Boire - Cerita Lengkap
Boire
ACT 1 (Setup)
Film dimulai dengan adegan pembukaan yang menunjukkan seorang wanita paruh baya bernama Anya sedang berjalan seorang diri di tengah keramaian kota Paris. Ekspresinya datar, matanya menunjukkan kelelahan dan kekecewaan yang mendalam. Dia memasuki sebuah bar kecil dan memesan segelas anggur merah. Saat menunggu pesanannya, kilas balik singkat muncul, memperlihatkan momen-momen bahagia Anya bersama suaminya, Philippe, beberapa tahun sebelumnya. Kebahagiaan itu kontras dengan kesendirian yang kini dirasakannya.
Anya menghabiskan anggurnya dan memesan gelas kedua. Dia tampak mencari pelarian dari kenyataan yang pahit. Kilas balik lain muncul, memperlihatkan pertengkaran hebat antara Anya dan Philippe. Pertengkaran itu tampaknya dipicu oleh masalah keuangan dan perbedaan pandangan tentang masa depan mereka. Kilas balik berakhir, dan Anya kembali ke bar, memesan gelas anggur ketiga.
Kita kemudian diperkenalkan dengan kehidupan Anya sehari-hari. Dia bekerja sebagai pustakawan di sebuah perpustakaan kecil. Pekerjaannya membosankan dan tidak memberinya kepuasan. Di rumah, Anya hidup dalam kesunyian. Dia sering kali hanya duduk di depan televisi tanpa menonton apa pun. Dia menghindari interaksi dengan tetangganya dan teman-temannya.
Suatu malam, Anya pulang kerja dan menemukan sebuah surat di depan pintunya. Surat itu dari seorang pengacara, memberitahukan bahwa Philippe telah meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan mobil. Anya terkejut dan terpukul. Dia merasa bersalah karena tidak berada di sisi Philippe saat dia meninggal. Dia juga merasa marah karena Philippe telah meninggalkannya sendirian.
Anya pergi ke pemakaman Philippe. Dia melihat banyak orang yang hadir, termasuk beberapa teman dan kolega Philippe yang tidak dikenalnya. Anya merasa seperti orang asing di antara mereka. Setelah pemakaman, Anya kembali ke rumah dan mulai minum anggur. Dia minum sampai mabuk dan tertidur di sofa.
ACT 2 (Conflict)
Setelah pemakaman, Anya mulai minum lebih banyak dari biasanya. Dia minum anggur setiap hari, bahkan saat bekerja. Dia mulai mengabaikan pekerjaannya dan sering datang terlambat atau tidak masuk sama sekali. Rekannya di perpustakaan, Marie, khawatir tentang Anya. Marie mencoba berbicara dengan Anya, tetapi Anya menolak untuk mendengarkannya.
Anya juga mulai mengalami masalah keuangan. Dia kehilangan pekerjaannya di perpustakaan karena sering absen. Dia juga memiliki banyak tagihan yang belum dibayar. Anya mulai menjual barang-barangnya untuk mendapatkan uang. Dia menjual perhiasan, pakaian, dan bahkan buku-buku dari perpustakaan pribadinya.
Suatu malam, Anya bertemu dengan seorang pria di bar. Pria itu bernama Jean-Pierre. Jean-Pierre adalah seorang pengangguran yang juga memiliki masalah dengan alkohol. Anya dan Jean-Pierre mulai berkencan. Mereka menghabiskan sebagian besar waktu mereka untuk minum anggur dan bercerita tentang masalah mereka.
Hubungan Anya dan Jean-Pierre tidak sehat. Mereka sering bertengkar dan saling menyalahkan atas masalah mereka. Namun, mereka juga saling membutuhkan. Mereka merasa bahwa mereka adalah satu-satunya orang yang memahami apa yang mereka alami.
