末代僵尸 - Cerita Lengkap
ACT 1 (Setup)
Kisah dimulai di sebuah desa terpencil di pegunungan Tiongkok, tempat di mana legenda tentang Jiangshi, mayat hidup yang melompat, masih dipercaya. Tuan Li, seorang Taois tua dan lemah, adalah satu-satunya yang tersisa dari keluarganya yang telah bergenerasi lamanya bertugas menjaga segel kuno yang mengurung Raja Jiangshi, entitas jahat yang sangat kuat. Desa hidup tenang, namun Tuan Li merasakan bahaya semakin dekat. Dia melatih cucunya, Xiao Ming, seorang anak laki-laki yang penasaran namun penakut, dalam seni Taoisme dasar, meskipun Xiao Ming lebih tertarik bermain daripada belajar.
Suatu malam, Tuan Li merasakan segel itu melemah. Dia menyadari bahwa sudah waktunya untuk upacara penguatan segel, tetapi dia sakit-sakitan dan tidak yakin apakah dia cukup kuat. Selain itu, dia membutuhkan bahan-bahan langka yang hanya bisa ditemukan di hutan terlarang, tempat yang konon dihantui oleh roh-roh jahat. Dia memerintahkan Xiao Ming untuk tetap di rumah dan tidak membuka pintu kepada siapa pun, tetapi rasa ingin tahu Xiao Ming menguasainya.
Sementara itu, di kota terdekat, sebuah kelompok pemburu harta karun yang dipimpin oleh seorang pria serakah bernama Kapten Zhang mendengar desas-desus tentang legenda Raja Jiangshi dan segel kuno. Mereka percaya bahwa di dalam makam tempat Raja Jiangshi dikurung, terdapat harta karun yang tak ternilai harganya. Kapten Zhang memobilisasi kelompoknya, termasuk ahli senjata, ahli bahan peledak, dan seorang wanita bernama Mei, seorang ahli sejarah yang skeptis tentang legenda tetapi tertarik oleh kemungkinan harta karun.
ACT 2 (Conflict)
Xiao Ming, melanggar perintah kakeknya, mengikuti Tuan Li ke hutan terlarang. Dia melihat kakeknya diserang oleh roh-roh jahat yang menjaga bahan-bahan yang dibutuhkan untuk upacara. Tuan Li berhasil mengusir mereka, tetapi terluka parah. Dia memaksa Xiao Ming untuk kembali ke desa dan memberinya jimat pelindung. Tuan Li akhirnya berhasil mendapatkan bahan-bahan tersebut, tetapi kondisinya semakin memburuk.
Kelompok Kapten Zhang tiba di desa dan mulai menginterogasi penduduk desa tentang lokasi makam Raja Jiangshi. Penduduk desa, yang ketakutan, menyangkal keberadaan makam tersebut. Namun, Kapten Zhang menggunakan kekerasan dan mengancam mereka. Xiao Ming, yang menyaksikan semua ini, berusaha melindungi desa, tetapi dia terlalu lemah. Mei, meskipun bagian dari kelompok Kapten Zhang, merasa tidak nyaman dengan kekerasan yang mereka lakukan dan mulai meragukan motif mereka.
Tuan Li, dengan sisa-sisa kekuatannya, kembali ke desa. Dia menghadapi Kapten Zhang dan kelompoknya, memperingatkan mereka tentang bahaya Raja Jiangshi. Kapten Zhang mengabaikannya dan menyiksa Tuan Li untuk mengungkapkan lokasi makam tersebut. Xiao Ming, yang bersembunyi, menyaksikan kakeknya disiksa. Dalam keputusasaan, dia mencoba menyerang Kapten Zhang, tetapi dengan mudah ditangkap.
Tuan Li, untuk menyelamatkan cucunya, akhirnya mengungkapkan lokasi makam Raja Jiangshi. Kapten Zhang, dengan senyum sinis, membunuh Tuan Li. Xiao Ming, terpukul oleh kematian kakeknya, berjanji untuk membalas dendam. Kelompok Kapten Zhang berangkat ke makam, meninggalkan Xiao Ming terikat di desa. Mei diam-diam membantu Xiao Ming melarikan diri.
