis, meskipun terluka dan lelah, bertekad untuk terus berjuang sampai akhir. Mereka tahu bahwa perang melawan Muzan belum berakhir, tetapi mereka tidak akan pernah menyerah.
Artikel ini membantu Anda memahami film lebih dalam.