महावतार नरसिम्हा - Cerita Lengkap

Layar Bioskop
⏱️ 3 menit membaca

महावतार नरसिम्हा mengisahkan tentang kisah epik Narasimha, avatar Dewa Vishnu, dan perjuangannya melawan kejahatan yang diwujudkan oleh Hiranyakashipu, seorang raja iblis yang memperoleh kekebalan dari kematian di siang hari, malam hari, di dalam rumah, di luar rumah, oleh manusia, binatang, atau senjata apapun.

ACT 1 (Setup)

Cerita dimulai dengan pengenalan Hiranyakashipu, seorang raja iblis yang sangat berambisi untuk menguasai seluruh alam semesta. Ia melakukan pertapaan yang sangat berat selama bertahun-tahun untuk mendapatkan anugerah dari Dewa Brahma. Brahma, yang terkesan dengan keteguhan Hiranyakashipu, mengabulkan permintaannya, memberinya kekebalan yang nyaris sempurna dari kematian. Hiranyakashipu meminta agar ia tidak bisa dibunuh oleh manusia, binatang, di dalam rumah, di luar rumah, di siang hari, di malam hari, atau dengan senjata apapun. Dengan kekuatan ini, Hiranyakashipu mulai meneror para dewa dan manusia, memaksa mereka untuk menyembahnya sebagai tuhan.

Di tengah kekacauan ini, Lahirlah Prahlad, putra dari Hiranyakashipu, namun memiliki keyakinan teguh pada Dewa Vishnu. Sejak kecil, Prahlad menunjukkan bakti yang luar biasa kepada Vishnu, mengabaikan perintah ayahnya untuk menyembahnya. Hiranyakashipu, yang marah dan malu dengan pembangkangan putranya, mencoba berbagai cara untuk membunuh Prahlad. Dia mengirim Prahlad ke guru iblis, Shanda dan Amarka, dengan harapan mereka akan mencuci otaknya. Namun, Prahlad terus menyebarkan ajarannya tentang Dewa Vishnu kepada murid-murid lain.

ACT 2 (Conflict)

Hiranyakashipu semakin marah dengan kegagalan guru-guru tersebut dan memutuskan untuk mengambil tindakan sendiri. Dia memerintahkan para prajurit untuk melemparkan Prahlad dari tebing, meracuninya, dan bahkan melemparkannya ke dalam api. Namun, setiap upaya membunuh Prahlad gagal karena perlindungan Dewa Vishnu. Setiap kali bahaya mengancam, Vishnu turun tangan untuk menyelamatkan Prahlad, menunjukkan kekuatan dan kasih sayangnya kepada pengikut setianya.

Hiranyakashipu kemudian memerintahkan saudara perempuannya, Holika, yang memiliki jubah yang melindunginya dari api, untuk memanggang Prahlad hidup-hidup. Holika duduk di atas api unggun dengan Prahlad di pangkuannya. Namun, karena niat jahat Holika, jubah itu terbang dan melindungi Prahlad, sementara Holika terbakar menjadi abu. Peristiwa ini dirayakan hingga sekarang sebagai festival Holi, simbol kemenangan kebaikan atas kejahatan.

ACT 3 (Climax)

Terlepas dari semua upaya, Hiranyakashipu tidak dapat membunuh Prahlad. Dia mencemooh Prahlad dan menantang Dewa Vishnu untuk menunjukkan dirinya. Hiranyakashipu bertanya kepada Prahlad, "Di mana Vishnu-mu? Apakah dia ada di pilar ini?" Dengan keyakinan penuh, Prahlad menjawab, "Ya, dia ada di mana-mana." Hiranyakashipu, yang marah, menghancurkan pilar dengan gadanya.

Pada saat itu, dengan gemuruh yang memekakkan telinga, Dewa Narasimha muncul dari pilar tersebut. Narasimha adalah wujud Dewa Vishnu yang setengah manusia dan setengah singa. Kemunculannya memenuhi syarat untuk semua batasan anugerah Hiranyakashipu.

ACT 4 (Resolution)

Narasimha menyeret Hiranyakashipu ke ambang pintu istana (tidak di dalam maupun di luar), pada saat senja (tidak siang maupun malam), meletakkan Hiranyakashipu di pangkuannya (tidak di bumi maupun di langit), dan merobek-robek Hiranyakashipu dengan cakarnya (bukan senjata apapun). Dengan demikian, Hiranyakashipu tewas, mengakhiri tirani dan kejahatannya.

Para dewa dan manusia bersukacita atas kematian Hiranyakashipu. Prahlad dinobatkan sebagai raja dan memerintah dengan bijaksana dan adil, selalu mengingat Dewa Vishnu. Narasimha memberkati Prahlad dan menghilang, kembali ke Vaikuntha, tempat tinggal Dewa Vishnu. Kemenangan Narasimha atas Hiranyakashipu mengukuhkan kembali kekuatan kebaikan atas kejahatan, keimanan atas kesombongan, dan perlindungan ilahi bagi para pengikut yang saleh.

Artikel ini membantu Anda memahami film lebih dalam.

📖 Lihat Selengkapnya