キャンドルスティック - Cerita Lengkap
ACT 1 (Setup)
Film dibuka dengan pemandangan sebuah rumah besar yang terpencil dan mewah di tengah hutan yang berselimut salju. Kita diperkenalkan kepada Grace, seorang wanita muda yang datang ke rumah tersebut sebagai pengasuh untuk Billy, seorang anak laki-laki berusia delapan tahun yang lumpuh dan tidak bisa berbicara. Ibu Billy, Carol, adalah seorang wanita yang dingin dan menjaga jarak, sangat berduka atas kematian suaminya baru-baru ini. Carol menjelaskan bahwa Billy sangat traumatik dengan kejadian tersebut dan menjadi sangat tertutup. Selain Carol dan Billy, di rumah itu juga tinggal Eugene, paman Billy yang ramah dan sering menawarkan bantuan, dan juga Mrs. Wheatley, juru masak dan pengurus rumah tangga yang sudah lama bekerja di sana.
Grace merasa sedikit aneh dengan suasana di rumah itu. Billy, meskipun tidak bisa berbicara, mencoba berkomunikasi dengannya melalui tatapan mata dan gestur yang samar. Grace menyadari bahwa Billy tampaknya takut pada sesuatu atau seseorang di rumah itu. Selama beberapa hari pertama, Grace berusaha menjalin hubungan dengan Billy dan mencari tahu lebih banyak tentang latar belakang keluarganya. Dia menemukan foto-foto suami Carol yang meninggal dalam kecelakaan berburu, yang tampaknya sangat disayangkan.
Grace mulai mengalami kejadian-kejadian aneh. Dia mendengar suara-suara di malam hari, melihat bayangan-bayangan di sudut matanya, dan merasakan perasaan tidak nyaman seolah-olah ada yang mengawasinya. Dia bertanya kepada Mrs. Wheatley tentang sejarah rumah itu, tetapi Mrs. Wheatley hanya mengatakan bahwa rumah itu tua dan memiliki banyak cerita.
Suatu malam, Grace menemukan sebuah buku harian tersembunyi di kamar Billy. Buku harian itu penuh dengan gambar-gambar yang aneh dan menakutkan, serta tulisan-tulisan yang sulit dibaca. Grace menyadari bahwa buku harian itu milik Billy dan bahwa gambar-gambar itu mungkin merupakan representasi dari apa yang dia lihat atau rasakan.
ACT 2 (Conflict)
Grace mulai menyelidiki lebih dalam tentang kematian suami Carol. Dia menemukan bahwa kecelakaan berburu itu sebenarnya mencurigakan dan bahwa ada desas-desus tentang perselingkuhan dan sengketa keuangan. Grace mencurigai bahwa ada sesuatu yang disembunyikan dan bahwa kematian suami Carol mungkin bukan kecelakaan biasa.
Semakin dalam Grace menyelidiki, semakin sering dia mengalami kejadian-kejadian paranormal. Dia melihat penampakan sosok gelap di lorong-lorong, mendengar bisikan-bisikan di telinganya, dan merasakan kehadiran yang jahat di sekitarnya. Dia mulai percaya bahwa rumah itu dihantui oleh roh yang marah.
Grace berusaha berbicara dengan Carol tentang kecurigaannya, tetapi Carol menolak untuk percaya dan menyuruh Grace untuk tidak mencampuri urusan keluarganya. Carol menjadi semakin dingin dan menjaga jarak, dan Grace merasa semakin terisolasi di rumah itu.
Eugene, paman Billy, tampaknya bersimpati kepada Grace dan menawarkan bantuannya. Dia mengatakan kepada Grace bahwa dia juga merasakan sesuatu yang aneh di rumah itu dan bahwa dia percaya bahwa Billy mungkin tahu lebih banyak daripada yang dia katakan. Eugene menyarankan agar Grace mencoba berkomunikasi dengan Billy melalui cara lain selain kata-kata.
Grace mulai menggunakan papan Ouija untuk berkomunikasi dengan Billy. Melalui papan Ouija, Grace berhasil mengungkap beberapa informasi penting tentang kematian suami Carol. Dia menemukan bahwa suami Carol dibunuh oleh seseorang yang dekat dengannya dan bahwa Billy menyaksikan pembunuhan itu. Billy terlalu trauma untuk berbicara tentang apa yang dia lihat, tetapi dia bisa mengekspresikan ketakutannya melalui gambar-gambar dan tulisan-tulisan di buku hariannya.
ACT 3 (Climax)
Grace menyadari bahwa pembunuh suami Carol masih berada di rumah itu dan bahwa Billy dalam bahaya. Dia mencoba untuk memperingatkan Carol, tetapi Carol menolak untuk percaya dan menganggap Grace gila. Carol bahkan menuduh Grace mencoba mengambil keuntungan dari situasi keluarganya yang sedang berduka.
Malam itu, Grace mendengar suara berisik di kamar Billy. Dia bergegas ke kamar Billy dan menemukan Carol mencoba mencekik Billy dengan bantal. Grace mencoba menghentikan Carol, tetapi Carol menjadi sangat kuat dan menyerang Grace.
Selama pertarungan, Grace menyadari bahwa Carol telah kehilangan akal sehatnya. Carol mengakui bahwa dia membunuh suaminya karena dia berselingkuh dengan wanita lain dan bahwa dia sekarang berniat membunuh Billy untuk menghilangkan semua saksi mata.
Eugene tiba-tiba muncul dan mencoba menghentikan Carol. Namun, Carol menikam Eugene dengan pisau dapur. Eugene jatuh ke lantai, terluka parah.
Grace berhasil merebut pisau dari Carol dan menusuknya. Carol jatuh ke lantai, terluka parah.
ACT 4 (Resolution)
Polisi tiba dan menangkap Carol. Eugene dibawa ke rumah sakit dan berhasil selamat dari luka-lukanya. Billy dibebaskan dari trauma masa lalunya dan mulai bisa berbicara lagi.
Grace meninggalkan rumah itu, merasa lega bahwa semuanya telah berakhir. Dia menyadari bahwa dia telah membantu mengungkap kebenaran dan melindungi Billy dari bahaya.
Film berakhir dengan Grace mengunjungi Billy di rumah sakit. Billy tersenyum kepada Grace dan mengucapkan terima kasih. Grace tahu bahwa dia telah membuat perbedaan dalam hidup Billy dan bahwa dia akan selalu mengingat pengalamannya di rumah besar yang terpencil di tengah hutan yang berselimut salju. Rumah itu sendiri mungkin akan tetap menyimpan rahasia kelam, tetapi Grace telah membawa sedikit cahaya ke dalamnya.
Artikel ini membantu Anda memahami film lebih dalam.