凤楼传之灵狐传说 - Cerita Lengkap

Layar Bioskop
⏱️ 6 menit membaca

ACT 1 (Setup)

Di sebuah desa terpencil, hiduplah seorang pemuda bernama Li Wei, seorang sarjana miskin namun berbudi luhur. Li Wei tinggal bersama ibunya yang sakit-sakitan. Suatu hari, saat Li Wei sedang mengumpulkan kayu bakar di hutan, ia menemukan seekor rubah putih yang terperangkap dalam jerat pemburu. Merasa iba, Li Wei melepaskan jerat itu dan membebaskan rubah tersebut. Rubah putih itu menatap Li Wei dengan tatapan aneh seolah berterima kasih sebelum kemudian menghilang ke dalam hutan.

Malam harinya, Li Wei dikejutkan oleh ketukan di pintunya. Saat ia membuka pintu, ia melihat seorang wanita cantik yang basah kuyup karena hujan. Wanita itu memperkenalkan dirinya sebagai Bai Ling, seorang musafir yang tersesat dan meminta tempat berteduh untuk malam itu. Li Wei, meskipun miskin, tidak tega menolak permintaannya dan mempersilakannya masuk. Ibunya, yang merasakan aura aneh dari Bai Ling, menatapnya dengan curiga, tetapi Li Wei menenangkan ibunya dan menjamu Bai Ling dengan sederhana.

Bai Ling menceritakan kisah sedih tentang dirinya yang kehilangan keluarganya dan sedang mencari pekerjaan. Li Wei merasa kasihan padanya dan menawarkan Bai Ling untuk tinggal sementara di rumahnya. Bai Ling dengan senang hati menerima tawaran tersebut dan mulai membantu Li Wei merawat ibunya yang sakit. Kehadiran Bai Ling membawa keceriaan dan harapan baru bagi Li Wei dan ibunya. Mereka mulai terbiasa dengan kehadiran Bai Ling dan menganggapnya sebagai bagian dari keluarga mereka.

Sementara itu, di desa tersebut, tersebar rumor tentang keberadaan siluman rubah yang menculik pria. Kepala desa dan para pemburu mulai meningkatkan kewaspadaan dan mencari keberadaan siluman rubah tersebut. Li Wei mendengar rumor tersebut, tetapi ia tidak percaya bahwa Bai Ling adalah siluman rubah. Ia percaya bahwa Bai Ling adalah wanita baik hati yang membutuhkan bantuannya.

ACT 2 (Conflict)

Semakin lama Bai Ling tinggal bersama Li Wei, semakin dalam perasaan Li Wei padanya. Bai Ling juga tampaknya memiliki perasaan yang sama terhadap Li Wei. Mereka menghabiskan waktu bersama, berjalan-jalan di hutan, bercerita, dan berbagi mimpi. Li Wei bertekad untuk menikahi Bai Ling, tetapi ia khawatir tentang restu ibunya dan tentang bagaimana ia akan menghidupi Bai Ling dengan keadaannya yang miskin.

Suatu hari, ibu Li Wei jatuh sakit parah. Li Wei sangat khawatir dan mencoba mencari obat untuk ibunya. Bai Ling menawarkan diri untuk membantu Li Wei mencari obat, tetapi Li Wei menolaknya karena ia tidak ingin Bai Ling menanggung beban yang berat. Bai Ling, dengan kekuatannya sebagai siluman rubah, diam-diam pergi ke gunung untuk mencari ramuan ajaib yang dapat menyembuhkan penyakit ibu Li Wei.

Saat Bai Ling kembali dengan ramuan ajaib, ia dicegat oleh kepala desa dan para pemburu. Mereka menuduh Bai Ling sebagai siluman rubah yang menculik pria dan menyerang desa. Bai Ling mencoba membela diri, tetapi kepala desa dan para pemburu tidak percaya padanya. Mereka menyerang Bai Ling dengan senjata dan jimat pengusir setan.

Li Wei, yang menyusul Bai Ling, menyaksikan kejadian tersebut dengan kaget. Ia mencoba melindungi Bai Ling dari serangan para pemburu, tetapi ia tidak berdaya melawan mereka. Bai Ling, dengan kekuatan sihirnya, berhasil melarikan diri dari para pemburu dan kembali ke rumah Li Wei.

Sesampainya di rumah, Bai Ling memberikan ramuan ajaib kepada Li Wei untuk diberikan kepada ibunya. Setelah meminum ramuan tersebut, kondisi ibu Li Wei berangsur membaik. Li Wei sangat berterima kasih kepada Bai Ling, tetapi ia juga khawatir tentang keselamatan Bai Ling. Ia tahu bahwa kepala desa dan para pemburu tidak akan berhenti mengejar Bai Ling.

