舞台「呪術廻戦 0」WITH LIVE BAND - Cerita Lengkap
舞台「呪術廻戦 0」WITH LIVE BAND
ACT 1 (Setup)
Pertunjukan dimulai dengan kilas balik yang menyayat hati. Yuta Okkotsu, seorang siswa SMA yang terisolasi dan dipenuhi rasa bersalah, dikutuk oleh roh pendendam Rika Orimoto, teman masa kecilnya yang meninggal dalam kecelakaan tragis. Roh Rika, yang kini menjadi kutukan mengerikan, melindunginya dengan kekerasan, seringkali membahayakan orang-orang di sekitarnya. Yuta hidup dalam ketakutan, tidak dapat mengendalikan kekuatan kutukan tersebut. Dia merasa bertanggung jawab atas kematian orang lain dan menginginkan kematiannya sendiri.
Adegan beralih ke Tokyo Metropolitan Curse Technical College. Gojo Satoru, penyihir jujutsu terkuat, menemukan Yuta. Ia melihat potensi besar dalam diri Yuta dan melindunginya dari eksekusi oleh para tetua jujutsu. Gojo membawa Yuta ke sekolah tersebut, dengan harapan ia dapat belajar mengendalikan kekuatannya dan menemukan tujuan baru dalam hidup.
Yuta bertemu dengan teman-teman sekelasnya: Maki Zenin, seorang ahli senjata terkutuk yang terampil namun diremehkan karena kurangnya energi terkutuk; Toge Inumaki, seorang pengguna ucapan terkutuk dengan kosakata terbatas yang dikendalikan oleh segel di lidahnya; dan Panda, sebuah mayat terkutuk yang sadar diri dan suka berteman. Awalnya, Yuta merasa canggung dan tidak yakin, namun perlahan mulai menjalin ikatan dengan mereka, merasakan untuk pertama kalinya dalam waktu yang lama perasaan memiliki. Gojo menjelaskan kepada Yuta bahwa Rika adalah kutukan kelas khusus yang sangat kuat, dan Yuta sendiri memiliki potensi yang luar biasa.
Di antara adegan pengenalan ini, ada bagian yang menceritakan tentang Suguru Geto, mantan sahabat Gojo yang kini menjadi penyihir jujutsu jahat. Geto, yang memiliki tujuan untuk menciptakan dunia hanya untuk penyihir jujutsu, mengumpulkan kekuatan dan merencanakan serangan besar-besaran. Ia mengincar Yuta dan kekuatan Rika, yang dianggapnya sebagai aset berharga untuk rencananya. Geto ditampilkan berinteraksi dengan sekutunya, merencanakan serangan mereka di malam hari dan dengan jelas menunjukkan kebenciannya terhadap non-penyihir.
ACT 2 (Conflict)
Yuta mulai menjalani pelatihan keras di bawah pengawasan Maki, Inumaki, dan Panda. Maki melatihnya dalam pertarungan fisik, membantu Yuta untuk mengatasi ketakutannya dan menggunakan tubuhnya secara efektif. Inumaki membantunya memahami dan mengendalikan kekuatan terkutuknya, sementara Panda mengajarkannya pentingnya persahabatan dan kerja tim. Meskipun sulit, Yuta mulai membuat kemajuan, secara bertahap belajar mengendalikan sebagian dari kekuatan Rika dan menggunakan energi terkutuk.
Selama pelatihan, Yuta berjuang dengan perasaannya terhadap Rika. Ia mencintainya sebagai teman masa kecil, tetapi juga takut pada kutukan yang ia wakili. Gojo mencoba membantunya memahami bahwa Rika, meskipun menjadi kutukan, masih memiliki perasaan untuknya dan bahwa Yuta dapat belajar untuk hidup berdampingan dengannya. Gojo menekankan bahwa kunci untuk mengendalikan Rika terletak pada pemahaman dan penerimaan.
Geto dan sekutunya melancarkan serangkaian serangan kecil terhadap sekolah dan fasilitas jujutsu lainnya, bertujuan untuk menguji pertahanan mereka dan mengumpulkan informasi. Dalam salah satu serangan, Yuta dan teman-temannya dipaksa untuk bertarung melawan kutukan tingkat rendah. Yuta untuk pertama kalinya menggunakan kekuatannya dalam situasi nyata, melindungi teman-temannya dan mengalahkan kutukan tersebut. Pengalaman ini memberikan kepercayaan diri padanya dan memperkuat tekadnya untuk melindungi orang lain.
