ファーストキス 1ST KISS - Cerita Lengkap
ACT 1 (Setup)
Film dimulai dengan Yumi Fukami, seorang gadis berusia 20 tahun yang mengalami gangguan kesehatan langka. Ia memiliki kondisi yang membuatnya terlihat dan bertindak seperti anak-anak, meskipun usianya sudah dewasa. Yumi tinggal di rumah sakit dan dirawat oleh kakaknya, Kazuki, seorang dokter yang sangat protektif dan berdedikasi. Kazuki sangat menyayangi adiknya dan melakukan segala yang mungkin untuk melindunginya dari dunia luar yang ia yakini terlalu kejam untuk Yumi. Yumi, di sisi lain, meskipun bergantung pada Kazuki, diam-diam merindukan kebebasan dan pengalaman seperti gadis seusianya.
Kita diperkenalkan pada karakter utama lainnya, Kento Kano, seorang fotografer muda yang tampan dan ceria. Kento sering mengunjungi rumah sakit untuk mengambil foto anak-anak sebagai bagian dari pekerjaannya. Suatu hari, Kento bertemu Yumi di taman rumah sakit. Awalnya, Kento mengira Yumi adalah anak kecil dan memperlakukannya seperti itu. Yumi merasa kesal karena ia ingin diperlakukan sebagai orang dewasa. Kazuki melihat interaksi mereka dan segera menjadi tidak menyukai Kento, merasa bahwa Kento berpotensi menyakiti Yumi.
Yumi diam-diam tertarik pada Kento dan mulai menghabiskan lebih banyak waktu di taman rumah sakit, berharap untuk bertemu dengannya lagi. Ia juga mulai berusaha lebih keras untuk menunjukkan bahwa ia bukan anak kecil, seperti berdandan dan mencoba bersikap lebih dewasa.
ACT 2 (Conflict)
Yumi dan Kento bertemu lagi, dan perlahan-lahan, mereka mulai membangun hubungan. Kento, setelah mengetahui bahwa Yumi bukan anak kecil, merasa bersalah karena awalnya salah mengira umurnya. Namun, ia terpesona oleh kepolosan dan keceriaan Yumi, dan ia mulai menyukainya. Yumi sangat senang karena ia akhirnya memiliki teman sebaya yang memperlakukannya dengan hormat.
Kazuki sangat menentang hubungan Yumi dan Kento. Ia khawatir Kento hanya memanfaatkan Yumi dan bahwa Yumi akan patah hati jika hubungan mereka tidak berhasil. Ia mencoba segala cara untuk menjauhkan mereka, bahkan sampai memindahkan Yumi ke kamar yang lebih jauh dari taman dan membatasi waktu yang boleh dihabiskan Yumi di luar.
Kento tidak menyerah. Ia terus berusaha untuk bertemu Yumi, meskipun harus menghadapi kemarahan Kazuki. Ia bahkan mulai membantu Yumi dengan perawatannya, membuktikan bahwa ia benar-benar peduli padanya. Yumi, di sisi lain, harus berjuang antara keinginannya untuk bersama Kento dan rasa sayangnya pada kakaknya. Ia tidak ingin menyakiti Kazuki, tetapi ia juga tidak ingin melepaskan kesempatan untuk merasakan cinta.
Ketegangan antara Kazuki dan Kento meningkat. Kazuki bahkan mencoba mengusir Kento dari rumah sakit, tetapi Kento menolak untuk pergi. Kento berjanji pada Kazuki bahwa ia akan melindungi Yumi dan tidak akan pernah menyakitinya.
ACT 3 (Climax)
Kondisi kesehatan Yumi mulai memburuk. Ia sering merasa sakit dan harus dirawat di rumah sakit lebih sering. Kazuki semakin khawatir dan semakin protektif terhadap Yumi. Ia menyalahkan Kento atas kondisi Yumi, merasa bahwa stres karena hubungan mereka memperburuk kesehatannya.
Yumi, meskipun sakit, bertekad untuk menghabiskan waktu sebanyak mungkin dengan Kento. Ia menyadari bahwa hidupnya mungkin tidak lama lagi, dan ia ingin merasakan kebahagiaan sejati sebelum terlambat. Suatu malam, Yumi kabur dari rumah sakit untuk bertemu Kento. Mereka menghabiskan malam bersama, berjalan-jalan di kota dan menikmati kebersamaan satu sama lain.
Keesokan harinya, Yumi ditemukan pingsan di taman. Ia dilarikan kembali ke rumah sakit dan kondisinya kritis. Kazuki sangat marah dan menyalahkan Kento atas kejadian itu. Ia melarang Kento untuk menemui Yumi lagi.
Kento sangat sedih dan merasa bersalah. Ia merasa bahwa ia telah gagal melindungi Yumi. Ia memutuskan untuk pergi dari hidup Yumi, merasa bahwa itu adalah yang terbaik untuknya.
ACT 4 (Resolution)
Yumi, setelah sadar, sangat terpukul mengetahui bahwa Kento telah pergi. Ia menyadari bahwa ia mencintai Kento dan tidak ingin hidup tanpanya. Ia memutuskan untuk berbicara dengan Kazuki dan menjelaskan perasaannya.
Yumi mengungkapkan pada Kazuki bahwa ia tahu kondisinya tidak baik, dan ia hanya ingin merasakan kebahagiaan sebelum terlambat. Ia juga menjelaskan bahwa Kento adalah orang yang membuatnya bahagia dan bahwa ia tidak ingin hidup tanpa cintanya.
Kazuki akhirnya mengerti. Ia menyadari bahwa ia terlalu protektif terhadap Yumi dan bahwa ia telah menghalangi kebahagiaannya. Ia memutuskan untuk membiarkan Yumi memilih jalan hidupnya sendiri.
Kazuki menemukan Kento dan menjelaskan situasinya. Ia meminta Kento untuk kembali ke Yumi dan memberikan kebahagiaan yang pantas ia dapatkan. Kento sangat senang dan segera kembali ke rumah sakit.
Kento dan Yumi bertemu lagi dan saling menyatakan cinta mereka. Mereka memutuskan untuk menghabiskan sisa waktu yang mereka miliki bersama, saling mencintai dan menghargai setiap momen. Film berakhir dengan Yumi dan Kento berjalan-jalan di taman, bergandengan tangan dan tersenyum bahagia. Meskipun mereka tahu bahwa waktu mereka bersama terbatas, mereka bertekad untuk membuat setiap momen berarti. Film ini menekankan pentingnya cinta, keluarga, dan menjalani hidup sepenuhnya, bahkan di tengah kesulitan.
Artikel ini membantu Anda memahami film lebih dalam.