ALICE - Cerita Lengkap

Layar Bioskop
⏱️ 5 menit membaca

ACT 1 (Setup)

Alice, seorang wanita kulit hitam yang diperbudak di sebuah perkebunan kapas di Georgia, pada tahun 1800-an. Dia hidup dalam kondisi yang keras, dipaksa bekerja dari pagi hingga malam di bawah pengawasan kejam pemilik perkebunan, Paul. Alice menikahi Joe, sesama budak yang penuh cinta dan harapan. Pernikahan mereka dilangsungkan oleh seorang pendeta kulit hitam di tengah malam, diam-diam dan penuh risiko. Mereka bermimpi tentang kehidupan yang lebih baik, bebas dari rantai perbudakan, namun mimpi itu tampak jauh dan mustahil.

Alice sangat penasaran tentang dunia di luar perkebunan. Dia sering bertanya kepada sesama budak tentang rumor dan cerita yang mereka dengar tentang kebebasan. Paul, melihat kecerdasan dan keingintahuan Alice, mencoba memanipulasinya dengan memberinya sedikit pendidikan dan membacakan ayat-ayat Alkitab yang mendukung perbudakan. Alice pura-pura menerima ajaran Paul, sambil menyimpan rasa ingin tahu dan kerinduannya akan kebebasan.

Suatu hari, Joe menghilang setelah mencoba melarikan diri. Alice hancur dan mencari Joe tanpa henti. Dia bertanya kepada semua orang, tetapi tidak ada yang tahu keberadaan Joe. Paul mengklaim Joe telah melarikan diri dan tidak akan pernah kembali. Alice, meskipun patah hati, tidak menyerah harapan. Dia percaya bahwa Joe masih hidup dan suatu hari mereka akan bersatu kembali.

Saat bekerja di ladang, Alice melihat seorang anak laki-laki bernama Caleb menyembunyikan sesuatu. Dia mengikuti Caleb dan menemukan sebuah lubang yang menuju ke dunia luar perkebunan. Alice sangat terkejut dan ragu-ragu, tetapi dorongan untuk mencari Joe dan menemukan kebebasan terlalu kuat. Dia memutuskan untuk melarikan diri melalui lubang tersebut.

ACT 2 (Conflict)

Alice merangkak melalui lubang dan menemukan dirinya di jalan raya yang ramai dengan mobil dan lampu. Dia tercengang dan ketakutan. Dunia yang dia lihat sangat berbeda dari perkebunan yang dia kenal. Seorang pengemudi truk yang baik hati, Frank, melihat Alice yang kebingungan dan menawarkan bantuan. Alice, yang tidak tahu apa-apa tentang dunia modern, awalnya ketakutan, tetapi Frank berhasil meyakinkannya bahwa dia tidak akan menyakitinya.

Frank membawa Alice ke rumahnya di sebuah kota kecil. Alice sangat terkejut dengan semua yang dia lihat: rumah dengan listrik, televisi, telepon, dan mobil. Frank menjelaskan kepada Alice bahwa dia berada di tahun 1973. Alice sulit mempercayai semua ini, tetapi bukti di sekitarnya terlalu kuat untuk diabaikan. Dia menyadari bahwa dia telah melakukan perjalanan waktu.

Frank membantu Alice beradaptasi dengan dunia modern. Dia mengajarinya membaca dan menulis, cara menggunakan telepon dan televisi, dan cara berpakaian seperti wanita di tahun 1970-an. Alice belajar dengan cepat dan sangat berterima kasih kepada Frank atas kebaikannya. Namun, dia masih dihantui oleh masa lalunya dan kerinduannya akan Joe.

Alice mulai mencari tahu tentang sejarah perbudakan dan perjuangan hak-hak sipil. Dia membaca buku, menonton film dokumenter, dan berbicara dengan orang-orang tentang pengalaman mereka. Alice sangat marah dan sedih ketika mengetahui tentang kekejaman dan ketidakadilan yang dialami oleh orang-orang kulit hitam di Amerika. Dia menyadari bahwa perjuangan untuk kebebasan belum berakhir.

Alice memutuskan untuk menggunakan pengetahuannya tentang masa lalu dan keterampilan barunya untuk membantu orang lain. Dia bergabung dengan gerakan hak-hak sipil dan mulai berbicara tentang pengalamannya sebagai budak. Kata-kata Alice sangat kuat dan menginspirasi banyak orang. Dia menjadi simbol harapan dan kekuatan bagi komunitas kulit hitam.

ACT 3 (Climax)

Paul, pemilik perkebunan yang telah melakukan perjalanan waktu bersama Alice, muncul kembali. Dia telah menyesuaikan diri dengan dunia modern dan menjadi pengusaha sukses yang korup. Paul mengenali Alice dan berusaha untuk membawanya kembali ke bawah kendalinya. Dia menggunakan kekayaannya dan pengaruhnya untuk menekan Alice dan menyebarkan kebohongan tentang dirinya.

Alice tidak takut pada Paul. Dia telah belajar banyak selama berada di tahun 1973 dan menjadi wanita yang kuat dan mandiri. Dia menolak untuk kembali ke perbudakan dan berjanji untuk melawan Paul sampai akhir. Alice mengumpulkan dukungan dari teman-temannya dan komunitas hak-hak sipil. Mereka bersatu untuk melawan Paul dan mengungkap kejahatannya.

Alice dan Paul berhadapan dalam pertempuran hukum dan media. Paul menggunakan segala cara untuk menghancurkan Alice, tetapi Alice tidak menyerah. Dia terus berbicara kebenaran dan mengungkapkan kejahatan Paul. Pada akhirnya, kebenaran menang. Paul terungkap sebagai seorang penjahat dan kejam, dan dia ditangkap dan diadili atas kejahatannya.

ACT 4 (Resolution)

Setelah Paul ditangkap, Alice merasa lega dan damai. Dia telah membalas dendam atas semua penderitaannya dan membantu orang lain untuk mendapatkan kebebasan. Alice memutuskan untuk tetap di tahun 1973 dan terus berjuang untuk hak-hak sipil. Dia tahu bahwa masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan, tetapi dia yakin bahwa suatu hari semua orang akan diperlakukan dengan adil dan setara.

Alice tidak pernah melupakan Joe. Dia terus berharap bahwa suatu hari mereka akan bersatu kembali. Suatu hari, dia menerima surat dari seorang pria tua yang mengklaim sebagai kerabat Joe. Pria itu mengatakan bahwa Joe berhasil melarikan diri dari perkebunan dan hidup dalam kebebasan. Alice sangat senang mendengar kabar ini.

Alice bertemu dengan kerabat Joe dan mendengar cerita tentang keberanian dan ketekunan Joe. Dia mengetahui bahwa Joe telah membantu banyak budak melarikan diri dari perbudakan. Alice bangga dengan Joe dan tahu bahwa mereka akan selalu terhubung, meskipun mereka terpisah oleh waktu dan ruang. Alice melanjutkan hidupnya dengan damai dan tujuan. Dia telah menemukan kebebasan dan menggunakan kebebasannya untuk membantu orang lain. Kisah Alice menjadi legenda, inspirasi bagi generasi mendatang untuk berjuang demi keadilan dan kesetaraan.

Artikel ini membantu Anda memahami film lebih dalam.

📖 Lihat Selengkapnya