강령: 귀신놀이 - Cerita Lengkap
ACT 1 (Setup)
Film dimulai dengan adegan malam yang mencekam di sebuah sekolah terpencil di pedesaan Korea. Sekelompok siswa SMA, dipimpin oleh Eun-seo, seorang gadis yang penasaran dan agak pemberani, berkumpul di ruang kelas yang gelap dan berdebu. Mereka berencana memainkan permainan pemanggilan arwah yang dikenal sebagai "Bunshinsaba," dengan harapan membangkitkan dan berkomunikasi dengan hantu. Alasan utama mereka adalah untuk menguji keberanian dan menghilangkan kebosanan, namun ada juga bisikan tentang legenda hantu seorang siswa yang meninggal di sekolah itu beberapa tahun lalu.
Eun-seo adalah otak di balik permainan ini, terinspirasi oleh cerita-cerita urban yang sering ia baca. Teman-temannya termasuk Ji-hoon, seorang pemuda skeptis yang awalnya menolak ide itu tetapi akhirnya ikut terlibat karena ketertarikannya pada Eun-seo. Ada juga So-hee, gadis penakut yang mudah terkejut dan terus-menerus merasa tidak nyaman, dan Tae-min, seorang anak laki-laki yang berusaha terlihat keren dan santai tetapi jelas-jelas gugup di dalam.
Mereka mempersiapkan ritual tersebut dengan hati-hati, mengikuti instruksi yang mereka temukan di internet. Mereka menggambar lingkaran dengan kapur di atas meja, menuliskan nama-nama mereka di sekeliling lingkaran, dan meletakkan koin di tengahnya. Eun-seo memimpin ritual tersebut, membacakan mantra pemanggilan arwah dengan suara yang sedikit gemetar, meminta Bunshinsaba untuk datang dan berkomunikasi dengan mereka.
Awalnya, tidak ada yang terjadi. Ji-hoon mencibir, menyebut semuanya omong kosong. Namun, tiba-tiba, lilin yang menerangi ruangan mulai berkedip-kedip. Angin dingin bertiup melalui ruangan, dan bayangan-bayangan aneh mulai menari di dinding. Koin di tengah meja mulai bergerak dengan sendirinya, menunjuk ke huruf-huruf di sekitar lingkaran.
Ketakutan mulai merayap ke dalam hati mereka. So-hee menjerit kecil, sementara Tae-min menggenggam tangannya dengan erat. Eun-seo, meskipun juga ketakutan, berusaha tetap tenang dan melanjutkan permainan. Mereka mulai mengajukan pertanyaan kepada Bunshinsaba, pertanyaan-pertanyaan sepele pada awalnya, tetapi kemudian semakin berani dan pribadi.
Bunshinsaba menjawab pertanyaan mereka, memberikan jawaban yang aneh dan menakutkan. Jawaban-jawaban itu mulai mengungkap rahasia-rahasia gelap tentang masa lalu sekolah dan kejadian-kejadian tragis yang pernah terjadi di sana. Mereka juga mulai menerima pesan-pesan peringatan yang ambigu.
ACT 2 (Conflict)
Setelah malam pemanggilan arwah, hal-hal aneh mulai terjadi pada para siswa. So-hee mulai mengalami penglihatan yang menakutkan, melihat sosok-sosok hantu di sudut matanya. Tae-min menjadi paranoid dan gelisah, terus-menerus merasa seperti ada yang mengawasinya. Ji-hoon, meskipun awalnya skeptis, mulai melihat kejadian-kejadian aneh yang tidak dapat dijelaskan.
Eun-seo, merasa bertanggung jawab atas apa yang terjadi, mencoba mencari tahu lebih lanjut tentang hantu yang mereka bangkitkan. Dia mulai melakukan penelitian di perpustakaan sekolah, mencari catatan-catatan lama dan artikel-artikel berita tentang kematian siswa di masa lalu. Dia menemukan kisah tentang seorang siswa bernama Kim Min-ji yang bunuh diri di sekolah itu beberapa tahun lalu karena perundungan yang kejam.
Eun-seo mulai percaya bahwa mereka telah membangkitkan roh Kim Min-ji, dan bahwa hantu itu sekarang mencari balas dendam pada orang-orang yang telah menyakitinya semasa hidupnya. Dia berusaha memperingatkan teman-temannya tentang bahaya yang mengintai, tetapi mereka tidak mempercayainya. Mereka berpikir bahwa dia hanya membayangkan semuanya, atau bahwa dia mencoba menakut-nakuti mereka.
