Artur é Só Mais Um - Cerita Lengkap
Artur é Só Mais Um
ACT 1 (Setup)
Film dibuka dengan menampilkan kehidupan sehari-hari Artur, seorang pria paruh baya yang bekerja sebagai petugas administrasi di sebuah kantor pemerintahan yang membosankan. Rutinitasnya monoton; bangun pagi, naik bus yang penuh sesak, mengerjakan tugas-tugas yang tidak memuaskan, makan siang sendirian, dan kembali ke rumah yang sepi. Artur digambarkan sebagai sosok yang tidak menonjol, cenderung invisible, dan terbiasa diabaikan oleh orang-orang di sekitarnya.
Di kantor, ia sering diremehkan oleh rekan kerjanya yang lebih ambisius dan oleh atasannya, yang tampaknya lupa namanya. Ia mencintai pekerjaannya, bukan karena passionate terhadap tugas-tugasnya, melainkan karena ia membutuhkan pekerjaan itu untuk bertahan hidup. Ia selalu berusaha melakukan yang terbaik, meskipun usahanya seringkali tidak dihargai.
Di rumah, Artur tinggal sendirian di sebuah apartemen kecil yang sederhana. Ia tidak memiliki pasangan, keluarga dekat, atau teman akrab. Hiburannya terbatas pada menonton televisi dan membaca buku. Kesendiriannya terasa begitu kuat, dan ia seringkali merasa seperti hantu di kehidupannya sendiri.
Suatu hari, saat pulang kerja, Artur menemukan seekor anjing liar yang terlantar di jalan. Anjing itu tampak ketakutan dan kelaparan. Artur, dengan hati yang lembut, membawanya pulang ke apartemennya. Ia memberi anjing itu makan, membersihkannya, dan menamainya Napoleão. Kehadiran Napoleão membawa sedikit kebahagiaan dan tujuan baru dalam hidup Artur.
ACT 2 (Conflict)
Kehadiran Napoleão di apartemen Artur mulai menimbulkan masalah. Aturan apartemen melarang memelihara hewan peliharaan, dan Artur takut ketahuan. Ia berusaha menyembunyikan Napoleão dari tetangga dan pemilik apartemen.
Selain itu, Artur mulai kesulitan mengatur keuangan. Ia harus membagi gajinya yang pas-pasan untuk memenuhi kebutuhan dirinya dan Napoleão. Ia mulai berhemat dan mencari cara untuk mendapatkan penghasilan tambahan.
Di kantor, situasinya semakin memburuk. Atasannya memberikan tugas-tugas yang semakin berat dan tidak masuk akal kepada Artur. Rekan kerjanya semakin meremehkannya dan bahkan berusaha menjebaknya. Artur merasa semakin tertekan dan frustrasi.
Suatu hari, pemilik apartemen datang untuk melakukan inspeksi mendadak. Artur panik dan berusaha menyembunyikan Napoleão, tetapi anjing itu menggonggong dan keberadaannya terungkap. Pemilik apartemen marah dan mengancam akan mengusir Artur jika ia tidak menyingkirkan Napoleão.
Artur berada dalam dilema. Ia tidak ingin kehilangan tempat tinggalnya, tetapi ia juga tidak tega meninggalkan Napoleão. Anjing itu telah menjadi satu-satunya teman dan sumber kebahagiaannya.
ACT 3 (Climax)
Artur memutuskan untuk melawan. Ia tidak ingin lagi menjadi orang yang selalu mengalah dan diinjak-injak. Ia mulai mencari cara untuk mempertahankan Napoleão dan melawan ketidakadilan di kantor.
Ia mempelajari aturan apartemen dengan seksama dan menemukan celah hukum yang memungkinkan ia untuk memelihara hewan peliharaan jika ia mendapatkan persetujuan dari semua tetangga. Ia kemudian berinisiatif untuk berbicara dengan setiap tetangga dan meyakinkan mereka untuk memberikan persetujuan.
Di kantor, Artur mulai membela diri dan menolak tugas-tugas yang tidak adil. Ia juga mengumpulkan bukti-bukti tentang kecurangan yang dilakukan oleh rekan kerjanya dan melaporkannya kepada atasannya.
Usahanya tidak mudah. Beberapa tetangga menolak memberikan persetujuan, dan rekan kerjanya berusaha membalas dendam. Namun, Artur tidak menyerah. Ia terus berjuang dengan gigih dan tekad yang kuat.
Akhirnya, Artur berhasil mendapatkan persetujuan dari semua tetangga dan secara resmi diizinkan untuk memelihara Napoleão. Ia juga berhasil membuktikan kecurangan rekan kerjanya, yang kemudian mendapatkan sanksi.
ACT 4 (Resolution)
Setelah memenangkan perjuangannya, kehidupan Artur mengalami perubahan positif. Ia menjadi lebih percaya diri dan dihargai oleh orang-orang di sekitarnya.
Di kantor, ia mendapatkan promosi dan menjadi lebih dihormati oleh rekan kerjanya. Ia juga menjalin hubungan yang lebih baik dengan atasannya.
Di apartemen, ia dan Napoleão hidup bahagia bersama. Ia menjalin pertemanan dengan beberapa tetangga yang sebelumnya menentangnya. Ia juga mulai aktif dalam kegiatan komunitas dan membantu orang-orang yang membutuhkan.
Film berakhir dengan menampilkan Artur dan Napoleão berjalan-jalan di taman, menikmati kebersamaan mereka. Artur tersenyum, menyadari bahwa ia bukan lagi sekadar "Artur yang biasa". Ia telah menemukan keberaniannya, tujuan hidupnya, dan kebahagiaannya. Ia telah menjadi seseorang yang berarti, tidak hanya bagi dirinya sendiri, tetapi juga bagi orang lain.
Artikel ini membantu Anda memahami film lebih dalam.