Suatu hari, Jean-Pierre mencuri uang dari Anya untuk membeli anggur. Anya marah dan mengusir Jean-Pierre dari rumahnya. Jean-Pierre pergi dan Anya merasa sangat kesepian. Dia menyadari bahwa dia telah mencapai titik terendah dalam hidupnya.
Anya memutuskan untuk mencari pertolongan. Dia menghubungi seorang teman lama bernama Sophie. Sophie adalah seorang psikolog. Anya menceritakan semua masalahnya kepada Sophie. Sophie menyarankan Anya untuk mengikuti program rehabilitasi untuk pecandu alkohol.
ACT 3 (Climax)
Anya awalnya menolak saran Sophie. Dia tidak percaya bahwa dia bisa berhenti minum. Namun, Sophie berhasil meyakinkan Anya untuk mencoba. Anya mendaftar di sebuah program rehabilitasi di sebuah klinik kecil di pinggiran kota Paris.
Program rehabilitasi itu sulit bagi Anya. Dia mengalami gejala penarikan yang parah. Dia juga harus menghadapi trauma masa lalunya. Anya merasa ingin menyerah berkali-kali, tetapi dia terus berjuang.
Selama program rehabilitasi, Anya bertemu dengan orang-orang lain yang juga memiliki masalah dengan alkohol. Dia belajar dari pengalaman mereka dan memberikan dukungan kepada mereka. Anya juga mulai menghadiri kelompok dukungan untuk pecandu alkohol.
Suatu hari, Anya menerima telepon dari pengacara Philippe. Pengacara itu memberitahukan bahwa Philippe telah meninggalkan warisan untuk Anya. Warisan itu cukup besar untuk membayar semua utang Anya dan membiayai hidupnya untuk beberapa tahun ke depan.
Anya merasa lega dan bersyukur. Dia menyadari bahwa Philippe masih mencintainya meskipun mereka sering bertengkar. Anya memutuskan untuk menggunakan warisan itu untuk memulai hidup baru.
Pada akhir program rehabilitasi, Anya merasa lebih kuat dan lebih percaya diri. Dia telah belajar bagaimana mengendalikan kecanduannya dan bagaimana menghadapi masalah-masalahnya tanpa alkohol.
ACT 4 (Resolution)
Setelah menyelesaikan program rehabilitasi, Anya kembali ke Paris. Dia menjual apartemennya yang lama dan membeli sebuah apartemen yang lebih kecil dan lebih nyaman di lingkungan yang berbeda. Anya juga mencari pekerjaan baru. Dia melamar beberapa pekerjaan di perpustakaan dan akhirnya diterima di sebuah perpustakaan yang lebih besar dan lebih modern.
Anya mulai membangun kembali hubungannya dengan teman-temannya dan keluarganya. Dia meminta maaf kepada Marie atas perilakunya yang buruk. Marie memaafkan Anya dan mereka kembali menjadi teman baik. Anya juga menghubungi saudara perempuannya, Isabelle. Anya dan Isabelle telah lama tidak berbicara, tetapi mereka akhirnya bisa berbaikan.
Anya juga mulai mengejar minat-minatnya. Dia bergabung dengan klub buku dan mulai melukis. Dia menemukan bahwa dia memiliki bakat untuk melukis dan dia menikmati menghabiskan waktu untuk menciptakan karya seni.
Suatu hari, Anya berjalan-jalan di taman dan bertemu dengan seorang pria bernama Pierre. Pierre adalah seorang seniman. Anya dan Pierre mulai berkencan. Mereka memiliki banyak kesamaan dan mereka saling mencintai.
Film berakhir dengan adegan Anya dan Pierre duduk di sebuah kafe dan menikmati segelas anggur bersama. Anya tersenyum. Dia merasa bahagia dan damai. Dia telah menemukan kebahagiaan baru setelah mengatasi masa-masa sulit dalam hidupnya. Anya belajar bahwa hidup itu penuh dengan tantangan, tetapi selalu ada harapan untuk masa depan yang lebih baik.
Artikel ini membantu Anda memahami film lebih dalam.