Abigail Before Beatrice - Cerita Lengkap

Layar Bioskop
⏱️ 4 menit membaca

ACT 1 (Setup)

Abigail, seorang wanita muda yang hidup di sebuah kota kecil, bekerja sebagai guru sekolah dasar. Dia menjalani kehidupan yang membosankan dan monoton, merasa terjebak dalam rutinitas yang sama setiap hari. Hubungannya dengan pacarnya, David, juga sedang tidak baik. David lebih fokus pada karirnya sebagai pengacara daripada menghabiskan waktu bersamanya. Abigail merasa diabaikan dan tidak dihargai.

Di sekolah, Abigail memperhatikan seorang murid baru bernama Lily yang pendiam dan penyendiri. Lily seringkali terlihat sedih dan tidak bersemangat. Abigail berusaha mendekati Lily dan mencari tahu apa yang sedang terjadi. Dia mengetahui bahwa Lily berasal dari keluarga yang bermasalah. Orang tuanya sering bertengkar dan Lily merasa tidak aman di rumah.

Suatu hari, Abigail menemukan sebuah buku diary tua di loteng rumahnya. Diary itu milik nenek buyutnya, Beatrice, yang hidup di kota yang sama seratus tahun yang lalu. Abigail mulai membaca diary Beatrice dan terpikat oleh kisah hidupnya. Beatrice adalah seorang wanita yang kuat dan mandiri yang berjuang untuk hak-hak perempuan di zamannya.

ACT 2 (Conflict)

Abigail semakin terinspirasi oleh kisah Beatrice dan memutuskan untuk mengubah hidupnya. Dia mulai mengikuti kelas melukis dan bergabung dengan kelompok aktivis lingkungan. Dia juga memutuskan untuk mengakhiri hubungannya dengan David karena merasa tidak bahagia bersamanya. David marah dan kecewa dengan keputusan Abigail, tetapi Abigail sudah bertekad untuk menjalani hidup yang lebih bermakna.

Sementara itu, Abigail semakin dekat dengan Lily. Dia menjadi mentor dan teman bagi Lily. Abigail membantu Lily untuk mengatasi masalahnya di rumah dan menemukan kepercayaan diri. Namun, hubungan mereka menjadi rumit ketika ibu Lily menuduh Abigail mencampuri urusan keluarga mereka.

Abigail juga menghadapi konflik di tempat kerjanya. Kepala sekolah tidak menyukai perubahan yang terjadi pada Abigail. Dia menganggap Abigail terlalu radikal dan khawatir bahwa aktivitas aktivisnya akan mencoreng nama baik sekolah. Abigail diancam akan dipecat jika tidak mengubah perilakunya.

Abigail merasa tertekan dan putus asa. Dia mulai meragukan keputusannya untuk mengubah hidupnya. Namun, dia teringat akan kisah Beatrice dan keberaniannya untuk melawan ketidakadilan. Abigail memutuskan untuk tidak menyerah dan terus berjuang untuk apa yang dia yakini benar.

ACT 3 (Climax)

Abigail dan kelompok aktivis lingkungan berencana untuk mengadakan demonstrasi besar-besaran di depan kantor perusahaan yang mencemari lingkungan. Abigail menjadi salah satu pemimpin demonstrasi tersebut. Demonstrasi itu berlangsung dengan damai, tetapi polisi datang dan membubarkan massa dengan kekerasan. Abigail ditangkap dan dipenjara.

Di penjara, Abigail merasa sendirian dan takut. Dia khawatir akan masa depannya. Namun, dia mendapatkan dukungan dari teman-temannya di kelompok aktivis dan dari Lily. Mereka datang mengunjunginya di penjara dan meyakinkannya untuk tidak menyerah.

Persidangan Abigail menjadi sorotan media. Banyak orang yang mendukung Abigail dan menganggapnya sebagai pahlawan. David, yang awalnya marah pada Abigail, mulai merasa bersalah dan menyesal atas perlakuannya. Dia memutuskan untuk menjadi pengacara Abigail dan membantunya memenangkan kasusnya.

Pada hari persidangan, Abigail memberikan pidato yang menyentuh hati. Dia berbicara tentang pentingnya menjaga lingkungan dan memperjuangkan hak-hak masyarakat. Dia juga berbicara tentang inspirasi yang dia dapatkan dari Beatrice. Hakim memutuskan untuk membebaskan Abigail dengan syarat dia harus melakukan pelayanan masyarakat.

ACT 4 (Resolution)

Abigail kembali ke kota kecilnya dan disambut sebagai pahlawan. Dia melanjutkan pekerjaannya sebagai guru dan terus aktif dalam kegiatan aktivis. Dia juga menjalin hubungan yang lebih dekat dengan Lily dan keluarganya.

David meminta maaf kepada Abigail dan mengakui kesalahannya. Abigail memaafkannya, tetapi mereka memutuskan untuk tetap berteman saja. Abigail menemukan kebahagiaan dan kedamaian dalam hidupnya. Dia belajar untuk menerima dirinya apa adanya dan untuk memperjuangkan apa yang dia yakini benar.

Abigail menyadari bahwa kisah Beatrice telah menginspirasinya untuk menjadi versi terbaik dari dirinya sendiri. Dia berjanji untuk terus menjaga warisan Beatrice dan untuk menginspirasi orang lain untuk melakukan hal yang sama. Film berakhir dengan Abigail membaca diary Beatrice di taman, dikelilingi oleh teman-teman dan keluarganya. Dia tersenyum, merasa bersyukur atas kehidupan yang telah diberikan kepadanya.

Artikel ini membantu Anda memahami film lebih dalam.

📖 Lihat Selengkapnya