劇場版総集編 呪術廻戦 懐玉・玉折 - Cerita Lengkap
ACT 1 (Setup)
Kisah dimulai dengan perkenalan Satoru Gojo dan Suguru Geto sebagai siswa SMA Jujutsu di Tokyo Prefectural Jujutsu High School. Mereka dikenal sebagai yang terkuat di antara para penyihir jujutsu dan sangat dekat sebagai sahabat. Yaga Masamichi, guru mereka, sering mengingatkan Gojo tentang pentingnya menjadi kuat untuk melindungi yang lemah, sebuah nasihat yang sering diabaikan oleh Gojo yang arogan.
Misi pertama yang signifikan adalah melindungi Riko Amanai, seorang gadis SMA yang merupakan Star Plasma Vessel, wadah bagi Tengen, seorang penyihir jujutsu abadi yang berperan penting dalam menjaga stabilitas dunia jujutsu. Amanai harus disatukan dengan Tengen melalui ritual fusi yang kompleks. Gojo dan Geto ditugaskan untuk melindunginya dari dua ancaman utama: kelompok agama fanatik bernama Q dan penyihir bayaran, Toji Fushiguro, yang dikenal sebagai Pembantai Penyihir.
Amanai diperkenalkan sebagai gadis ceria dan normal yang kesulitan menerima takdirnya. Gojo dan Geto, meskipun awalnya menganggap tugas ini hanya sebagai pekerjaan, mulai mengembangkan rasa sayang padanya. Mereka membawanya ke Okinawa untuk bersantai dan melarikan diri dari bahaya untuk sementara waktu. Di Okinawa, mereka menghabiskan waktu bersama, membangun hubungan yang lebih dalam dan menikmati momen kebersamaan.
ACT 2 (Conflict)
Q, kelompok agama yang menganggap Tengen sebagai ancaman, terus mengejar Amanai. Gojo dan Geto berhasil mengalahkan mereka beberapa kali, menunjukkan kekuatan dan kerja sama tim yang luar biasa. Pertarungan mereka berlangsung di berbagai lokasi, memperlihatkan kemampuan jujutsu mereka yang unik dan strategi yang cerdas. Gojo menunjukkan dominasinya dengan Teknik Tanpa Batas (Limitless) dan Mata Enam (Six Eyes), sementara Geto menggunakan Teknik Manipulasi Roh Terkutuk untuk mengendalikan roh-roh yang dikalahkannya.
Namun, ancaman yang paling berbahaya adalah Toji Fushiguro. Toji, yang memiliki Tubuh Surgawi (Heavenly Restriction), sebuah kondisi fisik yang membuatnya sangat kuat dan kebal terhadap energi terkutuk, mampu mengalahkan Gojo. Toji menggunakan berbagai senjata jujutsu dan taktik licik untuk menetralkan kemampuan Gojo, memanfaatkan celah dalam pertahanannya. Gojo terluka parah dan tampaknya kalah.
Geto mencoba melindungi Amanai dan melawan Toji, tetapi dia juga kewalahan oleh kekuatan dan strategi Toji. Meskipun Geto kuat, dia tidak sebanding dengan Toji dalam pertarungan fisik jarak dekat. Toji berhasil melukai Geto dan menculik Amanai, membawanya ke lokasi ritual fusi Tengen.
ACT 3 (Climax)
Toji tiba di lokasi fusi Tengen dan menghentikan ritual tersebut. Dia membunuh Amanai, menyelesaikan misinya. Gojo, yang selamat dari serangan Toji berkat kemampuan penyembuhannya dan adaptasi instingtifnya, kembali untuk membalas dendam.
Gojo dan Toji terlibat dalam pertarungan sengit lainnya. Kali ini, Gojo telah meningkatkan kemampuan Teknik Tanpa Batasnya dan menguasai domain expansion "Void Purple" (Unlimited Void), sebuah teknik yang sangat kuat yang dapat melumpuhkan lawannya. Toji, meskipun dengan kekuatan fisiknya yang luar biasa, tidak mampu menahan kekuatan Gojo yang baru ditemukan. Gojo akhirnya mengalahkan dan membunuh Toji.
Setelah kematian Amanai, Gojo dan Geto dihadapkan pada pilihan sulit. Mereka dapat membiarkan fusi dengan Tengen terjadi dengan tubuh pengganti, atau mereka dapat membawa mayat Amanai kembali ke Jujutsu High. Gojo pada awalnya berencana untuk membunuh semua pemimpin kelompok agama yang menyambut kematian Amanai dengan gembira, namun Geto meyakinkannya untuk tidak melakukannya, mengingatkannya akan tanggung jawab mereka sebagai penyihir jujutsu untuk melindungi yang lemah.
ACT 4 (Resolution)
Gojo dan Geto kembali ke Jujutsu High dengan perasaan kehilangan dan kebingungan. Mereka menyadari betapa rapuhnya kehidupan dan betapa beratnya tanggung jawab mereka sebagai penyihir jujutsu. Kematian Amanai berdampak besar pada kedua sahabat itu.
Setelah kejadian tersebut, Geto mulai meragukan perannya sebagai penyihir jujutsu. Dia mulai mempertanyakan mengapa dia harus melindungi orang-orang yang tidak menghargai pengorbanannya dan bahkan memusuhi para penyihir jujutsu. Beban tugas dan kekecewaan yang terus-menerus menumpuk pada Geto.
Geto kemudian melakukan pembantaian massal terhadap orang-orang non-penyihir di sebuah desa, yang menyebabkan dia dicap sebagai penyihir terkutuk dan diburu oleh komunitas jujutsu. Gojo, yang masih menganggap Geto sebagai sahabatnya, tidak dapat mempercayai bahwa Geto telah melakukan tindakan seperti itu.
Gojo dan Geto bertemu untuk terakhir kalinya. Mereka bertarung, tetapi Gojo tidak mampu membunuh Geto, sahabatnya. Geto membiarkan dirinya dikalahkan oleh Gojo, dan Gojo terpaksa menerima bahwa sahabatnya telah berubah menjadi musuh. Sebelum meninggal, Geto mengatakan kepada Gojo bahwa dia seharusnya mengutuk orang lain, bukan dirinya sendiri.
Kisah berakhir dengan Gojo yang berdiri sendirian, kehilangan sahabatnya dan dibebani oleh tanggung jawab untuk melindungi dunia dari kutukan. Pengalaman ini mengubah Gojo, membuatnya menjadi penyihir jujutsu yang lebih kuat dan lebih bijaksana, tetapi juga menyisakan luka yang mendalam. Peristiwa ini mengawali transformasi Gojo menjadi guru dan mentor bagi generasi penyihir jujutsu berikutnya, termasuk Yuji Itadori.
Artikel ini membantu Anda memahami film lebih dalam.