Boliche - Cerita Lengkap
Boliche mengisahkan tentang sekelompok teman masa kecil yang telah lama berpisah dan bertemu kembali di kampung halaman mereka, sebuah kota kecil yang terletak di daerah pedesaan yang sepi. Reuni ini dipicu oleh kabar kematian mendadak salah satu dari mereka, Nico.
ACT 1 (Setup)
Film dimulai dengan pemandangan suasana duka di rumah Nico. Keluarga dan teman-teman berkumpul untuk memberikan penghormatan terakhir. Di antara pelayat, terlihat tiga orang sahabat karib Nico: MartĂn, seorang pengacara sukses yang hidup di kota besar; SofĂa, seorang fotografer yang berkelana ke berbagai penjuru dunia; dan Pablo, seorang guru sekolah dasar yang masih tinggal di kampung halaman. Ketiganya tampak terpukul dan bingung dengan kematian Nico yang mendadak.
Setelah pemakaman, MartĂn, SofĂa, dan Pablo berkumpul di sebuah bar lokal, tempat favorit mereka saat remaja. Mereka mengenang masa lalu, persahabatan mereka, dan kenakalan-kenakalan yang pernah mereka lakukan bersama Nico. Suasana obrolan dipenuhi campuran antara nostalgia dan kesedihan. Mereka saling bertanya-tanya tentang penyebab kematian Nico, yang secara resmi dinyatakan sebagai serangan jantung. Namun, ada keraguan dan kecurigaan tersirat dalam percakapan mereka.
Pablo, yang paling dekat dengan Nico selama ini, mengungkapkan bahwa Nico sedang terlibat dalam masalah keuangan yang serius. Ia juga menyebutkan bahwa Nico terlihat sangat tertekan beberapa hari sebelum kematiannya. Informasi ini membuat MartĂn dan SofĂa semakin curiga. Mereka memutuskan untuk menyelidiki kematian Nico lebih lanjut, meskipun ditentang oleh keluarga Nico yang ingin segera melupakan kejadian ini.
ACT 2 (Conflict)
MartĂn, SofĂa, dan Pablo memulai penyelidikan mereka. Mereka mengunjungi tempat-tempat yang sering dikunjungi Nico, mewawancarai orang-orang yang mengenalnya, dan mencari petunjuk yang mungkin terlewatkan. Mereka menemukan bahwa Nico terlilit hutang judi yang besar kepada seorang rentenir lokal yang dikenal dengan nama El Turco. El Turco adalah sosok yang ditakuti di kota itu dan dikenal memiliki reputasi yang buruk.
Selama penyelidikan, MartĂn, SofĂa, dan Pablo menghadapi berbagai rintangan. Mereka diintimidasi oleh anak buah El Turco, yang berusaha menghentikan mereka untuk mencari tahu kebenaran. Mereka juga menghadapi skeptisisme dari polisi setempat, yang menganggap kematian Nico sebagai kasus biasa. Hubungan mereka pun diuji seiring dengan munculnya rahasia-rahasia masa lalu yang terpendam.
SofĂa mengungkapkan bahwa ia pernah memiliki hubungan romantis dengan Nico saat remaja, yang menjadi penyebab keretakan persahabatan mereka dengan MartĂn. MartĂn, yang selalu menyukai SofĂa, merasa dikhianati dan marah. Pablo berusaha menjadi penengah di antara mereka, tetapi ia sendiri menyimpan rahasia tentang Nico yang belum ia ungkapkan.
ACT 3 (Climax)
Penyelidikan mereka membawa mereka ke sebuah gudang tua di pinggiran kota, tempat Nico sering bermain boliche (bowling) saat masih kecil. Di sana, mereka menemukan bukti bahwa Nico telah dibunuh. Mereka menemukan jejak perkelahian dan sidik jari El Turco di lokasi kejadian. Mereka juga menemukan sepucuk surat dari Nico kepada keluarganya, di mana ia mengakui bahwa ia telah berbuat kesalahan dan meminta maaf atas segala kesulitannya.
Dengan bukti yang mereka kumpulkan, MartĂn, SofĂa, dan Pablo melaporkan El Turco ke polisi. Namun, polisi menolak untuk bertindak karena kurangnya bukti yang kuat. Merasa frustrasi, mereka memutuskan untuk menghadapi El Turco sendiri. Mereka menyusun rencana untuk menjebak El Turco dan membawanya ke pengadilan.
Pada malam yang ditentukan, mereka menyergap El Turco di sebuah bar lokal. Terjadi perkelahian sengit antara mereka dan anak buah El Turco. Pablo terluka parah dalam perkelahian itu. Namun, MartĂn dan SofĂa berhasil menangkap El Turco dan membawanya ke polisi.
ACT 4 (Resolution)
El Turco akhirnya ditangkap dan diadili atas pembunuhan Nico. Selama persidangan, terungkap bahwa El Turco telah membunuh Nico karena Nico tidak mampu membayar hutangnya. El Turco dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.
MartĂn, SofĂa, dan Pablo merasa lega karena keadilan telah ditegakkan. Mereka memperbaiki persahabatan mereka dan memaafkan kesalahan masa lalu masing-masing. Mereka menyadari bahwa persahabatan sejati dapat mengatasi segala rintangan.
Pablo, yang pulih dari lukanya, memutuskan untuk tetap tinggal di kampung halaman dan melanjutkan pekerjaannya sebagai guru. MartĂn dan SofĂa kembali ke kehidupan mereka masing-masing, tetapi mereka berjanji untuk tetap berhubungan dan mengunjungi kampung halaman secara teratur. Film berakhir dengan pemandangan mereka bertiga mengunjungi makam Nico, mengenang persahabatan mereka dan berjanji untuk tidak pernah melupakan Nico. Mereka sadar bahwa kematian Nico telah membawa mereka kembali bersama dan mengingatkan mereka akan pentingnya persahabatan dan keluarga.
Artikel ini membantu Anda memahami film lebih dalam.