النافورة - Cerita Lengkap

Layar Bioskop
⏱️ 4 menit membaca

ACT 1 (Setup)

Thomas Creo, seorang dokter dan ilmuwan saraf yang berdedikasi, sangat terobsesi untuk menemukan obat bagi tumor otak istrinya, Izzi Creo, seorang penulis yang kreatif dan penuh imajinasi. Izzi sedang menulis sebuah buku berjudul "The Fountain", sebuah kisah epik tentang seorang prajurit Spanyol, Tomás Verde, yang ditugaskan oleh Ratu Isabella untuk menemukan Pohon Kehidupan di Maya kuno. Kisah Izzi dan perjuangan Thomas berjalin erat, mencerminkan tema cinta, kematian, dan kehidupan abadi.

Kita diperkenalkan dengan tiga garis waktu yang berbeda, yang semuanya diperankan oleh Hugh Jackman dan Rachel Weisz dalam peran yang berbeda. Garis waktu pertama adalah tahun 2000, dengan Thomas sebagai dokter yang berjuang melawan waktu untuk menyelamatkan Izzi. Garis waktu kedua adalah tahun 1500, dengan Tomás sebagai prajurit yang setia kepada Ratu Isabella, yang terobsesi untuk menyelamatkan Spanyol dari Inkuisisi. Garis waktu ketiga adalah abad ke-26, dengan Tom sebagai pelancong luar angkasa yang melayang di dalam gelembung kehidupan di sepanjang pohon yang sekarat menuju nebula emas Xibalba, bintang tempat Izzi memberinya petunjuk untuk pergi.

Di tahun 2000, Thomas semakin terasing dari Izzi karena obsesinya pada pekerjaannya. Dia menolak untuk menghabiskan waktu bersamanya, selalu di laboratorium, bertekad untuk menemukan obat. Izzi, menyadari kematiannya yang akan datang, berusaha untuk menenangkan Thomas dan membuatnya menerima kenyataan tersebut. Dia memberinya kerangka bab dari bukunya, "The Fountain", dan memintanya untuk menyelesaikan bagian terakhir.

ACT 2 (Conflict)

Tomás Verde, di tahun 1500, menghadapi banyak rintangan dalam perjalanannya menuju Maya. Dia harus mengatasi hutan belantara yang berbahaya, melawan suku Maya yang melindungi Pohon Kehidupan, dan menghadapi keraguannya sendiri. Ratu Isabella menekankan pentingnya misinya, percaya bahwa Pohon Kehidupan akan memberikan keabadian dan menyelamatkan Spanyol.

Thomas, di tahun 2000, mengalami kemajuan dan kemunduran dalam penelitiannya. Dia menemukan bahwa ekstrak dari pohon tertentu di Guatemala menunjukkan harapan dalam mengobati tumor pada tikus, tetapi dia membutuhkan waktu untuk menguji coba obat tersebut pada manusia. Izzi, sementara itu, semakin memburuk dan meminta Thomas untuk berjanji bahwa dia akan menyelesaikan bukunya.

Tom, di abad ke-26, mengalami halusinasi dan kilas balik dari masa lalu. Dia merenungkan cintanya pada Izzi dan penyesalannya karena tidak berada di sisinya di saat-saat terakhirnya. Dia melakukan perjalanan dengan pohon yang sekarat, yang sekarang menjadi satu-satunya rekannya, berusaha untuk memahami maknanya semua ini. Dia melatih tubuh dan pikirannya, menggunakan Tai Chi untuk menjaga fokus dan keseimbangannya.

ACT 3 (Climax)

Izzi meninggal dunia, dan Thomas hancur. Dia tidak dapat menyelesaikan buku Izzi, terlalu sakit untuk berdamai dengan kehilangannya. Dia mengabaikan penelitiannya untuk sementara waktu, tenggelam dalam kesedihan. Namun, terdorong oleh ingatannya pada Izzi dan keinginan untuk menghormati warisannya, ia kembali ke laboratorium dan bekerja tanpa henti.

Tomás Verde akhirnya menemukan Pohon Kehidupan. Namun, seorang penjaga Maya menyerangnya. Setelah mengalahkannya, Tomás meminum getah dari pohon tersebut, yang memberinya penglihatan yang kuat dan mendalam. Dia menyaksikan kehidupan dan kematian berputar menjadi satu, memahami keabadian siklus alami. Dia menyadari bahwa kematian adalah bagian integral dari kehidupan.

Thomas akhirnya menemukan obat yang berhasil menyembuhkan tumor pada tikus. Dia menyuntikkan dirinya sendiri dengan obat tersebut, mengorbankan dirinya sendiri untuk menguji efektivitasnya. Dia mengalami efek samping yang aneh, tetapi juga merasakan harapan. Dia akhirnya duduk untuk menyelesaikan buku Izzi.

ACT 4 (Resolution)

Tom, di abad ke-26, mencapai Nebula Xibalba. Pohon yang dibawanya meledak menjadi mekar yang penuh dengan bunga-bunga putih, menandakan kelahiran kembali. Tom, sekarang sepenuhnya menerima kematian dan keabadian kehidupan, menjadi satu dengan alam semesta. Dia memahami bahwa Izzi tidak benar-benar mati, tetapi hidup dalam ingatannya dan dalam siklus kehidupan yang berkelanjutan.

Thomas, di tahun 2000, menyelesaikan buku Izzi, menuliskan bagian terakhir yang merangkum pesan tentang penerimaan, keabadian cinta, dan siklus kelahiran, kematian, dan kelahiran kembali. Adegan terakhir memperlihatkan Thomas menanam biji pohon di atas kuburan Izzi, melambangkan pertumbuhan kehidupan baru dari kematian.

Kisah berakhir dengan visual tiga cerita yang menyatu menjadi satu, menegaskan tema bahwa cinta adalah kekal dan bahwa kematian hanyalah bagian dari siklus kehidupan. Thomas akhirnya memahami pesan Izzi, bahwa hidup tidak harus dihindari, tetapi harus dirangkul sepenuhnya, termasuk kematian. Dia menemukan keabadian dalam cinta dan memori.

Artikel ini membantu Anda memahami film lebih dalam.

📖 Lihat Selengkapnya