Geto mengumumkan deklarasi perang kepada komunitas jujutsu, menyatakan niatnya untuk melancarkan serangan besar-besaran di Tokyo dan Kyoto pada tanggal 24 Desember, bertepatan dengan Malam Natal. Tujuannya adalah untuk melenyapkan semua non-penyihir dan menciptakan dunia yang didominasi oleh penyihir jujutsu. Komunitas jujutsu bersiap untuk menghadapi perang, dan Yuta ditugaskan untuk melindungi Tokyo bersama dengan teman-temannya.
ACT 3 (Climax)
Pada tanggal 24 Desember, Geto melancarkan serangannya di Tokyo dan Kyoto. Kutukan dan sekutu Geto menyerbu kota, menyebabkan kekacauan dan kehancuran. Yuta, Maki, Inumaki, dan Panda berpisah untuk mempertahankan berbagai area Tokyo, menghadapi kutukan yang kuat dan melindungi warga sipil.
Yuta menghadapi sejumlah kutukan yang menantang kemampuannya. Ia menggunakan pedang terkutuknya dan kekuatannya yang semakin meningkat untuk mengalahkan mereka, melindungi warga sipil yang ketakutan. Selama pertempuran, Yuta mengalami kilas balik tentang kehidupan masa lalunya dan perasaannya terhadap Rika. Ia menyadari bahwa ia tidak ingin mati, bahwa ia ingin hidup dan melindungi orang-orang yang ia sayangi.
Geto muncul di hadapan Yuta, mengungkapkan bahwa ia telah mengincar Yuta sejak lama. Geto ingin merebut Rika, percaya bahwa kekuatannya akan membantunya mencapai tujuannya. Pertempuran sengit terjadi antara Yuta dan Geto. Geto menggunakan manipulasinya yang luar biasa untuk mengendalikan pasukan kutukannya, sementara Yuta menggunakan kekuatannya yang baru ditemukan dan perlindungan Rika untuk melawan.
Selama pertempuran, Yuta dipaksa untuk menggunakan seluruh potensi kekuatannya, memanggil Rika dalam bentuk yang lebih penuh. Rika, yang kini lebih selaras dengan keinginan Yuta, menunjukkan kekuatan yang luar biasa. Ia membantu Yuta melawan Geto, tetapi Geto masih terbukti menjadi lawan yang tangguh.
Geto menggunakan teknik terkuatnya, mencoba untuk menghancurkan Yuta dan Rika. Yuta, didorong oleh tekadnya untuk melindungi teman-temannya dan keyakinannya pada Rika, melepaskan semua kekuatan terkutuknya. Ia menggunakan teknik terkutuk yang sangat kuat, yang merupakan tiruan sempurna dari kemampuan orang lain, sesuatu yang hanya bisa dilakukan olehnya. Yuta menggunakan teknik yang ditirunya itu untuk mengalahkan Geto.
ACT 4 (Resolution)
Setelah pertempuran sengit, Yuta berhasil mengalahkan Geto, meskipun dengan biaya yang besar. Geto terluka parah dan melarikan diri, berjanji akan kembali. Yuta dan teman-temannya berhasil mempertahankan Tokyo, tetapi kota itu mengalami kerusakan parah dan banyak orang terluka.
Dalam adegan terakhir, Yuta berdiri di samping Rika. Ia menyadari bahwa Rika tidak lagi menjadi kutukan, tetapi merupakan bagian dari dirinya. Rika, didorong oleh perasaan Yuta, akhirnya bisa beristirahat dengan tenang. Yuta berjanji untuk terus belajar dan menjadi penyihir jujutsu yang lebih kuat, untuk melindungi orang lain dan memenuhi harapan Gojo.
Yuta mengucapkan selamat tinggal pada teman-temannya, berjanji untuk bertemu lagi di masa depan. Ia kemudian pergi untuk berlatih di luar negeri, dengan tujuan untuk menguasai sepenuhnya kekuatannya dan menjadi pelindung yang lebih baik. Pertunjukan berakhir dengan Yuta berjalan menuju masa depannya, membawa bersamanya kenangan tentang Rika dan teman-temannya, dan tekad yang kuat untuk melindungi dunia dari kutukan. Musik dari band live terus dimainkan saat Yuta menghilang, meninggalkan penonton dengan perasaan harapan dan resolusi.
Artikel ini membantu Anda memahami film lebih dalam.