Algiers - Cerita Lengkap
ACT 1 (Setup)
Di jantung Algiers, di wilayah labirin Kasbah, hidup Pepe le Moko, seorang pencuri perhiasan terkenal asal Paris yang bersembunyi dari pihak berwajib Prancis. Kasbah, dengan gang-gang sempitnya dan populasi yang padat, menawarkan perlindungan yang sempurna. Pepe, yang menikmati status legenda di antara penduduk lokal, hidup mewah dan terlindungi, meskipun terkurung di dalam batas-batas Kasbah. Ia menghabiskan waktunya dengan bermain kartu, minum-minum, dan mengenang masa lalunya di Paris. Ines, kekasih setia Pepe, sangat mencintainya dan cemburu pada siapapun yang berpotensi merebut hatinya. Kehadiran inspektur Slimane, seorang polisi berkebangsaan Aljazair yang bekerja untuk Prancis, terus menjadi ancaman laten, karena Slimane sabar menunggu kesempatan untuk menangkap Pepe. Slimane tahu bahwa Pepe tidak akan pernah meninggalkan Kasbah, menjadikannya perangkap emas bagi penjahat itu. Ia perlahan memperketat jaringan di sekitarnya, memanfaatkan informan dan mengamati pergerakan Pepe. Pepe, meskipun berhati-hati, mulai merasa bosan dengan kurungan sukarelanya.
ACT 2 (Conflict)
Saat suasana pengap dan terpencil Kasbah mulai membebani Pepe, seorang wisatawan cantik dan kaya raya bernama Gaby (Gabby) tiba di Algiers. Gaby, yang berasal dari Paris, segera menarik perhatian Pepe. Ia terpesona oleh kecantikan, keanggunan, dan aroma Paris yang melekat padanya. Pepe dan Gaby saling bertemu pandang di sebuah restoran, dan Pepe, yang terpesona, langsung terpikat. Mereka mulai menjalin hubungan yang penuh gairah dan romansa terlarang. Ines, yang menyadari perubahan pada Pepe, dilanda kecemburuan dan ketakutan akan kehilangan pria yang dicintainya. Slimane melihat kesempatan dalam kelemahan Pepe terhadap Gaby. Ia menyadari bahwa perasaan Pepe terhadap wanita itu dapat membuatnya melakukan kesalahan yang fatal, yang akan membawanya keluar dari Kasbah dan langsung ke tangannya. Slimane mulai secara halus memanipulasi situasi, menggunakan informan dan desas-desus untuk memperkeruh hubungan Pepe dan Gaby, serta meningkatkan rasa frustrasi Pepe terhadap kurungannya. Ia menyebarkan informasi tentang keberangkatan Gaby dari Algiers menggunakan kapal pesiar, berharap Pepe akan nekat mengejar wanita itu.
ACT 3 (Climax)
Pepe, yang dibutakan oleh cinta dan kerinduannya akan Paris, memutuskan untuk mengambil risiko besar. Ia berencana untuk menyusul Gaby di kapal pesiar yang akan berlayar dari pelabuhan Algiers. Ines, yang hancur hatinya dan marah, berusaha memperingatkan Pepe tentang bahaya yang menantinya, tetapi Pepe mengabaikannya, yakin bahwa ia dapat lolos dari cengkeraman polisi. Ia menyusun rencana pelarian yang rumit, mengandalkan bantuan teman-temannya di Kasbah dan menggunakan jaringan terowongan rahasia. Namun, rencana tersebut bocor ke Slimane melalui informan Ines yang putus asa, yang berharap dapat mencegah Pepe melarikan diri dan kembali padanya. Saat Pepe mencoba meninggalkan Kasbah, ia dihadang oleh Slimane dan pasukannya. Terjadi kejar-kejaran sengit melalui gang-gang sempit, dengan Pepe berhasil menghindari penangkapan untuk sementara waktu. Akhirnya, Pepe terpojok di dermaga, tepat saat kapal pesiar yang membawa Gaby akan berangkat.
ACT 4 (Resolution)
Dalam adegan yang menegangkan, Pepe melihat Gaby di dek kapal, tatapan mereka bertemu untuk terakhir kalinya. Gaby memohon padanya untuk menyerah dan naik ke kapal, tetapi Pepe tahu bahwa ia telah kalah. Ia sadar bahwa ia tidak dapat lolos dari Slimane, dan ia tidak ingin Gaby melihatnya ditangkap dan dipermalukan. Dengan putus asa, Pepe mengeluarkan pistolnya dan menembak dirinya sendiri, memilih kematian daripada ditangkap dan dikembalikan ke Prancis. Slimane, yang menyaksikan adegan itu dengan tenang, merasa pahit kemenangan. Gaby, yang menyaksikan kejadian mengerikan itu dari kapal pesiar, menjerit dalam kesedihan. Kisah cinta Pepe le Moko berakhir tragis, menjadi legenda di lorong-lorong Kasbah dan sebuah pengingat tentang kekuatan cinta, kerinduan, dan takdir yang tak terhindarkan. Ines, yang berduka atas kematian Pepe, tetap di Kasbah, selamanya dihantui oleh pilihan yang ia buat. Kasbah kembali tenang, tetapi bayangan Pepe le Moko akan selalu ada di sana.
Artikel ini membantu Anda memahami film lebih dalam.