Aimee Comes First - Cerita Lengkap
ACT 1 (Setup)
Film dibuka dengan Aimee, seorang wanita karir yang sukses dan ambisius di usia akhir dua puluhan. Dia bekerja di sebuah perusahaan periklanan ternama di kota besar. Aimee sangat fokus pada karirnya, bekerja lembur secara teratur dan selalu berusaha melampaui ekspektasi atasannya. Dia memiliki apartemen yang mewah dan sering menghabiskan malam minggunya menghadiri acara networking atau mengejar tenggat waktu pekerjaan. Dalam kehidupan pribadinya, Aimee menjalin hubungan dengan seorang pria bernama David, seorang dokter yang tampan dan penyayang. Hubungan mereka tampak stabil, namun Aimee seringkali lebih memprioritaskan pekerjaan daripada David.
Suatu hari, Aimee menerima promosi yang sangat dia idam-idamkan. Dia ditunjuk sebagai kepala departemen kreatif, mengungguli rekan-rekannya yang lain. Kemenangan ini dirayakan dengan pesta besar di kantor, di mana Aimee menjadi pusat perhatian. Namun, kebahagiaan Aimee sedikit ternoda ketika dia menyadari bahwa promosi ini berarti dia harus bekerja lebih keras lagi, dengan jam kerja yang lebih panjang dan tanggung jawab yang lebih besar. David, meskipun turut berbahagia untuk Aimee, mengungkapkan kekhawatiran tentang keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi mereka.
Kemudian, Aimee diperkenalkan kepada klien baru yang sangat penting bagi perusahaan, seorang pengusaha teknologi yang eksentrik dan kaya raya bernama Julian. Julian memiliki visi yang unik dan menantang untuk kampanye periklanan yang dia inginkan, dan dia menaruh kepercayaan penuh pada Aimee untuk mewujudkannya. Aimee merasa tertantang dan terinspirasi oleh ide-ide Julian, dan dia berkomitmen untuk memberikan yang terbaik.
ACT 2 (Conflict)
Sejak Aimee mulai mengerjakan kampanye Julian, dia semakin tenggelam dalam pekerjaannya. Dia menghabiskan hampir seluruh waktunya di kantor, berkolaborasi dengan timnya dan memenuhi permintaan Julian yang terus berubah. Dia mulai mengabaikan David, seringkali membatalkan janji kencan mereka di menit-menit terakhir atau terlambat pulang. David merasa diabaikan dan tidak dihargai, dan dia mulai meragukan masa depan hubungan mereka.
Aimee juga mulai merasakan tekanan dari atasannya di perusahaan, yang menginginkan kampanye Julian sukses besar. Dia berada di bawah tekanan yang luar biasa untuk memenuhi ekspektasi semua orang, dan dia mulai merasa kewalahan. Dia kesulitan menyeimbangkan pekerjaan, hubungan, dan kesehatannya. Dia mulai kurang tidur, makan tidak teratur, dan seringkali merasa stres dan cemas.
Konflik memuncak ketika David memberi Aimee ultimatum. Dia mengatakan bahwa dia tidak bisa terus berada dalam hubungan di mana dia selalu menjadi prioritas kedua. Dia meminta Aimee untuk memilih antara karirnya dan dirinya. Aimee merasa bingung dan tidak tahu harus berbuat apa. Dia mencintai David, tetapi dia juga sangat bersemangat dengan pekerjaannya dan tidak ingin kehilangan kesempatan untuk membuktikan dirinya.
Aimee mencoba berbicara dengan Julian tentang masalahnya, berharap dia bisa memberikan beberapa saran atau pengertian. Namun, Julian hanya peduli dengan kesuksesan kampanye. Dia mendesak Aimee untuk terus bekerja keras dan mengabaikan masalah pribadinya. Aimee merasa semakin terisolasi dan sendirian.
ACT 3 (Climax)
Hari peluncuran kampanye Julian tiba. Aimee dan timnya telah bekerja tanpa henti selama berbulan-bulan untuk memastikan semuanya berjalan lancar. Namun, tepat sebelum acara dimulai, terjadi masalah teknis yang serius yang mengancam untuk menggagalkan seluruh kampanye. Aimee harus mengambil tindakan cepat dan mengatasi masalah tersebut di bawah tekanan yang luar biasa.
Sementara Aimee berjuang untuk menyelamatkan kampanye, David tiba di acara peluncuran. Dia memutuskan untuk memberikan Aimee satu kesempatan terakhir. Dia menonton Aimee bekerja keras dan melihat betapa bersemangat dan berdedikasinya dia. Dia menyadari bahwa dia mencintai Aimee apa adanya, dengan semua kekurangannya dan ambisinya.
Akhirnya, Aimee berhasil memperbaiki masalah teknis tepat waktu. Kampanye Julian diluncurkan dengan sukses besar. Aimee menerima pujian dari semua orang, termasuk Julian dan atasannya. Namun, di tengah perayaan, Aimee menyadari bahwa dia telah mengorbankan terlalu banyak untuk mencapai kesuksesan ini. Dia telah mengabaikan David, kesehatannya, dan kebahagiaannya sendiri.
Aimee memutuskan untuk membuat perubahan. Dia menarik diri dari perayaan dan mencari David. Dia meminta maaf atas semua yang telah dia lakukan dan berjanji untuk memprioritaskan hubungan mereka. David memaafkan Aimee, dan mereka berpelukan.
ACT 4 (Resolution)
Setelah acara peluncuran, Aimee membuat beberapa perubahan besar dalam hidupnya. Dia belajar untuk mendelegasikan tugas di tempat kerja dan tidak lagi bekerja lembur secara teratur. Dia meluangkan waktu untuk dirinya sendiri dan untuk David. Dia mulai berolahraga dan makan makanan yang sehat. Dia juga belajar untuk mengatakan "tidak" kepada orang-orang yang mencoba memanfaatkannya.
Aimee dan David melanjutkan hubungan mereka, dengan pemahaman dan penghargaan yang lebih besar satu sama lain. Mereka belajar untuk saling mendukung dan mengutamakan kebutuhan masing-masing. Aimee menyadari bahwa kesuksesan sejati tidak hanya diukur dengan pencapaian karir, tetapi juga dengan kebahagiaan dan hubungan yang bermakna dalam hidup.
Film berakhir dengan Aimee dan David berlibur bersama, menikmati waktu berkualitas satu sama lain. Aimee akhirnya menemukan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi, dan dia merasa bahagia dan terpenuhi. Dia belajar bahwa Aimee harus menjadi prioritas pertama, bukan hanya karirnya.
Artikel ini membantu Anda memahami film lebih dalam.