Bai Ling mengungkapkan jati dirinya yang sebenarnya kepada Li Wei. Ia mengakui bahwa ia adalah siluman rubah yang pernah ditolong oleh Li Wei di hutan. Ia mengatakan bahwa ia ingin membalas budi Li Wei dengan membantunya dan ibunya. Li Wei terkejut dengan pengakuan Bai Ling, tetapi ia tidak mengubah perasaannya terhadapnya. Ia tetap mencintai Bai Ling apa adanya.

ACT 3 (Climax)

Kepala desa dan para pemburu berhasil menemukan tempat persembunyian Bai Ling dan Li Wei. Mereka mengepung rumah Li Wei dan menyerang mereka. Bai Ling dan Li Wei melawan para pemburu dengan sekuat tenaga. Bai Ling menggunakan kekuatan sihirnya untuk melindungi Li Wei dan dirinya sendiri, sementara Li Wei menggunakan keberanian dan kecerdasannya untuk melawan para pemburu.

Pertempuran sengit terjadi antara Bai Ling dan Li Wei melawan kepala desa dan para pemburu. Banyak rumah di desa yang hancur akibat pertempuran tersebut. Bai Ling dan Li Wei terluka parah, tetapi mereka tidak menyerah. Mereka bertekad untuk melindungi satu sama lain.

Pada saat yang genting, ibu Li Wei keluar dari rumah dan mencoba menghentikan pertempuran tersebut. Ia mengatakan kepada kepala desa dan para pemburu bahwa Bai Ling adalah wanita baik hati yang telah membantu mereka. Ia juga mengatakan bahwa Bai Ling adalah tunangan Li Wei dan bahwa mereka akan segera menikah.

Kepala desa dan para pemburu tidak percaya pada perkataan ibu Li Wei. Mereka menuduh ibu Li Wei telah terkena sihir siluman rubah. Mereka bersikeras untuk menangkap Bai Ling dan membunuhnya.

Dalam keadaan putus asa, Bai Ling menggunakan seluruh kekuatannya untuk menciptakan penghalang sihir yang melindungi Li Wei dan ibunya. Penghalang sihir tersebut sangat kuat sehingga tidak ada yang bisa menembusnya. Bai Ling kemudian menghadapi kepala desa dan para pemburu sendirian.

Bai Ling bertarung dengan gagah berani melawan kepala desa dan para pemburu. Ia menggunakan seluruh kekuatan sihirnya untuk mengalahkan mereka. Akhirnya, Bai Ling berhasil mengalahkan kepala desa dan para pemburu. Namun, ia terluka parah dalam pertempuran tersebut.

ACT 4 (Resolution)

Setelah mengalahkan kepala desa dan para pemburu, Bai Ling ambruk ke tanah. Li Wei berlari menghampiri Bai Ling dan memeluknya erat-erat. Bai Ling mengatakan kepada Li Wei bahwa ia sangat mencintainya dan bahwa ia tidak menyesal telah bertemu dengannya.

Bai Ling kemudian menggunakan sisa kekuatannya untuk menyembuhkan luka-luka Li Wei dan ibunya. Setelah itu, Bai Ling berubah kembali menjadi rubah putih dan menghilang ke dalam hutan. Li Wei sangat sedih kehilangan Bai Ling, tetapi ia tahu bahwa Bai Ling akan selalu berada di hatinya.

Setelah kejadian tersebut, Li Wei menjadi lebih bijaksana dan kuat. Ia menggunakan pengetahuannya untuk membantu orang lain dan melindungi desanya. Ia juga tidak pernah melupakan Bai Ling, siluman rubah yang telah mengubah hidupnya.

Beberapa tahun kemudian, Li Wei bertemu dengan seorang wanita cantik yang sangat mirip dengan Bai Ling. Wanita itu memperkenalkan dirinya sebagai reinkarnasi dari Bai Ling. Li Wei sangat senang bertemu dengan reinkarnasi Bai Ling dan mereka akhirnya menikah dan hidup bahagia selamanya. Kisah cinta Li Wei dan Bai Ling menjadi legenda yang diceritakan turun temurun di desa tersebut. Mereka menjadi simbol cinta sejati yang tidak mengenal batas antara manusia dan siluman.

Artikel ini membantu Anda memahami film lebih dalam.

📖 Lihat Selengkapnya