ネムルバカ - Cerita Lengkap
ネムルバカ (Nemurubaka) dimulai dengan ACT 1 (Setup) di sebuah kota kecil yang tenang di Jepang. Kita diperkenalkan pada Iori, seorang pemuda yang bekerja serabutan dan menghabiskan sebagian besar waktunya untuk tidur. Dia sering terlambat, ceroboh, dan tampaknya tidak memiliki ambisi. Ibunya, yang sudah tua dan sakit-sakitan, terus-menerus khawatir tentang masa depannya. Iori tinggal di rumah bersamanya, membantu sebisanya namun seringkali lebih merepotkan daripada membantu. Kehidupan mereka sederhana dan kekurangan. Sementara itu, di kota yang sama, ada seorang ilmuwan eksentrik bernama Dr. Kijima yang sedang melakukan penelitian tentang gelombang otak dan potensi untuk mengendalikan mimpi. Dia percaya bahwa mimpi adalah kunci untuk memahami alam bawah sadar dan bahkan mungkin mengubah realitas. Dr. Kijima hidup menyendiri di laboratoriumnya yang berantakan, didorong oleh obsesi untuk memecahkan misteri mimpi. Iori bertemu Dr. Kijima secara tidak sengaja ketika dia mengantarkan barang ke laboratoriumnya. Dr. Kijima tertarik dengan kecenderungan Iori untuk tidur dan bermimpi, dan menawarkan kepadanya pekerjaan sebagai subjek penelitian. Iori, membutuhkan uang dan sedikit rasa ingin tahu, setuju.
ACT 2 (Conflict) dimulai ketika Iori mulai berpartisipasi dalam eksperimen Dr. Kijima. Dr. Kijima menggunakan serangkaian perangkat dan obat-obatan untuk memantau dan memanipulasi gelombang otak Iori saat dia tidur. Iori mulai mengalami mimpi yang semakin aneh dan intens. Mimpinya mulai kabur dengan kenyataan, dan dia kesulitan membedakan apa yang nyata dan apa yang hanya ilusi. Dalam mimpinya, Iori menemukan dunia yang fantastis dan berbahaya. Dia bertemu dengan karakter-karakter aneh dan menghadapi tantangan-tantangan yang menguji keberanian dan akalnya. Salah satu karakter penting dalam mimpinya adalah seorang wanita misterius yang membimbingnya dan memberinya petunjuk tentang bagaimana menavigasi dunia mimpi. Sementara itu, di dunia nyata, kondisi ibu Iori semakin memburuk. Iori merasa bersalah karena menghabiskan waktunya untuk eksperimen Dr. Kijima daripada merawat ibunya. Dia mulai mempertanyakan apakah penelitian Dr. Kijima benar-benar bermanfaat atau hanya membuatnya semakin kehilangan sentuhan dengan kenyataan. Dr. Kijima, di sisi lain, menjadi semakin terobsesi dengan kemajuan dalam penelitiannya. Dia mulai mengabaikan batasan etika dan mendorong Iori hingga batasnya. Dia yakin bahwa Iori adalah kunci untuk membuka potensi penuh dari pengendalian mimpi, dan dia bersedia melakukan apa saja untuk mencapai tujuannya. Konflik memuncak ketika Iori mulai kehilangan kendali atas mimpinya. Mimpinya mulai tumpang tindih dengan kenyataan, dan dia mulai mengalami halusinasi dan kebingungan saat dia bangun. Dia menyadari bahwa penelitian Dr. Kijima memiliki efek samping yang berbahaya, dan dia harus menemukan cara untuk menghentikannya sebelum dia benar-benar kehilangan akal sehatnya.
ACT 3 (Climax) terjadi ketika Iori memutuskan untuk menghentikan eksperimen Dr. Kijima. Dia menghadapi Dr. Kijima dan menuntut agar dia menghentikan penelitiannya. Dr. Kijima menolak, dengan alasan bahwa dia terlalu dekat dengan terobosan dan tidak bisa berhenti sekarang. Pertarungan terjadi antara Iori dan Dr. Kijima. Selama pertarungan, Iori secara tidak sengaja merusak salah satu perangkat Dr. Kijima, menyebabkan lonjakan energi yang kuat. Lonjakan energi tersebut membuka gerbang antara dunia mimpi dan dunia nyata, memungkinkan makhluk-makhluk dari mimpi untuk masuk ke dunia nyata. Kota kecil itu dengan cepat berubah menjadi kekacauan saat penduduknya mulai menghadapi mimpi buruk terburuk mereka yang menjadi kenyataan. Iori menyadari bahwa dia bertanggung jawab atas kekacauan yang terjadi, dan dia harus menemukan cara untuk menutup gerbang antara dunia mimpi dan dunia nyata. Bersama dengan wanita misterius dari mimpinya, yang sekarang muncul di dunia nyata, Iori memulai perjalanan berbahaya untuk mengembalikan keseimbangan dan menyelamatkan kotanya. Mereka harus menghadapi makhluk-makhluk menakutkan dari dunia mimpi dan mengalahkan Dr. Kijima, yang telah menjadi korban dari obsesinya sendiri dan sepenuhnya kehilangan sentuhan dengan kenyataan.
ACT 4 (Resolution) melihat Iori akhirnya menghadapi Dr. Kijima di jantung laboratoriumnya. Setelah pertempuran yang panjang dan sulit, Iori berhasil mengalahkan Dr. Kijima dan menutup gerbang antara dunia mimpi dan dunia nyata. Makhluk-makhluk dari dunia mimpi menghilang, dan kota kecil itu perlahan mulai kembali normal. Ibu Iori meninggal dunia dengan tenang di sampingnya, setelah sempat melihat sekilas putranya sebelum dia mampu mengendalikan mimpinya. Kematian ibunya memotivasinya untuk menjadi orang yang lebih baik. Iori memutuskan untuk menggunakan pengalaman dan pengetahuannya tentang mimpi untuk membantu orang lain mengatasi trauma dan ketakutan mereka. Dia membuka klinik terapi mimpi, di mana dia membantu pasien untuk menjelajahi dan mengendalikan mimpi mereka untuk mengatasi masalah psikologis mereka. Iori akhirnya menemukan tujuan hidupnya, dan dia menjadi seorang pria yang lebih baik dan lebih bertanggung jawab. Film ini berakhir dengan Iori sedang membantu seorang pasien dalam mimpinya, menunjukkan bahwa dia telah menemukan cara untuk menggunakan kekuatan mimpi untuk kebaikan. Dia tidak lagi menjadi "nemurubaka" (orang bodoh yang tidur), tetapi seorang pemuda yang telah bangun dan menemukan potensinya.
Artikel ini membantu Anda memahami film lebih dalam.