Платформата - Cerita Lengkap
Платформата
ACT 1 (Setup)
Goreng, seorang pria yang memilih masuk secara sukarela, terbangun di sebuah sel beton yang dingin. Dia mendapati dirinya berada di sebuah penjara vertikal yang dikenal sebagai "Lubang". Temannya, Trimagasi, seorang narapidana tua yang membawa samurai tajam bersamanya, menjelaskan aturan sistem yang aneh itu. Sebuah platform berisi makanan mewah turun melalui lubang dari atas, berhenti di setiap tingkat selama beberapa menit. Narapidana di tingkat atas dapat makan sepuasnya, sementara mereka di tingkat bawah hanya mendapat sisa-sisa, atau bahkan tidak sama sekali. Makanan yang dimakan di luar waktu makan akan berakibat pada panas atau dingin ekstrem dalam sel. Goreng masuk dengan harapan mendapatkan diploma setelah enam bulan, membaca Don Quixote sebagai temannya. Trimagasi ada di sana karena pembunuhan tidak sengaja. Tingkat pertama mereka adalah 48. Mereka makan sepuasnya.
ACT 2 (Conflict)
Bulan berikutnya, mereka bangun di tingkat 171. Tidak ada makanan yang tersisa. Trimagasi menjelaskan bahwa inilah kehidupan di Lubang, beberapa bulan baik, beberapa bulan buruk. Untuk bertahan hidup, Trimagasi mulai memakan daging Goreng sedikit demi sedikit. Goreng berusaha untuk tidak memberi perlawanan. Akhirnya, Trimagasi membunuh dan memakan sebagian besar Goreng. Beberapa hari kemudian, platform turun dengan seorang wanita yang tampak seperti pekerja Lubang. Dia mencari anaknya yang hilang. Dia tidak tahu bahwa anaknya sudah meninggal. Trimagasi melihat kesempatan untuk makan. Dia mencoba menyerang wanita itu, namun Goreng, yang sangat lemah, berhasil membunuh Trimagasi. Dia kemudian memberi makan sisa daging Trimagasi kepada wanita itu.
Setelah itu, mereka turun ke tingkat 33. Wanita itu menjelaskan bahwa dia masuk ke Lubang secara sukarela untuk menemukan anaknya yang hilang. Dia percaya bahwa anaknya berada di salah satu tingkat bawah. Wanita itu pergi dari tingkat ke tingkat, mencari anaknya. Goreng mengikutinya, mencoba membantunya. Mereka melewati banyak narapidana yang putus asa dan kelaparan. Beberapa dari mereka mencoba menyerang mereka untuk mendapatkan makanan. Mereka bertahan.
ACT 3 (Climax)
Pada bulan berikutnya, Goreng terbangun di tingkat 6. Bersamanya adalah Imoguiri, mantan pegawai administrasi yang mencoba memperbaiki sistem dengan mengajukan petisi ke administrasi. Imoguiri berbagi jatah makanan yang kecil untuk dirinya sendiri dan Goreng dan mencoba meyakinkan para tahanan di tingkat bawah untuk hanya mengambil apa yang mereka butuhkan, sehingga semua orang bisa makan. Namun, tahanan di tingkat bawah mengabaikannya dan memakan semua yang ada di platform. Imoguiri, yang kecewa karena usahanya gagal, bunuh diri. Goreng terpaksa memakan Imoguiri untuk bertahan hidup.
Bulan berikutnya, Goreng terbangun di tingkat 202 dengan seorang narapidana Afrika-Amerika bernama Baharat. Mereka berdua menyadari betapa tidak efektifnya permintaan sukarela. Ketika platform tiba, Goreng memutuskan bahwa mereka harus menjaga platform bersih dan mengantarkan makanan ke semua orang di bawah. Mereka berkeliling di platform, memaksa tahanan lain untuk mengambil hanya makanan mereka. Mereka melawan banyak tahanan yang marah. Mereka berhasil mencapai tingkat bawah.
Mereka melihat seorang gadis kecil di tingkat 333. Goreng dan Baharat percaya bahwa ini adalah anak wanita yang dicari Goreng beberapa bulan lalu. Mereka memutuskan bahwa anak itu tidak boleh makan apa pun dari platform. Mereka akan mengirimnya kembali ke atas sebagai "pesan". Mereka menyimpan kue pana cotta yang utuh.
ACT 4 (Resolution)
Di bulan berikutnya, Goreng dan Baharat mulai turun menuju tingkat bawah. Goreng membayangkan Trimagasi berbicara dengannya, menasihatinya. Mereka melawan beberapa tahanan. Baharat tewas dalam perkelahian. Goreng terus turun bersama anak itu. Mereka akhirnya mencapai tingkat paling bawah.
Ketika platform berhenti di tingkat paling bawah, Goreng menyadari bahwa kue pana cotta utuh itu sendiri adalah pesan. Anak itu sendiri adalah pesan. Goreng naik ke platform dan meninggalkannya dengan anak itu. Platform mulai naik. Goreng tinggal di tingkat bawah, di mana dia bertemu lagi dengan Imoguiri. Imoguiri mengulurkan tangannya dan membimbing Goreng menjauh dari platform, menyiratkan bahwa Goreng telah meninggal dan dibebaskan dari Lubang. Anak itu, sebagai simbol harapan dan perubahan, naik ke atas. Pesan telah terkirim.
Artikel ini membantu Anda memahami film lebih dalam.