미로 - Cerita Lengkap

Layar Bioskop
⏱️ 4 menit membaca

미로

ACT 1 (Setup)

Film dibuka dengan pemandangan sebuah desa terpencil di pegunungan Korea, yang dipenuhi kabut dan ketenangan yang menyesatkan. Beberapa keluarga petani hidup sederhana, mengandalkan hasil panen dari ladang terasering. Fokus utama adalah keluarga Soon-hee, seorang gadis kecil yang ceria dan sangat dekat dengan ayahnya, Jin-woo, seorang petani yang pekerja keras namun pendiam. Ibunya, Mi-young, sering merasa khawatir karena desa mereka semakin terisolasi dan kesulitan ekonomi yang semakin parah. Sebuah legenda lokal diceritakan secara tersirat, mengenai labirin hutan di sekitar desa, yang dikatakan sebagai tempat bersemayam makhluk gaib dan tempat orang tersesat selamanya jika tidak berhati-hati. Jin-woo sering memperingatkan Soon-hee untuk tidak pernah memasuki hutan sendirian. Kehidupan desa yang tenteram terganggu ketika serangkaian peristiwa aneh mulai terjadi. Hewan ternak mati secara misterius, hasil panen gagal, dan penduduk desa mulai mengalami mimpi buruk yang aneh. Kecurigaan mulai tumbuh di antara penduduk desa, dan ketakutan akan hal yang tidak diketahui menyebar seperti api. Soon-hee, yang sering bermain di dekat tepi hutan, menemukan sebuah topeng kayu aneh yang tersembunyi di antara pepohonan. Dia menyembunyikannya, merasa penasaran dengan benda tersebut.

ACT 2 (Conflict)

Peristiwa aneh semakin meningkat. Seorang penduduk desa menghilang setelah memasuki hutan untuk mencari kayu bakar. Jin-woo, yang merasa bertanggung jawab sebagai salah satu tetua desa, bergabung dalam pencarian. Namun, mereka tidak menemukan apa pun selain jejak kaki aneh dan suasana hutan yang semakin menakutkan. Mi-young semakin khawatir akan keselamatan Jin-woo dan Soon-hee. Dia melihat perubahan dalam diri Jin-woo, yang menjadi semakin pendiam dan terobsesi dengan hutan. Soon-hee, yang diam-diam menyimpan topeng kayu, mulai bertingkah aneh. Dia sering berbicara sendiri dan memiliki mimpi buruk yang sama dengan penduduk desa lainnya. Dia juga mulai menunjukkan minat yang tidak biasa pada hutan, sering berjalan-jalan di dekatnya dan berbicara dengan pepohonan. Jin-woo menemukan topeng kayu yang disembunyikan Soon-hee dan menjadi sangat marah. Dia percaya bahwa topeng tersebut ada hubungannya dengan kutukan yang melanda desa mereka. Dia membakar topeng tersebut, meskipun Soon-hee memohon padanya untuk tidak melakukannya. Tindakan Jin-woo tampaknya memperburuk keadaan. Hujan lebat mulai turun, menyebabkan banjir dan tanah longsor. Sumber air desa tercemar, dan penyakit mulai menyebar. Penduduk desa, yang putus asa, mulai menyalahkan satu sama lain dan mencari kambing hitam. Kecurigaan jatuh pada Soon-hee, karena dia yang menemukan topeng tersebut. Mi-young, yang percaya pada legenda desa, mulai mencurigai bahwa Soon-hee telah dirasuki oleh roh jahat dari hutan.

ACT 3 (Climax)

Jin-woo, putus asa untuk menyelamatkan putrinya dan desanya, memutuskan untuk memasuki labirin hutan yang legendaris. Dia percaya bahwa sumber kutukan terletak di jantung labirin dan bahwa dia harus menghentikannya. Mi-young mencoba menghentikannya, tetapi Jin-woo bersikeras bahwa ini adalah satu-satunya cara. Jin-woo memasuki hutan, membawa obor dan pisau. Dia tersesat di dalam labirin pepohonan dan jalan setapak yang berliku-liku. Dia bertemu dengan penampakan aneh dan menghadapi ilusi yang menguji kewarasannya. Dia menyadari bahwa labirin itu lebih dari sekadar hutan; itu adalah manifestasi dari ketakutan dan penyesalan penduduk desa. Sementara itu, Soon-hee, yang semakin terpengaruh oleh kekuatan labirin, melarikan diri ke hutan. Mi-young mengejarnya, takut akan keselamatan putrinya. Jin-woo akhirnya mencapai jantung labirin, tempat dia menemukan sebuah altar kuno yang dikelilingi oleh topeng kayu. Dia menyadari bahwa kutukan itu disebabkan oleh roh hutan yang marah, yang dipicu oleh keserakahan dan ketidakpedulian penduduk desa terhadap alam. Dia harus mengorbankan sesuatu yang berharga untuk menenangkan roh tersebut. Mi-young menemukan Soon-hee di dekat altar. Soon-hee benar-benar dirasuki oleh roh hutan, dan dia menyerang ibunya. Jin-woo tiba tepat waktu untuk menyelamatkan Mi-young, tetapi dia terluka parah dalam prosesnya.

ACT 4 (Resolution)

Jin-woo, dengan kekuatannya yang tersisa, menghadapi Soon-hee yang dirasuki. Dia menyadari bahwa satu-satunya cara untuk menyelamatkan putrinya adalah dengan mengorbankan dirinya sendiri. Dia memeluk Soon-hee erat-erat dan menusuk dirinya sendiri dengan pisau di depan altar. Darahnya menodai altar dan topeng kayu, menenangkan roh hutan. Soon-hee terbebas dari pengaruh roh jahat, dan labirin hutan mulai menghilang. Mi-young berduka atas kematian Jin-woo, tetapi dia bersyukur putrinya selamat. Desa tersebut secara perlahan mulai pulih dari kutukan. Hujan berhenti, air menjadi bersih kembali, dan hasil panen mulai tumbuh kembali. Penduduk desa belajar pelajaran tentang pentingnya menghormati alam dan menjaga keseimbangan antara manusia dan lingkungan. Film berakhir dengan Soon-hee, yang lebih tua dan bijaksana, mengunjungi makam ayahnya di tepi hutan. Dia meletakkan bunga di makamnya dan berjanji untuk menjaga warisannya. Dia tahu bahwa labirin hutan akan selalu ada di sana, sebagai pengingat akan bahaya keserakahan dan kekuatan alam. Dia juga tahu bahwa ayahnya mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan dia dan desanya, dan dia akan selalu mengenang pengorbanannya.

Artikel ini membantu Anda memahami film lebih dalam.

📖 Lihat Selengkapnya