Amélie et la métaphysique des tubes - Cerita Lengkap
ACT 1 (Setup)
Amélie, seorang gadis kecil yang lahir di Tokyo pada tahun 1967 dari orang tua Belgia yang bekerja di sana, menghabiskan masa kecilnya dalam isolasi di apartemen mereka. Ayahnya, seorang diplomat yang disiplin dan kaku, dan ibunya, seorang wanita yang rapuh dan melankolis, memperlakukannya dengan cara yang aneh dan seringkali absurd. Amélie, sebagai bayi, secara tidak sengaja tertukar dengan bayi lain di rumah sakit, bayi Jepang. Orang tuanya, yang tidak menyadari kesalahan tersebut, melanjutkan hidup mereka, memperlakukan Amélie sebagai "sesuatu" dan bukan seseorang.
Amélie, sebagai bayi, tidak bereaksi terhadap apa pun. Dia tampak seperti "tabung" kosong. Ayahnya, karena kecewa, menjulukinya "Monsieur Pipi" dan memperlakukannya lebih seperti obyek daripada anak. Ibunya, yang putus asa untuk koneksi emosional, memberikan cokelat kepadanya. Amélie tetap tanpa ekspresi.
Suatu hari, ketika Amélie berusia tiga tahun, pelayan mereka, Kashima, memberinya cokelat. Amélie, untuk pertama kalinya, bereaksi. Dia tertawa. Orang tuanya terkejut dan senang. Mereka menganggap ini sebagai kemenangan besar dan mulai membanjirinya dengan cokelat dengan harapan untuk membangkitkan lebih banyak emosi.
Namun, interaksi Amélie tetap aneh. Dia mengembangkan obsesi dengan kamus Jepang-Prancis yang diberikan oleh Kashima. Dia menghabiskan waktu berjam-jam untuk menelusuri halaman-halamannya, mencoba memahami makna kata-kata dan dunia di sekitarnya.
ACT 2 (Conflict)
Amélie tidak bersekolah. Orang tuanya, karena khawatir dengan "keterbelakangannya" dan perbedaan budaya, memutuskan untuk meng-homeschooling-nya. Guru pertamanya adalah ibunya, yang tidak efektif dan tenggelam dalam kesedihannya sendiri. Guru keduanya adalah Mademoiselle Suzanne, seorang guru yang ketat dan kejam yang mencoba memaksakan disiplin pada Amélie. Amélie memberontak dengan cara yang halus, tetapi gigih. Dia menolak untuk mempelajari apa pun yang diajarkan Mademoiselle Suzanne, dan dia menghabiskan waktu di kelas untuk memikirkan hal-hal lain.
Amélie mengembangkan dunia fantasi yang kaya dan kompleks. Dia membayangkan dirinya sebagai seorang putri, seorang pahlawan, seorang penjelajah. Dia menggunakan kamus Jepang-Prancis sebagai jembatan untuk memasuki dunia imajinasi ini. Dia mulai menulis puisi dan cerita dalam bahasa Prancis dan Jepang, menciptakan bahasanya sendiri.
Ketika Amélie remaja, keluarganya pindah ke Belgia. Dia merasa lebih terasing dari sebelumnya. Dia tidak berbicara bahasa Flemish, dan dia tidak mengerti budaya Belgia. Dia merasa seperti orang asing di tanah airnya sendiri. Dia terus menulis dan bermimpi, menciptakan dunianya sendiri sebagai pelarian dari kenyataan.
Amélie memutuskan untuk mengambil pekerjaan sebagai guru bahasa Prancis untuk seorang anak laki-laki Jepang bernama Rinri. Rinri adalah anak yang cerdas dan bersemangat, tetapi dia juga pemarah dan sulit diatur. Amélie mencoba menjalin hubungan dengan Rinri, tetapi dia ditolak berkali-kali. Rinri menganggap Amélie sebagai orang asing dan bodoh.
Hubungan Amélie dan Rinri menjadi pertempuran keinginan. Amélie ingin mengajari Rinri bahasa Prancis, tetapi Rinri hanya ingin melakukan apa yang dia inginkan. Mereka berdebat dan berteriak satu sama lain, tetapi mereka juga mulai saling menghormati. Amélie melihat dalam diri Rinri semangat dan kemandirian yang dia kagumi dalam dirinya sendiri.
ACT 3 (Climax)
Suatu hari, Amélie memutuskan untuk membawa Rinri ke laut. Dia ingin menunjukkan kepadanya keindahan dan kekuatan alam. Rinri awalnya menolak, tetapi Amélie membujuknya. Mereka menghabiskan hari itu di pantai, bermain di ombak dan membangun istana pasir.
Saat matahari terbenam, Amélie dan Rinri duduk di pantai dan berbicara. Rinri bertanya kepada Amélie mengapa dia begitu baik kepadanya. Amélie menjawab bahwa dia melihat dirinya sendiri dalam diri Rinri. Dia mengatakan bahwa dia juga merasa seperti orang asing dan bahwa dia juga berjuang untuk menemukan tempatnya di dunia.
Rinri terharu dengan kejujuran Amélie. Dia memeluknya dan berterima kasih padanya. Mereka berdua menyadari bahwa mereka telah terikat oleh pengalaman bersama mereka.
Namun, kebahagiaan mereka berumur pendek. Keesokan harinya, Rinri menghilang. Amélie patah hati. Dia merasa telah kehilangan satu-satunya teman sejatinya.
Amélie mencari Rinri ke mana-mana. Dia bertanya kepada orang-orang di jalan, dia menempelkan poster dengan fotonya, dan dia menghubungi polisi. Tetapi tidak ada yang melihat Rinri.
ACT 4 (Resolution)
Setelah berminggu-minggu mencari tanpa hasil, Amélie kehilangan harapan. Dia menyerah dan kembali ke rumah. Dia merasa lebih kesepian dan terasing dari sebelumnya.
Suatu malam, Amélie menerima telepon dari ibunya. Ibunya mengatakan bahwa Rinri telah ditemukan. Dia berada di Jepang, bersama keluarganya.
Amélie lega dan bahagia. Dia memutuskan untuk pergi ke Jepang untuk menemui Rinri. Dia ingin memberitahunya bahwa dia memikirkannya dan bahwa dia merindukannya.
Amélie tiba di Jepang dan menemukan Rinri. Mereka bertemu kembali di taman dan saling berpelukan. Rinri mengatakan kepada Amélie bahwa dia merindukannya juga dan bahwa dia tidak akan pernah melupakannya.
Amélie dan Rinri menghabiskan waktu bersama di Jepang, menjelajahi kota dan mempelajari budaya. Amélie menyadari bahwa dia telah menemukan tempatnya di dunia. Dia tidak lagi merasa seperti orang asing. Dia telah menemukan rumahnya dalam persahabatan dan cinta.
Amélie kembali ke Belgia, tetapi dia bukan lagi orang yang sama. Dia telah menemukan tujuannya dalam hidup. Dia ingin membantu orang lain menemukan tempat mereka di dunia. Dia menjadi seorang penulis dan menulis buku tentang pengalamannya. Bukunya menjadi sukses besar dan diterjemahkan ke dalam banyak bahasa.
Amélie akhirnya menemukan kebahagiaan dan pemenuhan. Dia belajar untuk mencintai dirinya sendiri dan untuk menerima perbedaan orang lain. Dia belajar bahwa rumah bukanlah tempat, tetapi orang.
Artikel ini membantu Anda memahami film lebih dalam.