ACT 3 (Climax)
Xiao Ming, yang dipandu oleh arwah kakeknya, belajar bagaimana menggunakan jimat pelindung dan seni Taoisme dasar. Dia bertekad untuk menghentikan Kapten Zhang dan kelompoknya sebelum mereka melepaskan Raja Jiangshi. Sementara itu, Kapten Zhang dan kelompoknya berhasil menemukan pintu masuk ke makam. Mereka menggunakan bahan peledak untuk membuka pintu, tidak menyadari bahwa mereka juga melemahkan segel yang mengurung Raja Jiangshi.
Di dalam makam, mereka menghadapi jebakan kuno dan penjaga mayat hidup. Mereka menggunakan senjata dan keahlian mereka untuk melewati jebakan dan mengalahkan mayat hidup. Mei, semakin muak dengan keserakahan Kapten Zhang, mencoba membujuknya untuk meninggalkan makam, tetapi dia menolak.
Xiao Ming tiba di makam dan menghadapi Kapten Zhang dan kelompoknya. Dia menggunakan keterampilan Taoisme barunya untuk melawan mereka. Pertarungan sengit terjadi. Mei, akhirnya membelot, membantu Xiao Ming melawan Kapten Zhang dan kelompoknya. Beberapa anggota kelompok Kapten Zhang terbunuh oleh jebakan, mayat hidup, atau oleh Xiao Ming dan Mei.
Kapten Zhang, dalam keputusasaan, mencapai ruang utama makam, tempat Raja Jiangshi dikurung. Dia menemukan peti mati emas di tengah ruangan, diyakini berisi harta karun yang tak ternilai harganya. Dia mengabaikan peringatan Mei dan membuka peti mati tersebut.
Raja Jiangshi, yang telah lama tertidur, bangkit dari peti mati. Dia adalah makhluk yang mengerikan dengan kekuatan luar biasa. Kapten Zhang dan kelompoknya mencoba menyerangnya, tetapi mereka dengan mudah dikalahkan.
ACT 4 (Resolution)
Xiao Ming dan Mei tiba di ruang utama dan menyaksikan Raja Jiangshi mengamuk. Kapten Zhang terbunuh oleh Raja Jiangshi. Xiao Ming, menggunakan semua yang telah dia pelajari dari kakeknya, menghadapi Raja Jiangshi. Pertarungan epik terjadi antara anak laki-laki itu dan monster itu.
Mei membantu Xiao Ming dengan menggunakan pengetahuan sejarahnya untuk menemukan kelemahan Raja Jiangshi. Mereka bekerja sama untuk mengulur waktu dan mencari cara untuk mengalahkan monster itu.
Xiao Ming akhirnya mengingat upacara penguatan segel yang diajarkan kakeknya. Dia menggunakan bahan-bahan yang dia ambil dari hutan terlarang dan jimat pelindung untuk melakukan upacara tersebut. Upacara itu melemahkan Raja Jiangshi dan mengembalikan segel yang rusak.
Raja Jiangshi, melemah dan dikendalikan, jatuh kembali ke dalam peti mati. Xiao Ming dan Mei berhasil menutup peti mati tersebut dan memperkuat segelnya. Desa aman sekali lagi.
Xiao Ming, yang sekarang menjadi Taois muda yang kuat, berjanji untuk melanjutkan warisan kakeknya dan menjaga segel Raja Jiangshi. Mei memutuskan untuk tinggal di desa dan membantu Xiao Ming dalam tugasnya. Film berakhir dengan Xiao Ming dan Mei berdiri di depan makam Raja Jiangshi, siap untuk menghadapi bahaya apa pun yang mungkin datang. Mereka berdua menjadi penjaga terakhir melawan kejahatan yang mengintai di bawah tanah.
Artikel ini membantu Anda memahami film lebih dalam.