民俗怪闻录之出马仙 - Cerita Lengkap
ACT 1 (Setup)
Di sebuah desa terpencil yang dikelilingi pegunungan dan hutan belantara, hiduplah Li Weiguo, seorang pemuda yang bekerja sebagai pengantar barang. Kehidupan Li Weiguo monoton dan dipenuhi kesulitan ekonomi. Suatu hari, dalam perjalanannya, Li Weiguo menemukan sebuah kuil tua yang ditinggalkan. Kuil itu tampak angker dan ditutupi debu, tetapi entah mengapa, Li Weiguo merasakan ketertarikan yang aneh. Di dalam kuil, ia menemukan patung-patung dewa yang sudah usang dan sebuah altar kecil.
Sementara itu, di desa, rumor tentang kejadian aneh mulai beredar. Ternak mati secara misterius, tanaman gagal panen, dan penduduk desa mulai sakit tanpa sebab yang jelas. Orang-orang percaya bahwa desa mereka sedang dikutuk. Seorang tetua desa, Zhang, menyarankan untuk memanggil seorang dukun yang dikenal sebagai Nenek Zhao, seorang wanita tua yang dipercaya memiliki kekuatan spiritual untuk berkomunikasi dengan dunia gaib. Nenek Zhao dikenal sebagai seorang "Chu Ma Xian," seseorang yang dipilih oleh roh hewan untuk menjadi perantara antara dunia manusia dan dunia roh.
Li Weiguo terus mengunjungi kuil tua itu secara diam-diam. Suatu malam, saat berada di kuil, ia mendengar suara-suara aneh dan melihat bayangan-bayangan bergerak. Ia ketakutan, tetapi juga penasaran. Ia kemudian menemukan sebuah buku kuno di altar. Buku itu berisi tentang praktik Chu Ma Xian dan cara berkomunikasi dengan roh hewan. Li Weiguo mulai mempelajari buku itu secara sembunyi-sembunyi.
Nenek Zhao tiba di desa dan mulai melakukan ritual untuk mencari tahu penyebab kutukan. Ia menemukan bahwa kutukan itu disebabkan oleh roh jahat yang marah karena kuil tua itu telah diabaikan. Nenek Zhao memperingatkan penduduk desa bahwa mereka harus menghormati roh-roh itu agar kutukan itu bisa dihilangkan.
ACT 2 (Conflict)
Li Weiguo, yang semakin tertarik dengan kekuatan Chu Ma Xian, mulai mencoba mempraktikkan apa yang ia pelajari dari buku kuno. Ia mencoba berkomunikasi dengan roh-roh hewan, tetapi usahanya tidak berhasil. Ia merasa frustrasi dan mulai meragukan dirinya sendiri.
Namun, suatu malam, saat ia berada di kuil, ia merasakan kehadiran yang kuat. Ia melihat seekor rubah putih muncul di hadapannya. Rubah itu berbicara kepadanya, mengatakan bahwa ia telah dipilih untuk menjadi Chu Ma Xian. Rubah itu menawarkan kekuatan dan kebijaksanaannya kepada Li Weiguo, tetapi memperingatkannya bahwa kekuatan itu akan datang dengan harga.
Li Weiguo tergoda oleh tawaran itu. Ia ingin memiliki kekuatan untuk membantu desanya dan mengubah hidupnya. Ia menerima tawaran rubah putih itu. Sejak saat itu, Li Weiguo mulai mengalami perubahan. Ia menjadi lebih sensitif terhadap dunia gaib, memiliki penglihatan-penglihatan aneh, dan mampu merasakan kehadiran roh-roh.
Nenek Zhao merasakan kekuatan baru yang muncul di desa. Ia menyadari bahwa ada seseorang yang mencoba menggunakan kekuatan Chu Ma Xian tanpa memiliki pengalaman dan kebijaksanaan yang cukup. Ia khawatir bahwa hal itu akan membawa malapetaka bagi desa.
Li Weiguo mulai menggunakan kekuatannya untuk membantu orang-orang di desa. Ia menyembuhkan penyakit, menemukan barang-barang yang hilang, dan memberikan nasihat kepada penduduk desa. Ia menjadi pahlawan baru di desa. Namun, kekuatannya semakin besar dan sulit dikendalikan. Ia mulai kehilangan kendali atas dirinya sendiri.
Nenek Zhao mencoba memperingatkan Li Weiguo tentang bahaya kekuatannya, tetapi Li Weiguo tidak mau mendengarkan. Ia merasa bahwa ia tahu apa yang ia lakukan dan bahwa ia bisa mengendalikan kekuatannya.
ACT 3 (Climax)
Kekuatan Li Weiguo terus tumbuh, tetapi juga semakin merusak. Ia menjadi arogan dan sombong. Ia mulai menggunakan kekuatannya untuk keuntungan pribadinya. Ia bahkan mencoba mengendalikan penduduk desa dengan kekuatannya.
Nenek Zhao menyadari bahwa Li Weiguo telah kehilangan kendali dan bahwa ia akan membawa kehancuran bagi desa. Ia memutuskan untuk menghentikannya. Ia mengumpulkan penduduk desa dan menjelaskan bahaya Li Weiguo. Ia meminta mereka untuk membantunya menghentikan Li Weiguo sebelum terlambat.
Li Weiguo, yang mengetahui rencana Nenek Zhao, marah dan merasa dikhianati. Ia memutuskan untuk menggunakan seluruh kekuatannya untuk menghancurkan Nenek Zhao dan para pengikutnya. Pertempuran sengit terjadi antara Li Weiguo dan Nenek Zhao. Li Weiguo menggunakan kekuatannya untuk memanggil roh-roh jahat, sementara Nenek Zhao menggunakan kekuatannya untuk melindungi desa.
Pertempuran itu mencapai puncaknya di kuil tua. Li Weiguo, yang semakin dikuasai oleh roh rubah putih, berubah menjadi monster yang menakutkan. Nenek Zhao, dengan bantuan penduduk desa, berhasil mengalahkan Li Weiguo dan mengusir roh rubah putih dari tubuhnya.
ACT 4 (Resolution)
Li Weiguo, yang kembali menjadi dirinya sendiri, merasa menyesal atas perbuatannya. Ia menyadari bahwa ia telah membuat kesalahan besar dan bahwa ia telah membahayakan desanya. Ia meminta maaf kepada Nenek Zhao dan penduduk desa.
Nenek Zhao, meskipun marah dan kecewa, memaafkan Li Weiguo. Ia menjelaskan kepadanya bahwa kekuatan Chu Ma Xian harus digunakan dengan bijak dan bahwa ia harus belajar mengendalikan dirinya sendiri.
Li Weiguo, yang telah belajar dari kesalahannya, berjanji untuk menggunakan kekuatannya untuk kebaikan. Ia mulai belajar dari Nenek Zhao dan menjadi seorang Chu Ma Xian yang bertanggung jawab.
Desa itu kembali damai dan tentram. Kutukan telah dihilangkan dan penduduk desa hidup bahagia. Li Weiguo, dengan bantuan Nenek Zhao, menjaga keseimbangan antara dunia manusia dan dunia roh. Ia menjadi pelindung desa dan memastikan bahwa kejadian aneh tidak akan terulang lagi. Kuil tua itu dipugar dan dihormati kembali, menjadi simbol harapan dan perlindungan bagi desa.
Artikel ini membantu Anda memahami film lebih dalam.