Відпустка наосліп - Cerita Lengkap
ACT 1 (Setup)
Maxym, seorang pemuda Ukraina yang bekerja sebagai sound engineer, didiagnosis menderita penyakit yang membuatnya perlahan kehilangan penglihatannya. Dokter memprediksi ia akan buta total dalam waktu dekat. Maxym, yang kesulitan menerima kenyataan ini, memutuskan untuk menyembunyikan kondisinya dari semua orang, termasuk pacarnya, Anya. Ia takut kondisinya akan mengubah persepsi orang terhadapnya dan ia akan diperlakukan berbeda.
Untuk menutupi keterbatasannya, Maxym mulai mempelajari lingkungannya dengan lebih cermat, menghafal letak benda-benda di rumah dan kantornya. Ia juga mengandalkan indra pendengarannya untuk menavigasi dunia luar. Namun, usahanya ini sering kali membuatnya canggung dan menimbulkan kecurigaan.
Suatu hari, ia secara tidak sengaja mendengar percakapan Anya dengan sahabatnya. Anya merasa tertekan dengan Maxym yang tampak menjauh dan bersikap aneh. Ia tidak mengerti apa yang terjadi. Mendengar ini, Maxym semakin merasa bersalah dan terdorong untuk menjaga rahasianya.
Pada saat yang sama, Maxym memenangkan hadiah utama dalam sebuah kontes radio: perjalanan wisata ke kota yang tidak ia ketahui sama sekali. Ia melihat ini sebagai kesempatan terakhir untuk melihat dunia sebelum penglihatannya hilang sepenuhnya. Tanpa memberi tahu Anya tentang kondisinya atau ke mana ia pergi, Maxym berangkat untuk "liburan buta."
ACT 2 (Conflict)
Maxym tiba di kota yang ternyata adalah Islandia. Ia disambut oleh Alex, seorang wanita pemandu wisata yang ceria dan penuh semangat. Alex tidak tahu tentang kondisi Maxym dan memperlakukannya seperti wisatawan lainnya. Maxym mencoba untuk menyembunyikan ketidakmampuannya, tetapi ini menjadi semakin sulit karena pemandangan Islandia yang menakjubkan seringkali membutuhkan penglihatan yang baik untuk dinikmati sepenuhnya.
Selama tur, Maxym mengalami berbagai kejadian lucu dan memalukan saat ia berusaha menyembunyikan kondisinya. Ia tersandung, menabrak orang, dan salah menafsirkan petunjuk arah. Alex mulai curiga bahwa ada sesuatu yang disembunyikan Maxym, tetapi ia berasumsi bahwa Maxym hanya pemalu atau tidak berpengalaman dalam bepergian.
Di tengah perjalanan, Maxym bertemu dengan beberapa wisatawan lain yang membantunya. Seorang fotografer tua yang bijaksana menyadari bahwa Maxym kesulitan melihat dan menawarkan bantuannya tanpa menanyakan alasannya. Seorang anak kecil yang cerdas dan penasaran seringkali menjadi mata tambahan bagi Maxym, membimbingnya dan memberitahunya tentang apa yang ia lihat.
Meskipun ada bantuan dari orang lain, Maxym merasa semakin tertekan. Ia merindukan Anya dan merasa bersalah karena menyembunyikan kebenaran darinya. Ia juga mulai menyadari bahwa menyembunyikan kondisinya membuatnya kehilangan kesempatan untuk benar-benar menikmati perjalanan dan terhubung dengan orang-orang di sekitarnya.
ACT 3 (Climax)
Suatu malam, saat mengikuti tur melihat Aurora Borealis, penglihatan Maxym semakin memburuk. Ia hampir tidak bisa melihat apa pun. Dalam kepanikan, ia tersesat dari rombongan dan terdampar sendirian di tengah padang salju yang gelap.
Alex dan yang lainnya menyadari bahwa Maxym hilang dan segera melakukan pencarian. Alex, yang semakin curiga bahwa ada sesuatu yang salah dengan Maxym, mulai bertanya-tanya apakah hilangnya Maxym terkait dengan kondisi medis.
Saat Maxym tersesat, ia mengalami kilas balik tentang hubungannya dengan Anya. Ia ingat betapa ia mencintai Anya dan betapa ia takut kehilangannya. Ia menyadari bahwa menyembunyikan kebenaran hanya akan merusak hubungan mereka lebih jauh.
Akhirnya, Alex menemukan Maxym. Dalam momen yang emosional, Maxym mengungkapkan kebenaran tentang kondisinya kepada Alex. Alex terkejut, tetapi ia juga merasa kasihan dan simpati terhadap Maxym. Ia berjanji untuk membantunya.
ACT 4 (Resolution)
Dengan bantuan Alex, Maxym berhasil kembali ke hotelnya. Ia memutuskan untuk menelepon Anya dan mengakui semuanya. Awalnya, Anya marah dan kecewa karena Maxym telah menyembunyikan kebenaran darinya. Namun, setelah mendengar penjelasan Maxym, ia mengerti dan memaafkannya.
Anya memutuskan untuk terbang ke Islandia untuk menemui Maxym. Mereka bertemu kembali dalam adegan yang mengharukan. Anya berjanji untuk selalu berada di sisi Maxym dan membantunya menghadapi masa depan, apa pun yang terjadi.
Maxym dan Anya melanjutkan perjalanan mereka di Islandia bersama-sama. Kali ini, Maxym tidak lagi mencoba menyembunyikan kondisinya. Ia menerima bantuan dari Anya dan orang-orang di sekitarnya. Ia belajar untuk menikmati dunia dengan indra lainnya dan menemukan keindahan dalam hal-hal yang sebelumnya tidak ia perhatikan.
Film berakhir dengan Maxym dan Anya berjalan bergandengan tangan di bawah cahaya Aurora Borealis. Meskipun masa depan mereka tidak pasti, mereka menghadapinya bersama dengan cinta, keberanian, dan penerimaan. Maxym menyadari bahwa kebutaan bukanlah akhir dari segalanya, tetapi awal dari sebuah perjalanan baru yang penuh dengan kemungkinan. Ia belajar untuk melihat dunia dengan cara yang berbeda, dan menemukan bahwa cinta dan dukungan dari orang-orang di sekitarnya adalah hal yang paling penting.
Artikel ini membantu Anda memahami film lebih dalam.