موسی کلیم الله: به وقت طلوع - Cerita Lengkap

Layar Bioskop
⏱️ 4 menit membaca

Musa Kalimullah: Be Vaghte Tolou mengisahkan kehidupan Nabi Musa AS dari kelahirannya hingga pertemuannya dengan Tuhan di Gunung Sinai.

ACT 1 (Setup)

Film dibuka dengan mimpi buruk Fir'aun, raja Mesir yang lalim, yang ditafsirkan oleh para peramal sebagai pertanda lahirnya seorang anak laki-laki dari Bani Israil yang akan menggulingkan kekuasaannya. Fir'aun memerintahkan pembantaian semua bayi laki-laki yang lahir dari Bani Israil. Yoheved, ibu Musa, melahirkan Musa secara sembunyi-sembunyi dan menyembunyikannya selama beberapa bulan. Karena takut akan keselamatan putranya, Yoheved menempatkan Musa dalam sebuah keranjang dan menghanyutkannya di Sungai Nil.

Keranjang itu ditemukan oleh Asiah, istri Fir'aun, saat sedang mandi di sungai. Asiah merasakan kasih sayang yang mendalam kepada bayi itu dan membujuk Fir'aun untuk mengadopsi Musa. Musa tumbuh besar di istana Fir'aun sebagai seorang pangeran Mesir, tidak mengetahui asal-usulnya yang sebenarnya.

Musa, meskipun dibesarkan di lingkungan istana yang mewah, merasa tidak nyaman dengan penindasan yang dilakukan Fir'aun terhadap Bani Israil. Dia menyaksikan kekejaman yang dilakukan oleh tentara Mesir terhadap budak-budak Bani Israil dan merasa simpati kepada mereka. Suatu hari, Musa melihat seorang mandor Mesir memukuli seorang budak Israel hingga tewas. Dalam kemarahan, Musa membunuh mandor itu dan menyembunyikan mayatnya di pasir.

ACT 2 (Conflict)

Berita tentang pembunuhan mandor itu sampai ke telinga Fir'aun. Fir'aun marah dan memerintahkan agar Musa ditangkap dan dihukum mati. Musa melarikan diri dari Mesir dan menuju ke Midian. Di Midian, Musa bertemu dengan putri-putri Nabi Syuaib yang sedang menggembalakan kambing. Musa membantu mereka mengairi ternak mereka dan melindungi mereka dari para penggembala yang kasar.

Nabi Syuaib terkesan dengan keberanian dan kejujuran Musa dan mengundangnya untuk tinggal bersamanya. Musa setuju dan menikahi salah satu putri Nabi Syuaib, Shafura. Musa tinggal di Midian selama sepuluh tahun, bekerja sebagai penggembala untuk Nabi Syuaib. Selama masa pengasingannya, Musa merenungkan kehidupannya dan mulai mencari makna yang lebih dalam.

Suatu malam, saat sedang menggembalakan domba di dekat Gunung Sinai, Musa melihat api yang menyala di kejauhan. Dia mendekati api itu dan mendengar suara Tuhan memanggilnya dari semak yang menyala-nyala. Tuhan memerintahkan Musa untuk kembali ke Mesir dan membebaskan Bani Israil dari perbudakan. Tuhan memberikan Musa tongkat yang memiliki kekuatan ajaib dan memberinya mukjizat untuk meyakinkan Fir'aun dan Bani Israil.

ACT 3 (Climax)

Musa kembali ke Mesir bersama istrinya Shafura dan putranya. Dia bertemu dengan saudaranya, Harun, yang diangkat oleh Tuhan sebagai pembantunya. Musa dan Harun menghadap Fir'aun dan memintanya untuk membebaskan Bani Israil. Fir'aun menolak dan menantang Musa untuk menunjukkan bukti kekuasaannya.

Musa melemparkan tongkatnya ke tanah dan tongkat itu berubah menjadi ular besar. Fir'aun memanggil para penyihirnya untuk menandingi Musa. Para penyihir melemparkan tali dan tongkat mereka ke tanah dan tali dan tongkat itu berubah menjadi ular. Namun, ular Musa menelan semua ular para penyihir. Fir'aun tetap keras kepala dan menolak untuk membebaskan Bani Israil.

Tuhan mengirimkan sepuluh tulah ke Mesir untuk menghukum Fir'aun. Tulah-tulah itu termasuk perubahan air sungai Nil menjadi darah, serangan katak, nyamuk, lalat, kematian ternak, bisul, hujan es, belalang, kegelapan selama tiga hari, dan kematian anak sulung. Setelah tulah kematian anak sulung, Fir'aun akhirnya menyerah dan membiarkan Bani Israil pergi.

ACT 4 (Resolution)

Musa memimpin Bani Israil keluar dari Mesir. Fir'aun menyesal telah membiarkan Bani Israil pergi dan mengejar mereka dengan tentaranya. Bani Israil terjebak di tepi Laut Merah. Tuhan memerintahkan Musa untuk memukulkan tongkatnya ke laut. Laut terbelah menjadi dua, memungkinkan Bani Israil untuk menyeberang ke sisi lain. Ketika tentara Fir'aun mencoba menyeberang, laut menutup kembali dan menenggelamkan mereka semua.

Setelah menyeberangi Laut Merah, Musa membawa Bani Israil ke Gunung Sinai. Di Gunung Sinai, Musa menerima Sepuluh Perintah dari Tuhan. Musa menjadi nabi dan pemimpin Bani Israil. Film berakhir dengan Musa memimpin Bani Israil menuju tanah perjanjian, Palestina.

Artikel ini membantu Anda memahami film lebih dalam.

📖 Lihat Selengkapnya