蛟龙行动 - Cerita Lengkap

Layar Bioskop
⏱️ 4 menit membaca

ACT 1 (Setup)

Di tengah laut lepas, kapal kargo Cina bernama "Linyi" diserang oleh bajak laut Somalia. Kapten kapal tewas, dan para kru disandera. Armada Angkatan Laut PLA (People's Liberation Army) dikerahkan, dipimpin oleh Komandan Gao Yun, untuk menyelamatkan sandera. Regu Jiaolong, pasukan khusus elit dari Angkatan Laut PLA, ditugaskan untuk memimpin operasi penyelamatan. Regu Jiaolong terdiri dari delapan anggota: Kapten Yang Rui, Wakil Kapten dan penembak jitu Gu Shun, penembak jitu tambahan Li Dong, ahli peledakan Zhang Tiande (Rock), operator komunikasi Song Yin, petugas medis Lu Chen, serta penembak mesin Xu Hong dan Zhang He. Mereka berhasil membebaskan kapal Linyi dan menyelamatkan para sandera. Namun, dalam pertempuran tersebut, mereka menyadari bahwa bajak laut hanyalah masalah kecil dibandingkan ancaman yang lebih besar: bahan nuklir "Yellow Cake" yang dicuri dari Afrika dan dijual ke kelompok teroris di negara fiktif Republik Yewaire.

ACT 2 (Conflict)

Regu Jiaolong diperintahkan untuk menuju Yewaire untuk menyelamatkan seorang warga negara Cina bernama Deng Mei, seorang jurnalis yang sedang menyelidiki perdagangan "Yellow Cake" dan disandera oleh kelompok teroris pimpinan Khaled. Khaled adalah seorang komandan yang kejam dan ambisius yang berencana menggunakan "Yellow Cake" untuk membuat bom kotor dan memicu perang saudara di Yewaire. Yewaire sendiri sedang dilanda perang sipil yang sengit antara pemerintah yang korup dan kelompok pemberontak yang terus bertempur.

Regu Jiaolong mendarat di Yewaire dan mulai mencari Deng Mei. Mereka bekerja sama dengan seorang informan lokal bernama Haani, yang membantu mereka menavigasi kota yang hancur dan menghindari patroli teroris. Mereka menemukan bahwa Deng Mei ditahan di sebuah markas teroris yang dijaga ketat. Dalam upaya penyelamatan, mereka terlibat dalam serangkaian baku tembak yang intens dengan para teroris. Lu Chen terluka parah saat memberikan pertolongan medis kepada Haani yang terkena tembakan.

Meskipun berhasil membebaskan Deng Mei, mereka mengetahui informasi mengerikan: Khaled berencana untuk melakukan serangan teroris besar-besaran di Yewaire dengan menggunakan "Yellow Cake". Khaled berencana menyerang penduduk sipil dan menyalahkan pemerintah, memicu perang saudara habis-habisan. Regu Jiaolong menyadari bahwa mereka harus menghentikan Khaled sebelum dia dapat melaksanakan rencananya.

ACT 3 (Climax)

Regu Jiaolong melacak Khaled ke sebuah benteng di padang pasir. Mereka melancarkan serangan habis-habisan untuk menghentikan Khaled dan merebut kembali "Yellow Cake". Pertempuran itu sangat brutal dan berdarah. Zhang Tiande tewas saat mencoba menjinakkan bom yang dipasang oleh Khaled. Xu Hong terluka parah.

Yang Rui memimpin pasukannya dalam serangan langsung ke jantung benteng. Gu Shun, sebagai penembak jitu, memberikan perlindungan dari kejauhan. Li Dong menyusup ke dalam benteng dan memberikan informasi penting tentang lokasi Khaled dan "Yellow Cake". Song Yin menggunakan keterampilan komunikasinya untuk mengoordinasikan serangan dan meminta bantuan dari pasukan pemerintah Yewaire.

Setelah pertempuran yang panjang dan sulit, Regu Jiaolong akhirnya berhasil menemukan Khaled. Yang Rui menghadapi Khaled dalam pertarungan satu lawan satu yang menegangkan. Yang Rui berhasil mengalahkan Khaled dan merebut kembali "Yellow Cake". Namun, dalam pertempuran tersebut, Yang Rui terluka.

ACT 4 (Resolution)

Dengan "Yellow Cake" yang aman, Regu Jiaolong mulai mengevakuasi diri dari Yewaire. Mereka menghadapi kesulitan besar karena kota itu dipenuhi dengan kekacauan dan kekerasan. Lu Chen meninggal karena luka-lukanya. Xu Hong, meskipun terluka parah, terus berjuang untuk membantu timnya.

Dalam perjalanan keluar, mereka disergap oleh sisa-sisa pasukan Khaled. Gu Shun, dengan keahlian menembak jitu yang luar biasa, memberikan perlindungan sementara tim yang terluka melarikan diri. Gu Shun akhirnya gugur setelah melindungi Deng Mei.

Akhirnya, Regu Jiaolong berhasil mencapai zona evakuasi. Mereka menaiki helikopter dan meninggalkan Yewaire. Meskipun mereka berhasil menghentikan Khaled dan merebut kembali "Yellow Cake," mereka harus membayar harga yang mahal. Mereka kehilangan dua anggota tim mereka, Zhang Tiande dan Gu Shun, dan Lu Chen meninggal setelah pertempuran. Yang Rui, meskipun terluka, memimpin timnya kembali ke rumah, membawa serta kenangan pahit dan pelajaran yang tak terlupakan tentang perang dan pengorbanan. Operasi Jiaolong berhasil mencegah bencana nuklir, dan Regu Jiaolong kembali ke rumah sebagai pahlawan. Mereka meratapi kehilangan teman-teman mereka dan berjanji untuk terus melayani negara mereka dengan kehormatan dan keberanian.

Artikel ini membantu Anda memahami film lebih dalam.

📖 Lihat Selengkapnya