Hubungan di antara para siswa mulai retak. Ji-hoon menyalahkan Eun-seo atas semua masalah yang mereka hadapi, sementara So-hee dan Tae-min semakin ketakutan dan menarik diri. Eun-seo merasa sendirian dan terisolasi, tetapi dia bertekad untuk menghentikan hantu itu sebelum melukai siapa pun.
Hantu Kim Min-ji mulai semakin agresif. Dia mulai menggunakan kekuatan gaibnya untuk meneror para siswa, menciptakan ilusi yang menakutkan, memindahkan benda-benda, dan bahkan mencoba menyakiti mereka secara fisik. So-hee menjadi korban pertama. Dia diserang oleh hantu itu di kamar mandi sekolah dan mengalami luka-luka yang serius.
Setelah serangan terhadap So-hee, para siswa akhirnya menyadari bahwa mereka berada dalam bahaya yang nyata. Mereka setuju untuk bekerja sama untuk menghentikan hantu itu, tetapi mereka tidak tahu bagaimana caranya. Eun-seo terus melakukan penelitiannya, mencari tahu tentang cara-cara untuk mengusir hantu dan menenangkan arwah yang marah.
ACT 3 (Climax)
Eun-seo menemukan sebuah ritual kuno yang dikatakan dapat mengusir hantu. Ritual tersebut melibatkan penggunaan jimat suci, pembacaan mantra, dan pengorbanan simbolis. Dia meyakinkan teman-temannya untuk membantunya melakukan ritual tersebut di ruang kelas tempat mereka pertama kali memanggil hantu itu.
Mereka mempersiapkan ritual tersebut dengan hati-hati, mengumpulkan semua bahan yang diperlukan dan mempelajari mantra-mantra tersebut. Namun, hantu Kim Min-ji mengetahui rencana mereka dan berusaha menggagalkan ritual tersebut. Dia menyerang mereka dengan kekuatan gaibnya, menciptakan ilusi-ilusi yang menakutkan dan mencoba memisahkan mereka.
Ji-hoon, Tae-min, dan Eun-seo berjuang melawan hantu itu, mencoba melindungi diri mereka sendiri dan menyelesaikan ritual tersebut. Mereka menggunakan jimat suci untuk menahan hantu itu, sementara Eun-seo membacakan mantra dengan suara yang kuat dan penuh keyakinan.
Hantu Kim Min-ji menjadi semakin marah dan kuat. Dia mengungkapkan masa lalunya yang tragis, menceritakan tentang bagaimana dia telah di-bully dan dianiaya oleh siswa lain, dan bagaimana dia akhirnya bunuh diri karena tidak tahan lagi. Dia bersumpah untuk membalas dendam pada semua orang yang telah menyakitinya, termasuk para siswa yang telah membangkitkan arwahnya.
Pertempuran antara para siswa dan hantu Kim Min-ji mencapai puncaknya. Ruang kelas dipenuhi dengan energi gaib. Benda-benda beterbangan, lilin padam, dan bayangan-bayangan menari di dinding. Eun-seo, dengan bantuan teman-temannya, berhasil menyelesaikan ritual tersebut.
ACT 4 (Resolution)
Mantra yang dibacakan Eun-seo mulai bekerja. Hantu Kim Min-ji menjerit kesakitan saat energinya mulai melemah. Cahaya suci terpancar dari jimat suci, membakar hantu itu dan memaksanya untuk mundur. Hantu itu mencoba melawan, tetapi usahanya sia-sia.
Akhirnya, hantu Kim Min-ji dikalahkan. Energinya menghilang, dan sosoknya memudar menjadi ketiadaan. Ruang kelas kembali tenang, dan cahaya lilin kembali bersinar.
Para siswa selamat, tetapi mereka terluka dan trauma. Mereka telah belajar pelajaran yang berharga tentang bahaya bermain-main dengan hal-hal gaib, dan tentang pentingnya menghormati orang mati. Mereka juga telah belajar tentang kekuatan persahabatan dan keberanian.
Setelah kejadian itu, sekolah itu dibersihkan dari hantu Kim Min-ji. Para siswa yang telah menyakitinya di masa lalu meminta maaf atas perbuatan mereka, dan makamnya dipugar dan dirawat dengan baik. Eun-seo, Ji-hoon, So-hee, dan Tae-min tetap berteman, dan mereka berjanji untuk tidak pernah memainkan permainan pemanggilan arwah lagi.
Film berakhir dengan adegan para siswa yang lebih tua dan lebih bijaksana mengunjungi makam Kim Min-ji. Mereka menaruh bunga di makamnya dan berdoa untuk kedamaian jiwanya. Mereka berharap bahwa dia akhirnya dapat menemukan kedamaian dan beristirahat dengan tenang.
Artikel ini membantu Anda memahami film lebih dalam.